5 Karakteristik Generasi Milenial Saat Berkarir Profesional

Mengenal karakteristik yang khas dari generasi milenial akan menjadi sangat menarik. Karena selain populasinya cukup tinggi di dunia, mereka juga punya sifat-sifat yang unik dan berbeda jauh dari generasi sebelum-sebelumnya.

Paling jelas adalah keberadaan teknologi yang membuat setiap lini kehidupan mengalami perubahan kebiasaan. Terlebih dengan adanya disrupsi teknologi yang terjadi karena adanya pandemi. Apa-apa harus online, bahkan untuk aktivitas penting sekalipun.

Dalam tulisan ini, kami akan menunjukkan beberapa ciri khas yang dimiliki oleh para generasi milenial saat meniti karir profesional di perusahaan. Apakah kamu juga punya ciri-ciri ini? Apa saja? Mari kita mulai.

1. Generasi milenial punya karakteristik suka fleksibilitas dalam bekerja

Millennial selalu suka liburan. Dalam setahun, mereka bisa menyempatkan setidaknya 1x berkelana ke luar kota, bahkan luar negeri jauhnya. Kesukaan ini terbawa sampai tempat kerja. Yaps, fleksibilitas menjadi prioritas utama bagi generasi milenial.

Dalam artian, bekerja tidak harus di kantor. Bisa remote atau work from home, itu sudah membuat mereka cukup bahagia. Atau dalam hal cuti, tidak mesti di hari besar, melainkan hari biasa juga diharapkan bisa mendapat jatah libur. Asal, pekerjaan beres dan sesuai target tentunya.

2. Punya ketertarikan pada fasilitas selain gaji (passion, suasana kantor)

Gaji, meskipun tetap penting, namun tidak membuat generasi milenial merasa cukup bahagia. Justru, fasilitas lain seperti suasana kantor yang supportive, fleksibilitas jam dan lokasi kerja, serta pekerjaan yang sesuai dengan passion; itu akan membuatnya merasa lebih tercukupi.

Karakteristik generasi milenial yang senang bereksplorasi membuat mereka mencari kerja yang sesuai dengan renjana (passion). Jadi, mereka tidak akan merasa bahwa sedang bekerja, tetapi belajar dan berkarya di bidang yang paling disenangi dan membuat diri selalu tertantang.

3. Cenderung lebih sering gonta-ganti perusahaan

Paling tidak dalam hitungan 2-3 tahun akan ada pergantian karyawan di perusahaan. Angka turnover bisa dibilang cukup tinggi, terutama untuk perusahaan yang berbasis startup dan dihuni banyak talenta muda milenial.

Bukannya tidak loyal, namun lebih mengarah pada kesenangan milenial untuk belajar hal baru dan merasakan lingkungan yang berbeda. Eksplorasi. Lagi-lagi kata ini cukup melekat dalam diri generasi milenial, untuk segala lini kehidupan. Termasuk untuk hal meniti karir profesional. 

4. Mengutamakan keseimbangan antara bekerja dan hidup normal

Istilah kerennya, work-life balance. Mereka menginginkan keseimbangan antara bekerja, beristirahat, dan hidup normal seperti pada umumnya. Merasakan kesenangan bersama keluarga di rumah dan teman-teman di tempat nongkrong.

Maka dari itu, seperti yang disampaikan di awal tadi, milenial suka dengan fleksibilitas jam dan lokasi kerja. Selain untuk berjumpa dan tukar kabar bersama kerabat, juga untuk liburan, menekuni hobi, atau mencoba hal baru di luar pekerjaan mereka.

5. Punya ketertarikan untuk menjadi seorang entrepreneur

Istilah entrepreneur begitu diminati oleh generasi milenial. Keren, tangguh, dan dipandang cukup prestis di lingkungan sekitarnya. Maka tidak heran jika pertumbuhan UMKM dan startup di Indonesia turut maju berkat adanya pandangan ini.

Hal ini tentu menjadi sinyal bagus bagi negara kita yang kekurangan jumlah pengusaha. Namun tetap diingat bahwa membangun bisnis bukan seperti mainan, harus ada jerih payah, strategi, gagal, bangkit lagi; begitu seterusnya, sampai berhasil.

Yaps. Bagaimanapun juga, begitulah karakteristik generasi milenial yang harus sama-sama kita mengerti dan terima. Penuh ambisi dalam bekerja, menyenangi hal baru, selalu terpicu dengan tantangan; kadang memang membuat diri ini capek dan rentan stres.
Tapi biasanya mereka mengatasinya dengan nongkrong sama teman-teman, sambil sama-sama menyesap rokok.

Tapi kalau kamu lagi nongkrong di tempat yang gak bisa merokok, kamu tetap bisa menikmati sensasi nikotin dengan cara baru, yakni menggunakan VELO, kantong nikotin buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Tinggal diletakkan di antara bibir dan gusi atas, tanpa orang lain tau.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply