Manfaat Daun Mint dan Cara Mengolahnya Untuk Pengobatan Hingga Kecantikan

Mentha atau yang lebih umum disebut daun mint termasuk salah satu tumbuhan komoditas yang paling dibutuhkan oleh industri. Bagaimana tidak, khasiat dan kegunaan tumbuhan ini nyatanya memang sangat luas, mulai dari bahan pangan, obat-obatan, kosmetik, dan bisa juga untuk sarana terapi.

Sampai saat ini, tumbuhan mint sudah dikenali memiliki sekitar 25 spesies berbeda. Sebagian besar banyak ditanam di Eropa, seperti jenis peppermint, apple mint, spearmint, pennyroyal eropa, dan field mint.

Daunt mint memiliki ciri khas rasa pedas dengan sensasi dingin yang menyegarkan. Di dalamnya terkandung antioksidan kuat dan kaya akan nutrisi, sehingga tumbuhan ini bisa diolah untuk berbagai keperluan. Berikut berbagai manfaat dan cara mengolah daun mint:

Manfaat Daun Mint: Menghilangkan Stres Hingga Mengatasi Jerawat

Mint
Source: Josefin via Unsplash

Kandungan mentol di dalam daun mint memiliki efek melemaskan otot sehingga akan sangat membantu dalam menghilangkan stres.

Terlebih, ketika otot rileks, tidur pun akan lebih nyenyak. Meminum secangkir teh peppermint pada malam hari bisa membantu tidur lebih nyenyak pada penderita insomnia.

Selain memiliki efek sedatif, mentol juga bersifat antiseptik dan antibakteri yang dapat membantu melawan penyakit.

Bahan-bahan seperti ini sangat efektif untuk membersihkan kuman penyebab bau mulut, maka tak heran jika daun mint sering digunakan dalam produk-produk pasta gigi.

Dibanding rempah lainnya, daun mint termasuk rempah dengan antioksidan yang cukup kuat. Kandungan antioksidan ini berperan aktif untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif, yaitu kerusakan sel tubuh akibat paparan radikal bebas.

Untuk jenis peppermint, terdapat antioksidan alkohol perillyl yang diyakini mampu menghentikan pembentukan atau penyebaran kanker.

Peppermint juga mengandung antioksidan lain berupa asam rosmarinic, yang dapat membantu mencegah hingga mengobati alergi-alergi tertentu.

Mengonsumsi peppermint segar bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Hal ini karena peppermint mengandung senyawa yang bertindak sebagai karminatif, jenis obat untuk meredakan kembung dengan mengeluarkan gas dari saluran pencernaan serta gejala-gejala gangguan sistem pencernaan lainnya.

Manfaat daun mint juga datang dari aromanya yang menyegarkan. Menghirup aroma minyak esensial daun mint dipercaya mampu meningkatkan kualitas fungsi otak.

Efeknya berpengaruh pada tingkat kewaspadaan, penurunan tingkat frustasi, kecemasan, dan kelelahan.

Sebuah penelitian mengungkapkan, orang yang mengonsumsi permen karet dari bahan utama daun mint memiliki retensi memori dan kewaspadaan mental yang lebih baik dibanding mereka yang tidak.

Dengan demikian, jika kamu memiliki daya ingat yang kurang baik, daun mint bisa dijadikan solusi untuk meningkatkan kemampuan memori.

Kemudian, yang tidak kalah menarik adalah manfaatnya untuk kecantikan kulit wajah. Daun mint mengandung salicylic acid, asam yang bersifat iritan lokal yang akan membantu membersihkan pori-pori tersumbat penyebab timbulnya jerawat.

Kandungan senyawa di dalamnya juga dapat mengangkat sel kulit mati sehingga permukaan kulit akan menjadi lebih halus.

Dibalik semua manfaat itu, ada beberapa kondisi yang perlu diberi perhatian khusus. Pertama, orang yang memiliki gangguan GERD atau penyakit asam lambung bisa mengalami gejala yang lebih parah jika mengonsumsi daun mint.

Sebaiknya berhati-hati jika terasa mual setelah mengonsumsi daun mint, karena bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Kedua, perlu diingat bahwa minyak esensial peppermint bisa menjadi racun jika digunakan berlebihan. Hindari mengoleskan minyak ini ke wajah bayi atau anak-anak karena berpotensi menimbulkan kejang akibat reaksi alergi yang ditimbulkan.

Cara Mengolah Daun Mint

Untuk mendapatkan beragam manfaatnya, kamu bisa mengolah daun mint dengan bermacam-macam cara pula. Entah itu direbus, digiling halus, atau langsung dimakan mentah tanpa diolah terlebih dulu. Berikut panduannya:

Teh Daun Mint

Mint
Source: Sebastian Sammer via Unsplash

Bahan:

  1. 10-15 lembar daun mint segar
  2. 500 ml air bersih
  3. Gula atau pemanis tambahan (opsional)
  4. Lemon/jeruk nipis (opsional)

Cara pembuatan:

  1. Bilas bersih daun min di bawah air yang mengalir. Kemudian, potong-potong lembaran daun agar aroma dan saripatinya lebih mudah keluar.
  2. Masak air hingga mendidih.
  3. Sambil menunggu air matang, siapkan teko teh atau french press dan masukkan potongan-potongan daun mint ke dalam wadah tersebut.
  4. Tuangkan air yang sudah mendidih ke dalam wadah. Kemudian, tunggu selama kurang lebih 5 menit.
  5. Buang daun mint jika rasa dan aromanya dirasa sudah cukup sesuai. Tapi, jika kamu lebih suka rasa dan aroma yang kuat, biarkan di dalam wadah.
  6. Tuangkan teh mint ke dalam cangkir.
  7. Tambahkan bahan-bahan lainnya seperti gula atau perasan lemon/jeruk nipis, lalu, aduk merata (opsional).

Infused Water

Source: Joanna Kosinska via Unsplash

Bahan: 

  1. Segenggam daun mint segar.
  2. 1 liter air mineral.
  3. 3-5 buah potongan lemon atau strawberry.

Cara pembuatan: 

  1. Cuci bersih daun mint.
  2. Remas atau robek daun mint, kemudian masukkan ke dalam botol minum bersamaan dengan 1 liter air mineral.
  3. Masukkan potongan buah lemon atau strawberry (opsional).
  4. Simpan di dalam kulkas selama 6-12 jam.

Jus

Source: Neha Deshmukh via Unsplash

Bahan: 

  1. Segenggam daun mint (untuk 1 porsi).
  2. Seikat daun ketumbar.
  3. 1 gelas air.
  4. ¼ sendok makan garam dan ¼ sendok makan lada hitam.
  5. ½ gelas perasan lemon.

Cara pembuatan:

  1. Giling daun min, daun ketumbar, garam, lada hitam, dan segelas air menggunakan blender sampai teksturnya cukup halus.
  2. Masukkan perasan lemon ke dalam blender, kemudian giling sekali lagi.
  3. Tuangkan jus min ke dalam gelas.

Masker

Source: Jan Sedivy via Unsplash

Bahan: 

  1. Daun mint segar secukupnya.

Cara pembuatan: 

  1. Cuci bersih daun min untuk menghilangkan kotoran dan debu.
  2. Tumbuk daun min sampai halus kemudian sisihkan ke dalam wadah. Bisa juga ditambahkan ekstrak air mawar atau perasan lemon.
  3. Cuci wajah dengan air, lalu, aplikasikan daun min pada kulit wajah selama 30 menit. Bilas wajah setelahnya.

Salad

Source: Thomas Rehehauser via Unsplash

Bahan: 

  1. Daun selada merah secukupnya.
  2. Potongan tomat ceri secukupnya.
  3. 2 sendok makan minyak zaitun.
  4. Perasan buah lemon atau jeruk kalamansi secukupnya.
  5. 10 lembar daun mint yang sudah dicincang.
  6. 3 sendok makan madu.
  7. Cabai bubuk atau lada hitam (sesuai selera).

Cara pembuatan:

  1. Campurkan minyak zaitun, air lemon, daun min, tomat ceri, madu, dan serbuk lada atau cabai dalam sebuah wadah.
  2. Simpan di dalam kulkas selama 60 menit.
  3. Susun selada merah di piring, tuangkan semua bahan diatasnya.

Nah, sekarang kamu tinggal mencobanya sendiri di rumah. Resep dan cara pengolahan di atas bisa diimprovisasi sesuai selera atau kebutuhan. Dan jangan lupa, kita masih akan kembali lagi dengan berbagai informasi terbaru yang tidak kalah menarik untuk kamu simak.

Ikuti terus perkembangannya bersama VELO, kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang menawarkan cara baru menikmati nikotin yang lebih praktis, kapan saja dan dimana saja.

Tidak menimbulkan asap sehingga kamu tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Bahkan di sela-sela aktivitasmu yang padat, kamu tetap bisa bebas menikmati kantong nikotin ini.

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply