Informasi Seputar Gunung Fuji yang Wajib Diketahui

Siapa sih yang tak kenal dengan Gunung Fuji? Pasti semua mengenalnya. Sebagai gunung tertinggi di Jepang dan memiliki pesona yang luar biasa. Gunung Fuji menjadi salah satu ikon terkenal di negara sakura. Gunung dengan tinggi mencapai 3.776 meter di atas permukaan laut ini juga menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler di negara Jepang.

Tak heran jika setiap tahunnya ada lebih dari 200.000 orang melakukan pendakian disana. Gunung yang terletak diperbatasan antara Prefektur Yamanashi dan Prefektur Shizuoka ini juga bukan sekedar destinasi wisata saja. Di tahun 2013, Gunung Fuji telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia.

Tentang Gunung Fuji

Gunung Fuji merupakan salah satu gunung berapi aktif dan menjadi gunung tertinggi di negara Jepang. Gunung ini memiliki bentuk kerucut yang sangat indah apabila dilihat dari atas. Bentuk ini diperoleh dari letusan berulang sekitar 100.000 sampai 200.000 tahun sebelumnya. Gunung Fuji terakhir meletus di tahun 1707 dan belum aktif kembali selama lebih dari 300 tahun.

Gunung  ini juga dianggap sakral oleh masyarakat Jepang sejak ribuan tahun silam. Biasanya, masyarakat Jepang melakukan ziarah dengan cara mendaki gunung ini. Mereka melakukan berbagai adat spiritual yang telah turun temurun dari para leluhurnya. Jadi, bukan hanya sekedar destinasi wisata saja, melainkan gunung ini juga memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Jepang.

4 Rute Pendakian Gunung Fuji

Terdapat empat rute pendakian di Gunung Fuji, yaitu mulai dari rute yang paling mudah sampai rute tersulit. Biasanya, pendaki menyesuaikan pengalaman mereka dengan rute yang tersedia. Melakukan pendakian melalui rute manapun, pasti akan sampai ke puncaknya. Bagi pemula yang mendakinya pelan-pelan, biasanya membutuhkan waktu 4 – 8 jam dan sekitar 2 – 4 jam untuk turun.

1.      Rute Yoshida Guchi: Cocok Untuk Pemula dan Paling Populer Diantara Rute Lain

Rute Yoshida Guchi merupakan rute pendakian Gunung Fuji yang paling populer diantara rute lainnya. Rute ini biasanya dipilih bagi para pemula karena jalurnya yang tidak terlalu sulit. Pendakian melalui rute ini bisa dimulai dari Gunung Subaru Line. Dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk sampai ke puncak dan 3 – 4 jam untuk turun.

2.      Rute Gotemba Guchi: Cocok Untuk Pendaki yang Ingin Terhindar dari Keramaian

Rute Gotemba merupakan rute dengan jarak terpanjang dan memiliki tingkat elevasi (ketinggian) yang cukup tinggi. Rute ini biasanya dipilih bagi pendaki yang sudah ahli. Tracknya dipenuhi dengan lereng-lereng curam ditambah tidak tersedia fasilitas toilet sampai dengan pendakian level 7. Kelebihannya adalah hanya sedikit pendaki yang melalui jalur ini sehingga pendaki bisa menikmati pemandangan tanpa terganggu pendaki yang lain.

3.      Rute Subashiri Guchi: Rute dengan Pemandangan Terindah

Rute ini menjadi salah satu rute tertenang karena tidak banyak pendaki yang memilih jalur ini. Suasananya lebih sepi dibanding Rute Yoshida Guchi. Di sepanjang pendakian, pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan hutan yang sangat asri dan masih alami. Jarak rute ini adalah 13 KM, dibutuhkan waktu sekitar 7 jam untuk mendaki dan 3 – 4 jam untuk turun.

4.      Rute Fujinomiya Guchi: Rute dengan Jalur Tersingkat

Nah, untuk pendaki yang ingin segera melihat pemandangan dari puncak Gunung Fuji, rute Fujinomiya adalah pilihannya. Rute ini merupakan rute dengan jalur tersingkat. Jarak untuk menuju Kengamine (puncak Gunung Fuji) hanya 8,6 KM, hanya dibutuhkan waktu 5 – 6 untuk mendaki dan 3 – 4 jam untuk turun. Hanya saja rute ini memiliki tingkat elevasi (ketinggian) yang cepat naik sehingga harus lebih berhati-hati.

Jadwal/Musim Pendakian Gn. Fuji

Bagi pendaki yang ingin melakukan pendakian Gunung Fuji sebaiknya memilih pada musim pendakian saja, yaitu saat musim panas. Karena jika melakukan pendakian di luar musim, pondok-pondok kecil di tengah gunung dan bus transportasi tidak beroperasi. Selain itu, saat musim dingin kerap terjadi badai salju, angin disana sangat kencang, dan rawan longsor.

Untuk jadwal pendakian masing-masing rute berbeda, biasanya rute hanya dibuka selama 2 bulan saja, yaitu di awal bulan Juli sampai dengan awal September. Berikut jadwal pembukaan rute pendakian Gunung Fuji:

·         Rute Yoshida Guchi, dibuka mulai 1 Juli – 10 September

·         Rute Gotemba Guchi, dibuka 10 Juli – 10 September

·         Rute Subashiri Guchi, dibuka 10 Juli – 10 September

·         Rute Fujinomiya Guchi, dibuka 10 Juli – 10 September

Akses Menuju Gunung Fuji

Jika dari pusat Kota Tokyo, kalian bisa menggunakan transportasi bus express, seperti bus Fujikyu dan bus Tomei yang beroperasi sampai Stasiun Fujisan dan Stasiun Kawaguchiko di kaki Gunung Fuji.

Saat musim pendakian, yakni pada bulan Juli – September, ada bus yang berangkat dari Shinjuku langsung menuju 5th Station (pemberhentian ke-5) di kaki Gunung Fuji. Akses ini mungkin bisa kalian pilih untuk memudahkan perjalanan yang sesuai dengan rute pendakian.

Biaya naik bus Fujikyu menuju 5th Station Gunung Fuji sekitar 2.700 Yen dengan lama perjalanan 2 jam. Sedangkan, untuk biaya naik bus Tomei dari Shinjuku ke Kawaguchiko sekitar 1.750 Yen dengan lama perjalanan 1 jam 45 menit.

Selain bus, cara paling praktis menuju Gunung Fuji juga bisa dilakukan dengan naik kereta Shinkansen. Kereta ini beroperasi dari Kota Tokyo dan Osaka menuju kaki Gunung Fuji. Biaya naik kereta Shinkansen  dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Shin-Fuji sekitar 5.070 Yen. Sedangkan, jika dari Stasiun Shin-Osaka ke Stasiun Shin-Fuji sekitar 11.340 Yen.

Selain informasi seputar Gunung Fuji yang wajib diketahui, buat kalian yang terbiasa menikmati sensasi nikotin dalam kemasan rokok. Kini ada cara baru yang lebih seru! Kalau kamu lagi di tempat yang gak boleh ngerokok, kamu tetep bisa kok merasakan sensasi nikotin tanpa asap dan bau, yaitu dengan menggunakan VELO, kantong nikotin pertama di Indonesia buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, cukup selipkan di antara bibir dan gusi atas, sensasinya bakal kerasa hingga setengah jam.

Elya
Seorang penulis blog yang sudah berkecimpung sejak tahun 2014 sampai sekarang.

Related Articles

Leave a Reply