Jangan Sampai Terlewat, Kunjungi 5 Museum di Solo Ini

Sebagai salah satu kota di Indonesia yang dikenal kaya akan budaya dan sejarah, museum Solo menjadi daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata. Jika selama ini museum sering diidentikkan dengan sesuatu yang membosankan, tidak demikian dengan museum yang ada di kota ini.

Selain museum modern seperti The Heritage Palace, kota ini juga punya banyak museum tradisional. Setiap museum di Solo memiliki keunikan masing-masing yang membuatmu ingin mengunjunginya satu per satu. Yuk, simak apa aja museum yang tidak boleh dilewatkan dari kota Solo.

1. Museum Batik Danar Hadi

Ingat Solo, ingat batik. Museum ini adalah museum milik PT Danar Hadi, perusahaan batik besar asal Solo. Di sini kamu bisa melihat koleksi batik lintas zaman, juga mempelajari filosofi yang terkandung pada masing-masing motif batik.

Berkunjung ke museum ini akan membawamu seolah kembali ke masa kolonial Belanda. Ini tidak lepas dari interiornya yang memang didesain demikian.

2. Museum Radya Pustaka

Museum yang satu ini tidak boleh terlewatkan saat kamu berkunjung ke Solo. Museum Radya Pustaka dibangun oleh Sri Sultan Pakubuwono IX pada tahun 1890. Tidak heran museum ini menjadi salah satu museum tertua di Indonesia.

Nama Radya Pustaka mengandung makna yang sangat dalam. “Radya” artinya keraton, sedangkan “pustaka” berarti perpustakaan negara. Koleksi yang dipajang di museum ini adalah berbagai macam peninggalan bersejarah seperti tombak, arca, keris, gamelan, dan masih banyak lagi.

3. Museum Lokananta

Museum Lokananta cocok banget dikunjungi oleh para seniman musik. Bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1956 ini ternyata dulunya merupakan studio rekaman pertama yang ada di Indonesia.

Di museum ini kamu akan melihat koleksi kaset dan piringan hitam kuno yang dulu sempat populer. Hingga kini, tempat ini juga masih digunakan sebagai studio musik dan tempat pameran musik. Melihat interior dan koleksi yang ada di dalamnya akan membuatmu nostalgia ke masa-masa awal kemunculan musik di tanah air.

4. Museum Keris Nusantara

Dari namanya saja, kamu pasti sudah tahu kalau museum ini memajang koleksi keris yang usianya ratusan hingga ribuan tahun. Museum yang diresmikan pada tahun 2014 ini memajang sekitar 240 buah keris dari berbagai daerah di Indonesia. 

Total koleksi keris museum ini sebenarnya ada 300 buah, namun 60 keris dipajang secara bergantian setiap bulannya. Dalam budaya Jawa, keris adalah pusaka yang sakti dan dihormati. Ini menjadi salah satu peninggalan leluhur yang masih dijaga hingga saat ini.

5. Monumen Pers Nasional

Terakhir ada Monumen Pers Nasional yang didalamnya terdapat museum bersejarah. Di sini kamu akan diajak menilik sejarah perkembangan media surat kabar di Indonesia. Museum ini menjadi satu-satunya museum pers yang ada di Indonesia lho.

Kamu bisa melihat arsip surat kabar yang masih ditulis dengan tangan hingga akhirnya ditulis dengan mesin ketik. Tidak hanya itu, museum ini juga menyimpan koleksi kamera jadul yang digunakan oleh para wartawan di masa lalu.

Semua museum di Solo bisa dikatakan sebagai tempat sakral karena menyimpan banyak benda bersejarah. Oleh karena itu, tunjukkan rasa hormatmu saat kamu sedang berkunjung. Salah satunya adalah dengan tidak merokok karena bisa mencemari udara dan meninggalkan kotoran di benda-benda yang ada di sana.

Jika kamu ingin tetap bersemangat dengan asupan nikotin, ada VELO yang bisa jadi teman setiamu. Sekantong kecil VELO bisa memberikan sensasi kehangatan nikotin selama 15 sampai 20 menit. VELO tersedia dalam berbagai macam varian rasa seperti Polar Mint, Exotic Clove, Tropic Mix, dan Berry Frost.

Indah Ariviani
Indah is an experienced writer specializes in lifestyle, design, and finance, who occasionally lost in her imaginations.

Related Articles

Leave a Reply