Wujudkan Generasi Emas Dengan Pendidikan Karakter

Bagaimana cara mempersiapkan generasi emas sebagai generasi penerus bangsa?

0
17
generasi emas
Emily Ranquiest via Pexels

Generasi emas memiliki hidup yang beruntung di abad 21, ketika teknologi serta kemudahan sudah berkembang sangat cepat. Seolah-olah semua dimudahkan oleh satu usapan pada layar handphone.

Perkembangan teknologi tidak lepas dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi di era abad 21 ini.

Hal ini sangat berbeda dengan generasi baby boomer.

Misalnya saja radikalisme, penyebaran pornografi yang meluas di internet, penggunaan gadget yang tidak bisa terkontrol, pelecehan seksual baik fisik maupun verbal secara langsung atau dari tautan di internet.

Masalah-masalah tersebut mendominasi kehidupan sehari-hari kita yang belum bisa terpecahkan.

Berita buruknya, generasi emas akan hidup berdampingan dengan masalah tersebut, dan pada tahun 2045 mereka menjadi pengganti era kepemimpinan di era tahun 2020.

Generasi selanjutnya diharapkan memiliki bekal yang cukup, karena menurut prediksi pada buku berjudul Mega Change 50 dari The Economist mengungkapkan bahwa Indonesia akan membuat negara maju dengan total pendapatan mencapai US $ 24.000 pada tahun 2050.

Prediksi tersebut berdasarkan potensi yang ada di Indonesia seperti sumber daya alam, lahan yang strategis di wilayah yang potensial, menjadi faktor prediksi tersebut.

Untuk membuktikan bahwa prediksi itu benar adanya, maka generasi selanjutnya harus memiliki pola pikir, karakter, dan pengembangan diri untuk mewujudkan mimpi Indonesia pada tahun 2045.

Pertanyaan pentingnya, seberapa siapkah mereka menghadapi berbagai peliknya permasalahan di era teknologi? Kami akan merangkum beberapa tips pengembangan diri, pola pikir, dan karakter sebagai bekal generasi selanjutnya.

Pengembangan Karakter Generasi Emas

Indonesia memiliki 240 juta jiwa yang akan meneruskan perjuangan pemimpin sebelumnya, maka mereka harus disiapkan untuk membentuk sumber daya manusia yang produktif dengan cara melibatkan pendidikan sebagai salah satu media untuk mempersiapkan mereka.

Pendidikan memiliki kontribusi yang besar untuk membangun bangsa yang hebat di segala bidang. 

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Muhammad Nuh menyampaikan aspek-aspek karakter terpenting yang harus diperkuat yaitu:

  1. Memperkuat kemampuan akademik melalui logika dan kejujuran
  2. Menumbuhkan semangat nasionalisme
  3. Meningkatkan sifat toleransi, perhatian, dan rasa hormat
  4. Memiliki nilai-nilai demokrasi
  5. Peka terhadap nilai keadilan dan penegakan hukum

Karakter merupakan bagian dari manusia untuk menguji kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan kesulitan (Kemo Kesra 2010:7). Jika memiliki karakter yang baik, maka akan berpengaruh pada kinerja seseorang dan bagaimana interaksi pada lingkungan sekitar.

Pendidikan Karakter Bangsa

Menurut Cronbach, 1977 mengatakan bahwa karakter bukanlah akumulasi dari kebiasaan atau ide, karakter sendiri didefinisikan sebagai salah satu aspek kepribadian yang menyangkut keyakinan, perasaan, dan tindakan.

Berbeda pendapat dengan Cronbach, Licknona (1992:37) berpendapat bahwa karakter melibatkan pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Maka berdasarkan teori Licknola tersebut, seseorang dianggap memiliki karakter yang baik apabila mereka memiliki minat pada hal-hal berikut:

  1. Memiliki minat pada hal-hal yang baik (moral feeling)
  2. Melakukan perbuatan baik (moral action)
  3. Mengetahui hal-hal baik (moral knowledge).

Ketiga elemen tersebut akan membentuk seseorang untuk memiliki kebiasaan yang baik dalam berpikir, berperasaan, dan bertindak terhadap Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, sesama, lingkungan, dan bangsanya.

Sebagai unsur-unsur penting dalam menentukan kekuatan bangsa, karakter tersebut harus ditanamkan kepada generasi muda sebagai generasi emas abad 21. 

Pendidikan karakter sangat penting bagi mereka, oleh karena itu konsep pendidikan karakter mencakup:

  1. Karakter tidak bisa diajarkan melalui program atau pendidikan saja, tetapi merupakan sebuah pembinaan kebiasaan. Seperti menginternalisasi nilai-nilai, memilih pilihan yang baik, melakukannya hingga membentuk kebiasaan, dan memberi contoh pada sekitar.
  2. Mendidik karakter pada remaja harus melibatkan situasi dan kondisi psikis serta fisik remaja
  3. Beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi situasi pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran
  4. Pendidikan karakter adalah proses yang tidak pernah berakhir.

Mereka harus menerapkan pendidikan karakter yang sudah dijelaskan di atas supaya siap memimpin Indonesia yang lebih maju lagi.

Leave a Reply