Generasi X Y Z Sebagai Generasi Penerus Masa Depan

Apa yang membedakan generasi x, y, dan z? Apa yang spesial?

0
38
generasi x y z
Helena Lopes via Pexels

Beberapa waktu lalu, terjadi perdebatan perihal tingkatan generasi di dunia. Perdebatan tentang generasi X, Y, dan Z muncul setelah adanya Teori Generasi (Generation Theory) yang seakan berlomba-lomba mengklaim generasi mereka lah yang paling terbaik dari yang lain.

Sebenarnya, apa sih yang membedakan ketiga generasi tersebut dengan generasi baby boomer? Perdebatan itu masih belum menemukan jawaban terbaik. Kelompok masing-masing generasi tersebut tentulah mempunyai sudut pandang, pola pikir, serta karakteristik dalam hidup.

Agar kalian tidak merasa bingung dengan generasi ini, mari kenali perbedaan dan karakteristik dari ketiga generasi penerus masa depan ini!

Perbedaan Generasi X Y Z

Setiap generasi memiliki “waktu emas” nya masing-masing, tidak ada label yang harus nya diberikan oleh mereka karena pada akhirnya semua pun membutuhkan teknologi.

Walaupun, sebagian dari generasi ini tidak menjalani proses seperti generasi di atasnya. Perbedaan berikut akan memberikan kalian perbedaan tipis antara generasi x y dan z, seperti berikut ini.

1. Generasi X

Orang-orang yang lahir tahun 1965 sampai 1980 yang sekarang usianya sekitar 40-55 tahun. Mereka dapat mengklaim dirinya sebagai generasi X atau sebagai generasi yang melahirkan saksi hidup perkembangan teknologi pertama kali diciptakan.

Mereka tentu paham mengenai asal mula penggunaan PC (personal computer), games, digital television, dan internet. Generasi X lahir setelah generasi baby boomers berakhir, yang mana mereka tidak memiliki “identitas budaya” yang pasti.

Hal itulah yang membuat titik awal mengapa generasi ini dinamakan “Gen X”, karena menggambarkan karakteristik yang belum ditentukan. Dalam kata lain, mereka akan mengetahuinya dengan cara mereka sendiri.

2. Generasi Y

Generasi Y disebut dengan sebutan “milenium”. Mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga 1994 saat ini berumur 24-39 tahun adalah bagian dari proses revolusi teknologi.

Bahkan, teknologi merupakan bagian dari keseharian mereka, dari pekerjaan hingga sosial dilakukan dalam sebuah layar. Generasi Y berbeda dengan generasi X, Gen Y tidak merasakan krisis ekonomi dan tidak terlatih mandiri untuk mengejar persaingan antar manusia.

3. Generasi Z

Gen Z terkenal dengan iGeneration atau generasi internet. Mereka lahir dari tahun 1995 hingga 2010 saat ini berumur 5-24 tahun. Generasi ini hampir memiliki kesamaan dengan Gen Y yaitu melakukan semua kegiatan (multitasking) dalam satu waktu, seperti mengirim email, mendengarkan musik, dan mengecek sosial media.

Generasi ini menganggap dunia maya adalah segalanya. Mereka harus up to date terhadap trend dan teknologi karena sejak kecil sudah mengenal kecanggihan teknologi dan berpengaruh pada pertumbuhan mereka.

Karakterisik Generasi X Y Z

Lahir dan hidup di era revolusi yang berbeda tentu akan berpengaruh pada pola pikir saat bertumbuh menjadi dewasa. Karakteristik ini bukan menjadi patokan siapa yang paling benar atau paling baik, tetapi hanyalah gambaran umum kalau setiap generasi mempunyai kurang dan lebih nya masing-masing.

1. Generasi X

Generasi ini mampu beradaptasi dengan mudah dan memiliki karakter mandiri.

Karakteristik mereka mirip dengan generasi sebelumnya yaitu baby boomer. Mereka sangat pekerja keras untuk mendapatkan posisi, citra, dan status.

Jadi, terkadang mereka “perhitungan” jika menyangkut kinerja dan kontribusi pada perusahaan.

2. Generasi Y

Karakteristik generasi ini relatif tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi seperti lingkungan, ekonomi, dan sosial. Mereka mempunyai cara komunikasi yang baik, istilahnya friendly.

Pengguna yang mengandalkan segalanya pada sosial media dan cenderung reaktif jika ada perubahan di lingkungan sekitar.

3. Generasi Z

Gen Z yang lahir pada era digital. Jadi, mereka melakukan semua aktivitas dari hand phone dan sosial media.

Generasi ini sangat adaptif dengan perbedaan budaya dan orientasi seksual. Karena terbiasa multitasking, mereka mempunyai sifat responsif lebih cepat.

Mengenal kemudahan mengakses informasi sejak kecil, memberikan efek individualis dan serba instan. Mereka enggan menikmati proses hidup.

Ketiga generasi ini mempunyai sisi positif dan negatif yang tentunya bisa kita ambil sisi positif dan negatif nya dijadikan sebuah pelajaran untuk mewujudkan seseorang yang lebih baik lagi.

Leave a Reply