Dengan Pertanyaan Sederhana dari Posesif Meter, Kenali Apakah Kamu Posesif Atau Tidak!

Istilah posesif sering disalah-artikan sebagai perasaan yang terlalu sayang. Padahal posesif sendiri mengandung makna negatif lho!

Istilah posesif menunjukkan adanya sikap yang berlebihan yang dilakukan oleh seseorang terhadap pasangannya. Beberapa bentuk tindakan posesif contohnya adalah terlalu cemburu, terlalu mengatur, terlalu curiga, terlalu mengendalikan, terlalu ikut campur, dan berbagai jenis “terlalu” lainnya. Ingat, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan memberikan hasil yang kurang baik. 

Jika kamu memiliki sikap yang posesif, belajarlah untuk mengurangi sikap tersebut dengan mencari tahu apa “obatnya”. Sebaliknya, jika dalam hubungan ternyata pasangan kamulah yang posesif, bicarakanlah hal tersebut pelan-pelan dan dengan bahasa yang baik. Hal ini penting karena jika sikap posesif dibiarkan terus menerus, hubunganmu akan menjadi hubungan toxic yang bisa menjadi bencana bagimu dan pasangan.

Sanking seringnya istilah posesif ini muncul, di internet mulai bertebaran berbagai tes yang memberikan gambaran kasar tentang skor sikap posesif yang ada di dalam dirimu. Tes ini disebut dengan posesif meter.

Tahukah kamu film Posesif yang diperankan Adipati Dolken beberapa tahun silam? Saat film tersebut rilis, istilah posesif meter pun semakin naik daun. Hal ini dikarenakan adanya pemberitaan berbagai media tentang Adipati Dolken yang mencoba tes tingkat posesif-nya dengan posesif meter dan mengaku bahwa skor posesif-nya mencapai angka 60%. Wah, cukup tinggi ya! Rasanya ia memang merupakan orang yang tepat untuk memerankan film Posesif tersebut.

Sebenarnya bagaimana sih gambaran pertanyaan-pertanyaan posesif meter tersebut? Yuk, langsung aja kita cari tahu dalam artikel di bawah ini!

Apa yang kamu lakukan saat pasanganmu bertemu dengan mantan?

Dalam sebuah hubungan, cerita tentang mantan kerap menjadi hal yang dipermasalahkan. Rasanya memang wajar jika memori tentang orang yang pernah mengisi hari-hari di hidup kita ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur apakah seseorang cukup posesif atau tidak.

Nah, saat pasangan bertemu dengan mantannya, kamu mungkin memilih salah satu dari 4 reaksi ini:

  • Kesal karena tidak terima pasanganmu masih menyapa mantannya.
  • Memastikan apakah itu mantan yang pernah ia ceritakan padamu.
  • Kenalin mantanmu ke aku dong!”
  • No comment

Mana reaksimu? Jika yang pertama, berarti kamu cukup posesif!

Dalam sehari, berapa kali biasanya kamu menghubungi sang kekasih?

Ada orang yang terus-menerus menghubungi pasangannya, tidak peduli itu saat jam sibuk kerja atau tidak. Sebaliknya, ada orang yang menghubungi pasangannya seperlunya saja. Untuk pertanyaan ini, kamu bisa memilih opsi jawaban ini:

  • Tiap saat, tidak peduli kapanpun.
  • Jika tidak sedang sibuk saja
  • Hanya di malam hari saat semua aktivitas kerja sudah selesai
  • Pagi dan malam untuk mengawali dan mengakhiri hari

Jika kamu menghubunginya tiap jam, menit, detik, kamu tahu siapa yang posesif!

Jika pasanganmu ingin pergi dengan temannya, kamu ngapain?

Ada orang yang membebaskan pasangannya pergi dengan siapapun, ada yang selalu ingin nempel dengan pasangannya. Coba pilih beberapa opsi reaksi di bawah ini:

  • Aku harus ikut!
  • Kamu memutuskan untuk memantaunya dari kejauhan
  • Membebaskannya ingin pergi dengan siapapun
  • Tidak peduli sama sekali

Nah, jika kamu memilih opsi 1, kamu tahu dong seberapa posesif dirimu!

Apakah kamu tahu password media sosial pasanganmu?

Seorang yang posesif, selain bertindak mengendalikan pasangan, ia juga selalu ingin ikut campur pada urusan pasangan dan kerap meniadakan privasi hidup pasangannya. 

Pilihlah beberapa jawaban berikut untuk pertanyaan yang satu ini:

  • Aku tahu semua password media sosialnya
  • Aku hanya tahu password HP
  • Aku tahu password beberapa media sosialnya
  • Tidak tahu sama sekali

Jika pilihanmu jatuh pada poin 1, berarti bisa dibilang kamu posesif! Kurang-kurangin ya!

Nah, daripada kamu pusing mengembangkan sifat posesif yang jelas-jelas kurang baik, ambillah waktu santai sejenak. Jangan lupa bawa VELO untuk menemanimu!

Related Articles

Leave a Reply