5 Fakta Generasi Milenial yang Unik dan Suka Eksplorasi

Ada banyak sekali fakta dari generasi milenial yang bisa diungkapkan. Mulai dari kesenangan mereka dalam belajar dan berkarya, apa yang menjadi prioritas ketika bekerja, hal apa yang membuat mereka terus bergerak.

Bisa juga tentang bagaimana mereka bersikap di lingkungan sosial. Apa yang menjadi keinginan mereka untuk orang-orang di sekitarnya, dan masih banyak lagi. Intinya, akan ada banyak fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui.

Apa sajakah itu? Mari kita mulai.

1. Ada fakta bahwa generasi milenial lebih rentan gemuk

Menurut riset yang dilakukan oleh Cancer Research dari Inggris, tercatat ada 70% dari generasi milenial yang berpotensi mengalami kegemukan di usia muda. Terhitung pada usia 35-45 tahun, mereka lebih rentan gemuk.

Hal ini disebabkan karena banyak dari kita ingin diet, namun tidak konsisten saat menjalaninya. Maka terjadilah ketidakstabilan nafsu makan yang memicu pada aktivitas makan berlebihan saat mengalami lapar yang luar biasa.

2. Karena pendidikan lebih tinggi, milenial jauh lebih kritis

Pendidikan bagi generasi milenial adalah hal yang berharga, dan ini fakta. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memang tak banyak mengenyam pendidikan. Namun sekarang, pendidikan (terutama untuk jenjang perguruan tinggi) lebih mudah diakses.

Banyak sekali program beasiswa yang bisa dimanfaatkan untuk menjalani pendidikan tanpa membayar biaya lagi. Hal inilah yang meningkatkan tingkat kecerdasan generasi milenial dan membuat mereka jadi lebih kritis dalam hal apapun.

3. Suka berbagi, dermawan, dan peduli lingkungan

Adalah fakta jika generasi milenial senang melakukan galang dana untuk orang-orang yang sedang butuh bantuan. Terlebih sekarang juga banyak platform yang bisa digunakan untuk menggalang dana tersebut, baik yang resmi maupun lewat sosial media.

Selain gemar membantu orang lain, milenial juga termasuk orang yang peduli pada lingkungan. Teknologi hemat energi, makanan organik, transportasi ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik, dll; merupakan bentuk kepedulian yang terlihat saat ini.

4. Punya sifat perfeksionis yang berujung pada kebiasaan menunda

Satu hal yang merupakan fakta namun bisa mendatangkan hal negatif bagi generasi milenial. Yakni sifat perfeksionis. Sifat ini memang bagus untuk menghasilkan karya yang benar-benar sempurna, tanpa ada kurang suatu apapun.

Namun jika sifat ini terus-terusan ada, bisa jadi malah karya tersebut tak akan pernah selesai. Karena, sifat ini akan memicu orang untuk mencari timing yang tepat, kondisi yang sesuai mood, dan pada akhirnya; pekerjaan yang seharusnya dimulai, malah ditunda-tunda.

Semakin ditunda, semakin stress. Akhirnya lari ke kegiatan nongkrong dan merokok. Tapi gimana kalo lagi nongkrong di tempat yang gak bisa merokok? Ada kok cara baru menikmati sensasi nikotin tanpa harus berkutat dengan asap dan bau tembakau. Yakni menggunakan VELO, kantong nikotin untuk kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, cukup diselipkan di antara bibir dan gusi bagian atas.

5. Lebih independen dan punya ketertarikan untuk jadi pengusaha

Seakan-akan, gelar wirausaha menjadi hal prestis yang diperebutkan oleh banyak anak muda. Perasaan lega ketika menjadi bos bagi dirinya sendiri itulah yang dicari. Tidak suka diatur, namun mengedepankan kreativitas dan arahan dari mentor.

Keinginan untuk menjadi pengusaha ini juga tak lepas dari sifat milenial yang ingin membantu orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mendirikan startup yang diharapkan bisa menjadi media untuk menyelesaikan masalah-masalah di sekitarnya.

Nah, itulah beberapa fakta generasi milenial yang mungkin sangat dekat dengan kita namun jarang kita sadari. Terlebih untuk poin nomor 4, tentang sikap perfeksionis. Kalau dipikir-pikir, sikap tersebut akan membawa kita pada kebiasaan menunda.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply