Gibson Bangkrut: Perjalanan dari Awal, Bangkrut, Hingga Bangkit Lagi

Setelah memberikan cincin pada kedua mempelai, pria berambut kribo sebahu dan bertopi tinggi itu keluar dari gereja. Adegan kemudian berpindah ke ia yang bertelanjang dada, berjaket kulit, berjalan keluar dari gereja kecil di tengah prairi, menenteng gitar Gibson Les Paul sunburst.

Dari sana, tidak sekali, tapi dua kali, Slash memainkan salah satu solo gitar terindah sekaligus tersendu yang pernah dihasilkan oleh umat manusia. Lagu “November Rain” mungkin menginspirasi jutaan anak muda untuk angkat gitar dan berjihad di jalan rock n roll. 

Slash jelas bukan yang pertama melakukan cabikan dahsyat dengan gitar Gibson Les Paul. Dua dekade sebelumnya, Jimmy Page melahirkan riff dahsyat di “Black Dog”. Page bahkan dikenal tak hanya dengan Les Paul, tapi juga SG. Siapa yang bisa lupa gagahnya Page menenteng SG double neck warna merah dan memainkan nada-nada tangga menuju surga. 

Jika merunut nama-nama gitaris yang memakai gitar Gibson, senarainya akan sepanjang Anyer-Panarukan. Mulai dari Les Paul, Chuck Berry, B.B King, Marc Bolan, Pete Townshend, Ace Frehley, Angus Young, Joe Perry, Randy Rhoads, sampai nama gitaris lokal seperti John Paul Ivan.

Sejarah Gibson

Gibson Bangkrut
Source: BloombergQuint

Gibson memang seperti jaminan paten kalau soal gitar. Jejak sejarah perusahaan ini memang panjang. Brand gitar dari Nashville, Tennessee ini didirikan pada tahun 1894 dan sudah bertahun-tahun menemani banyak musisi professional berkat evolusi produknya.

Nggak hanya Gibson saja, brand Gibson juga melahirkan banyak brand gitar atau musik instrumen lainnya, diantaranya adalah: Epiphone, Kramer, Steinberger, dan juga divisi Gibson Pro Audio yang terdiri dari KRK, Vega, Stanton DJ, dan juga Cerwin.

Awal sejarah brand Gibson terbentuk adalah ketika Orville Gibson mematenkan mandolin single-piece pada tahun 1898 yang lebih tahan lama dibandingkan mandolin pada umumnya. Kemudian, Orville Gibson memulai menjual instrumennya di tahun 1894 di sebuah workshop satu ruangan di daerah Kalamazoo, Michigan.

Di tahun 1902, sebuah perusahaan bernama Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co. Ltd didirikan. Tahun berikutnya, setelah Orville meninggal, perusahaan tersebut merekrut seorang desainer bernama Lloyd Loar untuk menciptakan alat musik baru. Loar akhirnya mendesain gitar L-5 archtop dan mandolin Gibson F-5 yang pertama kali dikenalkan pada 1922.

Gibson pertama kali memperkenalkan gitar elektriknya, ES-150 pada tahun 1936 diikuti oleh beberapa alat musik elektrik lainnya seperti gitar baja, mandolin, dan juga banjo.

Selama Perang Dunia Kedua, Gibson mulai memproduksi bahan-bahan untuk alat-alat militer yang terbuat dari kayu dan juga metal. Pada rentang tahun 1942 – 1945, Gibson mempekerjakan pekerja perempuan untuk memproduksi gitar.

Pekerja-pekerja perempuan tersebut memproduksi hampir 25,000 gitar selama PD II.  Di tahun 1944, Gibson dibeli oleh sebuah perusahaan bernama Chicago Musical Instruments, dan ES-175 akhirnya diperkenalkan pada tahun 1949.

Gibson merekrut seorang pebisnis bernama Ted McCarty dan menjadi presiden Gibson di tahun 1950. Di bawah kepemimpinannya, terciptalah sebuah gitar legendaris yang hingga saat ini masih menjadi favorit banyak gitaris, yakni Les Paul yang awalnya diperkenalkan pada 1952.

Ada beberapa model Les Paul yang dari dulu hingga sekarang masih diproduksi di antaranya Custom, Standard, Special, dan juga Junior. Selama periode 1950-1960, Gibson menapaki masa kejayaannya.

Gibson Bangkrut, Lalu Bangkit

Source: Financial Times

Sayangnya brand kenamaan ini mengalami kebangkrutan pada 1 May 2018. Beberapa divisi yang nggak profitable seperti Gibson Innovations yang menjual audio equipment di luar Amerika Serikat ditutup karena usut punya usut merupakan sumber masalah finansial.

Sebelumnya, The Washington Post menuliskan laporan panjang berjudul “Why My Guitar Gently Weeps”. Tulisan itu menyoroti kematian perlahan instrumen gitar listrik karena beberapa faktor, antara lain tak ada lagi sosok guitar hero seperti di era 50 hingga 90.

Dari data penjualan, industri gitar listrik memang terseok-seok. Pada 2007, ada 1,5 juta gitar listrik yang terjual per tahun. Namun angka itu perlahan turun, menjadi hanya 1 juta unit per tahun pada 2017. Di Amerika Serikat, toko gitar terbesar, Guitar Center, punya utang 1,6 miliar dolar.

Laporan senada juga dikeluarkan oleh Quartz. Dalam artikel berjudul “Rock and Roll is Dead, Sales of Fender and Gibson Electric Guitar Prove It”, ditulis bahwa pendapatan Gibson turun dari 2,1 miliar dolar pada 2013, menjadi 1,7 miliar dolar pada 2016. Hal ini menjadi penyebab gibson bangkrut.

Namun, masalah besarnya adalah hutang. Gibson bangkrut dan dikejar jatuh tempo pembayaran surat utang sebesar 375 juta dolar pada Juli 2018. Kalau tak bisa membayar, akan ada penambahan biaya sebesar 145 juta dolar. Beruntunglah ada beberapa perusahaan yang turun tangan membantu masalah ini.

Pada 23 Oktober 2018, perusahaan ini mengumumkan pergantian presiden dan CEO baru, James Curleigh, dan Cesar Gueikian sebagai Chief Merchant Officer beserta tim barunya yang mulai efektif pada 1 November 2018.

Jangan lupa, masih ada info menarik lainnya dalam update artikel berikutnya dari VELO! Kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang bisa dinikmati kapan saja, tanpa asap, dan tanpa ribet!

Tersedia dalam aneka varian rasa unik seperti Berry Frost, Tropic Mix, Polar Mint, dan Ruby Berry. Produk nikotin ini dikhususkan untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas, tidak sedang hamil atau menyusui, dan bisa menyebabkan kecanduan.

Hengky
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply