8 Hal Menarik dari Generasi Milenial yang Perlu Kamu Tau

Beberapa tahun mendatang, generasi milenial akan menjadi pemimpin dalam segala sektor kehidupan di dunia, khususnya Indonesia. Bonus demografi akan menjadi fenomena nyata yang dihadapi bersama dan disiapkan mulai dari sekarang.

Menanggapi hal itu, sepertinya menarik untuk mengulik info tentang generasi yang dekat dengan teknologi ini. Mulai dari minat terbesar mereka dalam hidup, bagaimana mereka merencanakan strategi untuk meraih mimpi, dan masih banyak aspek lain di kehidupan.

Dalam tulisan ini, kami akan coba sajikan hal-hal menarik apa saja yang bisa diambil dari kehadiran generasi muda satu ini. Langsung simak aja yuk.

1. Peduli isu sosial di sekitar, punya keinginan besar untuk bantu sesama

Kita bisa lihat sama-sama, bahwa begitu besar solidaritas yang ada pada generasi milenial. Tiap kali ada threadTwitter do your magic” pasti sebagian besar dari mereka berhasil viral dan akhirnya mendapat bantuan sesuai yang diharapkan. Itu baru salah satu.

Banyak juga kepedulian yang ditunjukkan dengan mengadakan donasi. Bisa lewat platform galang dana atau sosial media. Hal ini menunjukkan sisi empati yang begitu tinggi. Punya rasa peduli untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan.

2. Lebih suka menggunakan dompet digital ketimbang uang tunai

Sebanyak 59% milenial lebih suka bertransaksi menggunakan dompet digital. Praktis, tinggal isi ulang jika habis. Kirim terima barang juga bisa lebih mudah dan bisa diakses dari satu aplikasi. Plus, ada faktor lain yang membuat mereka cukup antusias.

Yakni banyaknya promo dan diskon yang ditawarkan oleh vendor dompet digital. Mulai dari makanan, tiket nonton, barang di marketplace, flash sale, dan masih banyak lagi. Hal ini membuat cashless lebih disukai selain karena kepraktisan yang dimiliki.

3. Tiada hari bagi generasi milenial tanpa mengakses internet

Data menunjukkan, milenial mampu menghabiskan 7 jam dalam sehari hanya untuk mengakses internet. Entah untuk urusan pekerjaan, sekolah, kuliah, atau hanya sekedar mengisi hiburan saja. Bisa lewat YouTube, Twitter, Instagram, dan yang lainnya.

Bisa juga karena makin banyak orang suka belanja online. Ini membuat seluruh aspek dalam ekonomi juga mau tidak mau harus online. Seperti pembayaran, marketing, produksi, website, dan sebagainya. Makin banyak perusahaan yang membangun asetnya di internet.

4. Suka eksplorasi dan bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus

Entah ini bagus atau tidak, namun jika dilihat dari sisi positif tentu bagus-bagus saja. Yakni suka eksplor banyak hal yang menarik baginya. Tentu akan membangkitkan semangat belajar yang sudah lama hilang terpendam tuntutan nilai bagus di sekolah.

Dan lagi, milenial juga jago dalam mengurus beberapa tugas sekaligus. Misalnya, saat milenial bekerja, jika ingin mendapatkan penghasilan tambahan, mereka bisa saja bekerja sambilan lewat freelance atau membangun usaha sampingan dengan dropship/reseller.

5. Tidak perlu punya barang, yang penting punya akses

Yaps, kebanyakan lebih suka menyewa daripada beli. Karena milenial berpikir jika mereka tak terlalu butuh saat itu juga, jadi lebih baik menyewa. Seperti misalkan, apartemen. Milenial lebih senang menyewa apartemen daripada harus membeli rumah langsung jadi.

Atau juga, milenial lebih suka pergi ke satu tempat menggunakan jasa ojek online. Dan mereka tak perlu membeli motor baru untuk keperluan transportasi. Bisa disimpulkan bahwa generasi milenial lebih peduli pada aksesnya, bukan barangnya.

6. Generasi milenial cenderung tidak tertarik ke dunia politik

Yaa, ini memang harus diakui. Sangat sedikit milenial yang berkecimpung di dunia politik. Ketertarikan mereka jauh lebih besar ke dunia kreatif dan bisnis untuk saat ini. Contohnya adalah film, teknologi (IT), olahraga, dan sebagainya.

Namun hal ini juga tak sepenuhnya bagus. Karena bagaimana pun juga, negara membutuhkan transisi untuk kepemimpinannya. Jadi tetap dibutuhkan peran serta dari milenial untuk meramaikan jagat politik dan membangunnya lebih baik lagi.

7. Tingkat loyalitas masih kalah ketimbang generasi sebelumnya

Nah, kalau poin ini sering terjadi di pekerjaan. Kebanyakan milenial sering dijuluki sebagai “kutu loncat” karena dengan mudahnya berpindah pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan yang baru. Bahkan dalam hitungan kurang dari 2 tahun.

Namun bukan tanpa alasan, bukan karena tak loyal juga, tapi lebih ke sifat milenial yang haus akan tantangan baru. Jika mereka sudah stuck dan merasa nyaman, justru itu merupakan sinyal untuk mulai mencari sumber belajar yang baru.

8. Generasi milenial sangat suka menyegarkan pikiran dengan liburan

Hal menarik lainnya adalah kesukaan generasi ini pada aktivitas jalan-jalan. Dalam setahun minimal 1 kali traveling ke luar kota. Aktivitas ini seringkali membuat milenial menjadi lebih lega, mampu mengurangi kadar stres, dan sebagai ajang untuk memberi apresiasi diri sendiri.

Biasanya, mereka liburan bareng-bareng bersama teman-teman lainnya. Ada yang khusus memotret, memecah suasana, sampai yang ngerokok melulu. Kalau kamu lagi di tempat yang gak boleh ngerokok, kamu tetep bisa kok merasakan sensasi nikotin tanpa asap dan bau. Yakni menggunakan VELO, kantong nikotin buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, cukup selipkan di antara bibir dan gusi atas, sensasinya bakal kerasa hingga setengah jam.

Nah, dengan hobi traveling-nya anak millenial ini, sektor pariwisata menjadi perhatian penuh bagi kementerian. Begitu banyak program yang dicanangkan, begitu banyak perbaikan yang dilakukan. Dengan ini juga cukup membantu para pelaku UKM di pariwisata, karena konsumen semakin meningkat.

Bagaimana, cukup menarik, ya? Seru rasanya untuk menunggu peran generasi milenial yang akan mengambil alih sektor kepemimpinan baik itu di pemerintahan, korporasi, hingga perusahaan-perusahaan start up yang sedang bertumbuh saat ini.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply