Ingin Mencapai Puncak Gunung Fuji? Perhatikan 5 Hal Ini!

Sukses mencapai puncak Gunung Fuji tentu menjadi kepuasaan tersendiri bagi setiap pendaki. Gunung dengan tinggi 3.776 Mdpl ini memang selalu menarik bagi siapapun mengingat jalurnya yang tak mudah dilalui. Trek dengan bebatuan terjal, tanjakan yang curam dan kerikil yang licin akan menjadi teman sepanjang pendakian.

Meski mendaki gunung tertinggi di Jepang ini tak semudah yang dibayangkan. Namun, jangan berkecil hati dulu. Pasalnya, saat mencapai puncak Gunung Fuji semua rasa lelah akan langsung terbayarkan dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Bagaimana, ingin mencoba mendaki Gunung Fuji dalam waktu dekat ini?

Buat kalian yang ingin mendaki sampai ke puncak Gunung Fuji. Ada 5 hal pokok yang harus dipenuhi. Perhatikan ya! Agar proses pendakian berjalan lancar dan tetap aman sampai ke tempat tujuan.

1.     Buat planning dengan tepat jika ingin sampai ke puncak Gunung Fuji

Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Fuji tentu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan waktu mendaki setidaknya 6 – 8 jam jika kalian melalui rute Yoshida. Ini merupakan rute paling populer dan paling banyak dipilih karena jalurnya yang tidak terlalu sulit. Mau pilih rute manapun, hal pertama yang harus kalian buat adalah planning yang tepat. Apakah ingin mendaki dalam waktu satu hari atau lebih?

Jika ingin mendaki dalam waktu satu hari, tentu stamina dan fisik juga harus diperhatikan. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, kalian boleh memilih untuk beristirahat sejenak di pos-pos penginapan yang disediakan. Dengan begitu, kalian tidak terlalu kelelahan dan sedikit lebih tenang karena waktunya lebih panjang.

2.     Mendaki non-stop karena tak sabar sampai ke puncak? Sebaiknya hindari deh!

Meski stamina kamu sedang dalam kondisi baik-baik saja dan hasrat untuk sampai ke puncak lagi menggebu-gebu. Namun, mendaki non stop tanpa beristirahat sangat tidak dianjurkan. Ini akan meningkatkan resiko kelelahan dan cedera otot. Jika sudah begitu, bukannya malah sampai ke puncak namun justru balik arah karena kondisi tubuh yang tak memungkinkan.

3.     Pilih jalur yang tepat sesuai kemampuan, jangan coba-coba jika belum berpengalaman!

Ada 4 jalur untuk sampai ke puncak Gunung Fuji, yaitu jalur Yoshida, Fujinomiya, Subashiri, dan Gotemba. Masing-masing jalur memiliki tingkat kesulitan dengan panjang yang berbeda. Bagi pemula, jalur Yoshida adalah pilihannya. Selain jalur ini populer, trek yang harus dilalui pun tidak seterjal jalur lain.

Buat yang sudah berpengalaman dan ingin menghindari keramaian di musim pendakian, jalur Gotemba sepertinya bisa dicoba. Meski jalurnya lebih panjang dan tingkat kesulitannya lebih tinggi, namun jalur ini paling sepi pendaki sehingga kamu bisa menikmati pemandangan dengan sesuka hati.

4.     Jika ingin lebih aman, mendaki saat musim pendakian sangat dianjurkan

Musim pendakian Gunung Fuji di mulai dari awal Bulan Juli hingga awal Bulan September. Dimana pada musim ini akan banyak sekali pendaki dari luar negeri yang ingin menyaksikan keindahan Gunung Fuji. Meski ramai, namun musim ini sangat dianjurkan mengingat pendakian di luar musim sangat rawan terhadap cuaca ekstrem.

5.     Jangan sampai lupa bawa ini!

Mengingat suhu Gunung Fuji yang mudah sekali berubah, sebaiknya bawa perlengkapan untuk melindungi tubuhmu dari suhu ekstrim. Siapkan barang bawaan seperti baju penghangat, sarung tangan, mantel/jas hujan, celana panjang, serta baju ganti. Jangan lupa juga bawa senter kepala atau lampu depan, air, makanan ringan, dan kantong sampah untuk tetap menjaga kebersihan.

Selain itu, agar aktivitas pendakian kamu tetap lancar, tanpa ribet dan tidak mengganggu orang lain. VELO bisa menjadi teman setia dalam perjalananmu. VELO adalah kantong nikotin pertama yang ditemukan di Swedia yang bebas dinikmati kapan saja dan dimana saja tanpa asap, tanpa bau, dan bebas tembakau. Caranya, cukup ambil 1 kantong VELO, letakkan di antara bibir dan gusi atas, dan nikmati sensasi nikotin selama 20 – 30 menit. Kalau kamu lagi di tempat yang gak boleh ngerokok, kamu tetep bisa kok merasakan sensasi nikotin tanpa asap dan bau, yakni dengan menggunakan VELO, buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui.

Elya
Seorang penulis blog yang sudah berkecimpung sejak tahun 2014 sampai sekarang.

Related Articles

Leave a Reply