Fakta Keindahan Gunung Semeru, Favorit Bagi Pendaki

Bagi pendaki, keindahan Gunung Semeru merupakan sesuatu yang tidak bisa terbayarkan oleh uang. Gunung yang menjadi salah satu tempat pendakian wajib bagi kalangan pendaki ini terkenal oleh keindahan ranu kumbolo dan legenda yang memukau. Selain itu, Gunung Semeru juga menjadi Gunung tertinggi di Jawa dengan puncaknya yang terkenal dengan nama Mahameru dan danau Ranu Kumbolo.  Gunung Semeru mencapai ketinggian hingga 3.676 mdpl loh. 

Keindahan Gunung Semeru sudah tidak bisa diragukan lagi, bahkan masuk ke dalam lagu Dewa 19 berjudul “Mahameru” yang menceritakan tentang puncak abadi nya para dewa. Menurut legenda, Gunung Semeru berkaitan dengan dewa-dewa di mitologi Hindu. Maka dari itu, Gunung ini sangat spesial bagi pendaki. 

Selain cerita mitologi nya yang selalu bikin penasaran, ada lima fakta lainnya mengenai keindahan Gunung Semeru yang perlu kamu ketahui nih, sebelum mempersiapkan diri mendaki Gunung tertinggi di pulau Jawa. 

1. Gunung Semeru Menjadi Anggota Seven Summit di Indonesia 

Tahukah kamu arti dari Seven Summits? Istilah ini digunakan untuk menyebutkan urutan puncak tertinggi di dunia yang berarti Gunung Semeru termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di Indonesia, salah satunya ada Puncak Cartenz di Pulau Papua. 

Pada daftar Seven Summits di Indonesia, Gunung Semeru berada di posisi ke empat setelah Puncak Cartenz, Gunung Rinjani dan Gunung Kerinci. Sedangkan Gunung Latimohing, Gunung Bukit Raya, dan Gunung Binaiya berada pada tiga urutan lainnya. 

2. Gunung Semeru Dibawa Oleh Dewa 

Bagi para pendaki, mitologi yang membayang-bayangi Gunung Semeru bukanlah suatu hal yang tabu lagi. Konon, menurut kepercayaan di Pulau Jawa yang tertulis pada Kitab Jawa Kuno yang berasal dari Zaman Majapahit bernama Tantu Pagelaran, Semeru diangkat oleh para Dewa dari India untuk menyeimbangkan Pulau Jawa yang pada dulunya terombang-ambing di lautan luas karena kepindahan Gunung Meru.  

3. Hubungan Semeru dengan Gunung Agung 

Ternyata, Semeru memiliki hubungan dengan Gunung Agung yang dianggap sebagai Gunung suci di Bali. Seperti yang sudah disebutkan bahwa Semeru berkaitan dengan masyarakat Hindu. Mereka percaya bahwa Gunung Semeru adalah bapak dari Gunung Agung. Hal ini dibuktikan dengan rutinnya masyarakat Hindu di Bali yang melaksanakan upacara adat di Semeru beberapa tahun sekali, ketika mereka merasakan atau mendengar adanya suara gaib dari dewa Gunung Semeru. 

4. Kalimati Sebagai Batas Pendakian 

Taman Nasional Gunung Bromo membuat aturan bagi pendaki untuk menyelesaikan pendakian hanya sampai Kalimati saja sebagai batas aman pendakian ke Gunung Semeru. Aturan ini dibuat karena jika mendaki sampai puncak, akan berisiko tinggi terhadap keselamatan mereka. Sebenarnya peraturan ini juga berlaku di Gunung Merapi, ketika pendaki diminta untuk mendaki hanya Pasar Bubrah.  

Meskipun banyak pendaki yang merasa belum menyelesaikan pendakian jika belum sampai ke puncak Mahameru, semua pilihan ada di kamu. Tapi, sebaiknya kamu menaati peraturan yang berlaku. 

5. Hamparan Bunga Yang Mirip Dengan Lavender 

Saat kamu menuju ke Oro-Oro Ombo, kamu akan menemukan hamparan bunga berwarna ungu yang mirip dengan lavender. Namun, ternyata bunga tersebut bernama Verbena yang memiliki efek negatif pada ekosistem di sekitar Gunung. Oleh karena itu, Taman Nasional Gunung Bromo sangat menyarankan pendaki untuk memetiknya. Jadi, bunga Verbena ini bisa jadi saksi perjalanan kamu ke Semeru nih! 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply