Fakta Feminisme Liberal dalam 3 Abad yang Berbeda

Feminisme merupakan sebuah pemikiran dan gerakan yang muncul untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan.

Salah satu aliran feminisme yang paling populer adalah feminisme liberal. Dasar pemikiran yang dibangun oleh aliran feminisme yang lahir pada abad ke-18 ini adalah penekanan tentang posisi, hak, dan kesempatan yang didapat oleh kaum perempuan dan laki-laki adalah sama atau setara di berbagai bidang kehidupan.

Sejak feminisme liberal lahir di abad ke-18 tulisan berjudul A Vindication of the Right of Women (1759-1799) oleh Mary Wollstonecrat, paham dan gerakan feminisme yang satu ini terus mengalami perkembangan dari abad ke abad.

Jika kamu tertarik dengan paham feminisme liberal, sebaiknya kamu mengetahui sejarah dan perkembangannya terlebih dahulu, yuk kita bahas dalam artikel di bawah ini!

Feminisme liberal di abad ke-18

Dalam karyanya A Vindication of the Right of Women, Mary Wollstonecraft mendeskripsikan kondisi perempuan Eropa yang saat itu mendapat kekangan serta tidak diizinkan menjadi bagian dari pasar tenaga kerja. Para perempuan tersebut hanya dituntut untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga. 

Sebaliknya, kaum laki-laki mendapat kebebasan yang besar, baik untuk mengembangkan diri melalui pendidikan, hingga meniti karir. Sementara menurut Mary Wollstonecraft, jika kesempatan yang sama diberikan kepada kaum perempuan, mereka pun dapat mengembangkan diri dengan optimal.

Selain pembagian tersebut, dalam bukunya, Mary Wollestonecraft juga melakukan kritik terhadap novel yang ditulis oleh Jean Jacques Rosseau, di mana novel tersebut menunjukkan cerita yang membedakan antara pendidikan kaum laki-laki dan kaum perempuan. 

Dalam novel yang dikritik disebutkan bahwa pendidikan kaum laki-laki lebih cenderung memberi penekanan pada rasionalitas, seperti ilmu sosial dan humaniora serta ilmu alamiah, karena mereka dianggap sebagai pemimpin keluarga.

Sebaliknya, pendidikan kaum perempuan lebih cenderung pada penekanan yang berkaitan dengan emosi, seperti seni dan puisi karena perempuan dianggap sebagai sosok dalam keluarga yang harus memberi perhatian dan pengertian kepada anggota keluarga yang lain.

Feminisme liberal di abad ke-19

Tepat satu abad setelah Mary Wollstonecraft melakukan berbagai kritik yang berkaitan dengan kesetaraan gender, terutama penindasan terhadap perempuan, 

J S Mill dan Harriet Tailor Mill pun muncul dan menyatakan sikap setuju dan sejalan mereka terhadap kritikan serta paham yang dianut oleh Mary Wollstonecraft.

Lebih jauh, mereka memberi penekanan bahwa kaum perempuan dan laki-laki harus diberikan kesempatan yang sama dalam pendidikan. Bukan hanya itu, kaum perempuan juga harus mendapat kesempatan untuk membangun peran dalam sistem ekonomi bahkan mendapatkan hak-hak sipil seperti hak menyatakan pendapat.

Feminisme liberal pada abad ke-20

Selanjutnya, perkembangan feminisme liberal dapat kita lihat di abad ke-20. 

Betty Frieden, seorang penulis buku berjudul The Feminist Mistique menjelaskan bagaimana pandangannya terhadap perempuan yang merupakan bagian dari keluarga ekonomi menengah.

Menurut Betty, kaum perempuan ekonomi menengah yang berperan sebagai ibu rumah tangga kerap mengalami kejenuhan dan perasaan hampa. Untuk mengatasi perasaan tersebut, mereka melakukan pelarian dengan mmepercantik diri, berjalan-jalan dan berbelanja, mencari tahu bagaimana cara memuaskan suami, dan sebagainya.

Dari masalah tersebut, Betty menawarkan jalan keluar agar kaum perempuan diberi kesempatan bersekolah dan meniti karir. Karena menurutnya, urusan pekerjaan profesional dan urusan rumah tangga dapat berjalan beriringan.

Namun dua puluh tahun setelah itu, Betty kembali menulis buku berjudul The Second Stage di mana ia menyadari bahwa berkarir sekaligus mengurus rumah tangga adalah hal yang sulit dilakukan.

Oleh karena itu, kali ini jalan keluar yang ditawarkan adalah bahkan laki-laki dan perempuan harus saling bekerja sama. Perempuan bisa berkarir, namun laki-laki pun tidak boleh lepas tangan dari urusan rumah tangga.

Demikian perkembangan feminisme liberal dari abad ke abad. Semoga artikel ini membantu!

Related Articles

Leave a Reply