Downhill Mountain Bike: 3 Tips Yang Memacu Adrenalin!

Downhill mountain bike didefinisikan sebagai pertandingan “Formula 1” untuk bersepeda di gunung. Aktivitas ini memang yang paling spektakuler dan mengasyikan di antara aktivitas bersepeda lainnya. 

Biasanya, downhill mountain bike akan membutuhkan kemampuan yang baik, seperti teknik, pengetahuan tentang mesin dan kekuatan atletik. Sama seperti mountain bike, lebih baik kamu simak terlebih dahulu 10 tips berikut agar terhindar dari cedera, dan mendapatkan pengalaman yang tidak terduga! 

Sejarah Awal Downhill Mountain Bike 

Pada awal tahun 1970-an, para pionir sepeda gunung mulai menjatuhkan diri ke bawah bukit dengan sepeda bergaya cruiser yang dimodifikasi. Kemudian di tahun 90-an, sejak kemunculan dual-crown forks dan desain suspensi yang semakin canggih, membuat perbedaan signifikan antara sepeda gunung dan sepeda biasa. 

Kepopuleran sepeda gunung membawa aktifitas ini ke kejuaraan dunia di UCI Mountain Bike yang pertama kali diadakan pada tahun 1990 di Durango, Colorado. Sedangkan kejuaraan pertama di Eropa berlangsung pada tahun 1991 di Italia. 

Setelah 30 tahun, downhill mountain telah banyak perubahan, mulai dari sepeda, style bersepeda, dan jalur trek yang dilewati. Namun, hanya satu yang tidak pernah berubah yaitu adrenalin yang mengalir bebas melalui pembuluh darah kamu setiap kali melewati trek dengan turunan tajam dengan kecepatan penuh di hutan. 

3 Tips Memacu Adrenalin Saat Downhill Mountain Bike 

Tips memacu adrenalin dimulai dari dasar, yaitu mulai dari jenis sepeda, posisi tubuh di sepeda, penggunaan rem hingga cara berlatih sebelum bersepeda. Ikuti beberapa tips di bawah sebelum memulai bersepeda di gunung. 

1. Pengaturan Mountain Baik Untuk Berkendara di Jalan Menurun 

Sebelum kamu mulai berlatih menuruni bukit, kamu perlu mengetahui pemahaman dasar tentang rig, pada sepeda khusus DownHill. 

Pemahaman yang harus kamu mengerti seperti ukurannya, tekanan ban, pengaturan suspensi, pengaturan setang, tuas rem, dan pemindah transmisi. Semua aspek tersebut harus disesuaikan dengan proporsi dan berat pengendara, gaya berkendara dan kondisi lintasan trek yang dipilih. 

2. Posisi Tubuh di Mountain Bike 

Posisi tubuh yang baik saat bersepeda sangatlah penting, apalagi berkendara menggunakan mountain bike atau sepeda gunung. Kamu harus memperhatikan posisi tubuh saat bersepeda di jalan menurun. 

Saat berada di turunan, posisi tubuh pengendara yang baik membutuhkan style berdiri dengan posisi terpusat pada sepeda, melihat ke depan dengan siku terbuka, tumit yang rendah dan lutut sedikit ditekuk. 

Jika kamu melakukan hal tersebut, kamu akan terhindar dari cedera dan semakin mahir bersepeda di jalan turunan. 

3. Jaga Mata Untuk Tetap Lurus Ke Depan 

Selalu melihat ke depan adalah aturan nomor satu dalam bersepeda di gunung. Karena, ini akan mengantisipasi kamu melihat jalur dan bereaksi lebih cepat jika mendapatkan trek yang rumit. 

Cobalah untuk membiasakan diri melihat jarak 3-6 meter ke depan, jika tidak kamu hanya memperlambat pengendara dibelakang kamu. 

Selain itu, kamu juga harus memiliki keterampilan membaca medan yang baik. Namun, hal itu dapat dilakukan ketika kamu sudah memiliki pengalaman bersepeda di gunung. 

Setelah kamu mengikuti 3 tips di atas, cobalah untuk mempraktikkan langkah demi langkah dengan teknik yang sudah dijelaskan di atas. Tips ini bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan diri dalam bersepeda saat menuruni turunan bukit curam dengan perasaan bahagia dan menyenangkan. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply