Jenis Alat Musik Indonesia Yang Mendunia!

Indonesia terkenal dengan alamnya yang indah, sumber daya alam yang melimpah dan juga jenis alat musik yang terkenal di seluruh dunia. Negara Indonesia memang kaya akan adat istiadat tradisional dan kebudayaannya yang kental, maka kita sebagai rakyat Indonesia wajib melestarikan tarian, pakaian adat, serta alat musik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke sebagai sebuah identitas dari masing-masing Provinsi.

Walaupun saat ini, perkembangan musik yang telah berkembang dan berevolusi, namun alat musik di Indonesia tidak dapat pudar begitu saja. Bahkan, banyak sekali orang yang ingin belajar memainkannya, baik lokal maupun dari mancanegara.

Indonesia telah menjadi salah satu negara yang kaya akan alat musiknya, beberapa alat musik di Indonesia juga telah mendunia dan telah diakui oleh UNESCO. Agar jenis alat musik di Indonesia tetap dikenal, kita sebagai rakyatnya harus berusaha mengenal, memainkan dan juga mengenalkan alat musik kebanggan kita ke wisatawan lokal dan mancanegara. 

Berikut ini, ada lima alat musik di Indonesia yang terkenal di dunia:

Gamelan

Alat musik yang berasal dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali ini sudah terkenal di dunia sebagai kebudayaan tradisional di Indonesia. Kata gamelan berasal dari nama gamel yang berarti menabuh atau memukul dalam bahasa jawa. Gamelan terdiri dari instrumen seperti kendang, gong, kenong, dan gambang.

Gamelan dapat dimainkan dengan beberapa orang agar nada yang dibentuk menjadi harmonis dan selaras. Kepopuleran gamelan telah menjadikannya sebagai mata kuliah wajib di beberapa universitas terkenal di dunia. Seperti University of Minnesota, UCLA, University of Manchester, Cambridge University dan University of Michigan di Amerika Serikat. 

Sebagai tanda kebudayaan Indonesia, PBB dan UNESCO telah menobatkan gamelan sebagai warisan budaya dunia. Sudah sepatutnya, kita bangga dan turut serta dalam melestarikan alat musik tradisional Gamelan.

Angklung

Alat musik yang berasal dari Kota yang terkenal dengan bahasa Sunda, yaitu Jawa Barat. Angklung berasal dari kata angklung dalam bahasa Sunda yang memiliki arti gerakan tangan. Ada juga beberapa sumber yang menyebutkan bahwa asal mula angklung dari suara yang dihasilkan berbunyi klung-klung.

Angklung dibuat dengan bilah bambu yang disusun sedemikian rupa agar menghasilkan bunyi dan nada yang selaras, harmonis dan indah saat digetarkan.

Agar mendapatkan nada yang harmonis, angklung harus dimainkan oleh beberapa orang. Kepopuleran angklung telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang masuk ke dalam daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. 

Sebelum diakui oleh dunia, angklung dipercaya sebagai alat musik yang memiliki unsur mistis, sehingga membuat penjajah takut dan mundur. Ketakutan penjajah ini sampai membuat pemerintah Belanda melarang penggunaan angklung. 

Kolintang

Jenis alat musik asal Sulawesi Utara bernama Kolintang ini sudah dimainkan sejak zaman dahulu. Konon, kolintang sering digunakan sebagai musik pengiring adat untuk pemujaan roh leluhur. 

Tapi, sejak perkembangan musik tradisional berevolusi, kini Kolintang hanya digunakan sebagai pengiring tarian, pertunjukan musik dan pengiring lagu-lagu Minahasa saja.

Kolintang terbuat dari beberapa potong kayu khusus dan ringan. Kayu khusus yang dimaksud adalah jenis kayu wenang, kakinik, bandaran, dan kayu telur. Kayu-kayu tersebut disusun berderet sejajar agar mendapatkan suara yang selaras. 

Cara memainkan kolintang pun sama dengan gamelan, yaitu dipukul. Tetapi menggunakan stik khusus yang ujungnya diberi bantalan kain, selain itu ada tiga jenis stik lainnya yang diberi nomor khusus untuk dimainkan.

Puncak kepopuleran kolintang semakin memuncak pada tahun 2009, dimana ada 3.011 orang yang bersama-sama memainkan alat musik ini bersamaan dan 1.223 orang yang memainkan kolintang di Stadion Tondano, Sulawesi Utara secara massal. Ribuan peserta ini memberikan nada yang serasi, hingga berhasil memecahkan empat rekor dunia!

Sasando

Alat musik yang berasal dari Rote, Nusa Tenggara Timur ini sudah dimainkan sejak abad ke-17. Sasando terbuat dari daun lontar dan bambu ini telah terkenal hingga ke pelosok dunia. Kata sasando berasal dari gabungan kata sari dan sandi yang berarti petik dan bergetar. Jadi, sasando adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik, dan ketika dipetik akan bergetar.

Sasando dimainkan dengan kedua tangan, yang akan mengeluarkan suara sangat merdu seperti kombinasi piano, gitar, dan harpa. Perkembangan musik yang memiliki perubahan membuat sasando hampir punah, karena kurangnya minat generasi muda untuk mengenal dan memainkan alat musik ini.

Serune Kale

Serune kale adalah salah satu jenis alat musik yang menjadi bagian sejarah yang terbuat dari bambu keras dan kuat namun dengan berat yang ringan. Kamu perlu merendam bambu nya terlebih dahulu selama tiga bulan sebelum masuk ke proses pembuatan. 

Bentuknya yang mirip seperti terompet ini konon berasal dari Tiongkok yang masuk ke daerah Aceh. Serune kale sudah dimainkan sejak Islam masuk ke Aceh.

Bentuk serune kale yang berbentuk panjang lurus dengan bulat setengah lingkaran di bagian depan membuatnya mirip seperti terompet, dengan lubah yang berfungsi menjadi tempat sumber bunyi. Biasanya, serune kale selalu dimainkan saat ada pertunjukan musik dan tarian tradisional di Aceh. 

Cara memainkan serune kale tidaklah sulit, hampir mirip dengan memainkan seruling yaitu dengan meniup dan memainkan lubang-lubang dengan jari tangan.

Lima jenis alat musik diatas telah menjadi identitas bagi Indonesia di mata dunia, kalau dunia bangga akan alat musik tersebut, kita sebaiknya juga harus mulai untuk belajar memainkannya.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply