Ciri Khas Kebaya Bali Yang Bikin Setiap Wanita Cantik!

Kebaya Bali selalu menjadi pusat perhatian wisatawan lokal dan internasional. Setiap wanita yang mengenakan kebaya Bali akan memancarkan aura yang berbeda, sehingga banyak yang ingin mengetahui mengenai filosofi yang terkandung pada kebaya.

Sebagai salah satu pakaian adat Bali dengan nilai kebudayaan dan tradisional yang tinggi, ternyata kebaya yang sering dikenakan di berbagai acara ini memiliki makna yang tinggi, padahal jika dilihat sekilas, terlihat mirip dengan kebaya yang ada di Jawa bukan? Walau terlihat sama, beberapa hal berikut yang membedakannya:

Ciri Khas Kebaya Bali

Pakaian adat Bali yang biasanya sering digunakan oleh wanita terdiri dari:

–  Gelung atau sanggul

–  Sesenteng atau kemben songket

–  Kain wastra

–  Sabuk prada atau stagen yang dipakai antara pinggul dan dada

–  Selendang songket dari bahu hingga bawah

–  Kain tapih

–  Dilengkapi dengan ornamen perhiasan lainnya.

–  Kain penutup dada

–  Alas kaki

Kelengkapan tersebut tidak hanya busana biasa bagi masyarakat Bali, namun memiliki filosofi dan tujuan untuk memelihara, menjaga, berbudi pekerti luhur dan membuat siapapun yang mengenakan pakaian adat Bali merasa percaya diri dan sopan.

Aturan Berbusana Kebaya Bali

Selain menonjolkan nilai-nilai adat istiadat Bali, penggunaan busana kebaya di Bali juga memiliki aturan yang harus dipatuhi, seperti harus memprioritaskan kerapian dan keindahan. Terutama bagi perempuan, yang harus memperhatikan kerapian rambut, dan harus disanggul jika sudah menikah. Tidak kalah pentingnya lagi, kebaya yang digunakan harus asli produk lokal dari Bali, tidak bisa dari online shop atau kota lainnya.

Setiap hari kamis dan hari raya masyarakat Hindu, pemerintah mewajibkan masyarakatnya untuk memakai pakaian adat Bali, baik laki-laki ataupun perempuan. Adapun bagi perempuan, harus memakai kebaya dengan motif Kartini, sedangkan bagi laki-laki memakai kemeja Endek dengan kerah. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menerapkan kebudayaan dan adat istiadat Bali di kehidupan sehari-hari, agar turut andil dalam melestarikan kebudayaan berbusana adat.

Filosofi Busana Adat Bali

Kentalnya budaya di Bali membuat setiap halnya memiliki filosofi yang menarik untuk dipelajari. Sama seperti berbusana adat di Bali dengan mempunyai makna Bhuana Alit yaitu untuk membungkus badan manusia atau berupa ungkapan seperti “suci itu indah, tapi jika indah belum tentu suci”.

Selendang

Salah satu filosofi pada kelengkapan selendang pada kebaya yang dikenakan wanita, dengan arti sebagai pengendalian emosi, karena selendang dipakai di bagian perut, tempat dimana semua emosi berkumpul maka dari itu selendang harus diikat sebagai simbol pengendalian emosi.

Kerapian Rambut

Sedangkan yang paling penting adalah bagaimana perempuan merapikan rambutnya. Karena, kerapian rambut akan mendefinisikan mengenai status perempuan tersebut. Tentu, kamu akan mudah membedakannya, jika rambut perempuan di Bali disanggul menggunakan pusung tagel, berarti mereka sudah dewasa dan akan menikah. Sedangkan untuk perempuan lajang mengenakan pusung gonjer.

Warna Kebaya Bali

Pemilihan warna kebaya di Bali identik dengan warna cerah. Hal ini dilakukan karena memiliki filosofi untuk menggambarkan keanggunan dan kecerian perempuan di Bali. Kebaya dengan model yang sopan dan harus bersih, apalagi saat dipakai untuk upacara adat

Bulan Pasang

Selendang yang dililit pada bagian perut ini memiliki makna dan harapan agar perempuan di Bali harus menjaga rahimnya dan menjauhi hal-hal negatif yang dapat menimbulkan keburukan.

Ternyata, kebaya yang digunakan perempuan Bali tidak hanya sekedar busana saja ya? Budaya Indonesia memang beragam dan sudah seharusnya kita saling melestarikannya.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply