Cerpen: Pengertian, Ciri-ciri, Unsur Intrinsik, dan Struktur

Cerpen (cerita pendek) merupakan salah satu karya fiksi yang cukup populer. Biasanya, dalam majalah atau koran nasional, sering menerbitkan kumpulan cerpen terbaik kiriman pembaca. Cerpen ini biasanya lebih singkat dan memiliki konflik tunggal.

Karena konfliknya hanya satu, maka semua cerita akan berpusat pada satu tokoh yang sangat besar perannya. Juga, cerpen ini akan habis dibaca selama 10-30 menitan, atau terdiri atas maksimal 10.000 kata.

Nah, dalam konten ini, kita akan sama-sama ulik lebih jauh tentang apa itu cerpen, ciri-cirinya, unsur intrinsik, dan struktur yang dimiliki. Langsung aja kita masuk ke pembahasannya.

Pengertian Cerpen

Cerpen ialah cerita pendek dengan satu tokoh utama yang memiliki konflik tunggal saja. Tema yang dibawakan juga hanya satu. Berbeda dengan novel yang jauh lebih variatif, panjang, dan punya konflik yang beragam. Cerpen masih termasuk ke dalam karya fiksi, atau tokoh dan ceritanya bisa dibuat sendiri meski tidak nyata.

Cerpen itu sendiri seringkali diminati oleh remaja. Banyak media massa dan majalah yang juga mengadakan kontribusi khusus bagi mereka yang ingin mengirimkan karya. Pun, di media online juga seringkali kita jumpai cerita-cerita teenlit yang berasal dari karya fiksi cerpen. Misalkan saja di Wattpad.

Ciri-ciri Cerpen

Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh cerita pendek, di antaranya:

  • Tema yang dibawa hanya satu, biasanya memiliki amanat/pesan yang bernada positif
  • Ide cerita sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari yang sering dialami oleh kita
  • Tokoh utama juga hanya satu, sehingga tidak terlalu banyak perubahan karakter atau watak
  • Panjangnya antara 1.700 hingga 10.000 kata (5-20 halaman A4) yang habis dibaca selama 10-30 menit saja
  • Penggunaan kata yang dipakai dalam cerpen biasanya mudah dipahami oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja
  • Memiliki alur cerita yang tidak banyak berubah, konfliknya juga hanya fokus pada karakter utama

Unsur Intrinsik

Tema, yaitu ide pokok yang ingin dibawakan oleh penulis. Biasanya sangat erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kisah cinta dan persahabatan yang melekat.

Tokoh, yaitu pemeran yang ada di dalam cerita. Bisa menggunakan nama, ataupun cukup disebut sesuai perannya, seperti ibu, kakak, adik, dan seterusnya.

Watak, yaitu karakter yang dimiliki oleh setiap pemeran cerita. Biasanya ada 3 watak utama, yaitu pemeran yang baik, pemeran yang jahat, dan pemeran yang netral (bersifat melerai keduanya).

Latar, yaitu setting yang ada dalam cerita, meliputi waktu, tempat, dan suasana. Waktu seperti pagi, siang, hari, tahun, dan lainnya. Tempat seperti di rumah, di sekolah, di kantin, dan seterusnya. Sedangkan, suasana berupa meriah, hening, atau mencekam.

Alur dan plot, yaitu laju cerita yang dibagi menjadi 2: maju, mundur (flash back). Jika penulis menginginkan cerita yang lebih variatif, biasanya akan lebih cocok untuk menggunakan alur mundur.

Sudut pandang, yaitu cara penulis membawakan cerita, apakah menggunakan sudut pandang pertama (aku), atau orang ketiga (dia, sebut nama).

Pesan, yaitu hikmah yang bisa dipetik dari cerita pendek yang telah dibawakan. Biasanya berupa pesan moral yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bisa disampaikan secara langsung maupun tersirat.

Unsur Ekstrinsik

Latar belakang pengarang, yaitu unsur dari luar cerita. Alias, dipengaruhi oleh kondisi yang dialami oleh penulis cerita. Bisa jadi latar belakang kehidupan di masa lalu, saat masa kecil, atau juga masa kini. Mulai dari kondisi emosional, gaya hidup, pergaulan, dan nilai hidup yang dipegang. Semua ini mempengaruhi jalan cerita pendek yang dibuatnya.

Kondisi sosial politik masyarakat, yaitu unsur yang berasal dari suasana kehidupan sosial, politik, dan masyarakat yang sedang terjadi. Beda zaman, pasti juga akan menghasilkan cerita yang berbeda pula. Misalkan, jika tahun 2000an, kita akan sering mendengar lagu-lagu dari band Ungu, Peterpan, dan sejenisnya. Sehingga liriknya kebanyakan bahasa Indonesia dan nuansanya tentu berbeda.

Sedangkan, saat ini kita lebih sering mendengar lagu-lagu indie yang tak jarang berlirik bahasa Inggris, seperti milik Pamungkas, Ardhito, Elephant Kind dan sebagainya. Dan ini juga mempengaruhi cerita yang akan dibangun oleh si penulis tentunya.

Struktur Cerpen

Abstrak (opsional), yakni gambaran atau ringkasan dari cerita yang dibawakan. Mulai dari nama tokoh, latar, dan lainnya. Bertujuan untuk memberikan rangkuman cerita dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

Orientasi, yakni pengenalan pada masing-masing pemeran dan latar (setting). Latar yang dikenalkan mulai dari tempat, suasana, hingga waktu. Bisa disampaikan langsung, atau secara tidak langsung.

Komplikasi, yaitu fase terjadinya konflik yang dialami oleh karakter utama dalam cerpen. Di sini, pemeran akan merasakan beberapa fase juga, mulai dari rasa tidak terima akan masalah yang ada, hingga merasakan frustrasi yang amat dalam.

Evaluasi, yakni terjadi puncak konflik yang paling dahsyat, disebut juga klimaks. Semua konflik akan menjadi sangat kompleks sesuai dengan karakter dari pemeran utama.

Resolusi, yaitu mulai ditemukannya jalan keluar dari masalah yang dihadapi oleh pemeran utama. Akhir dari masalah akan membawa ke jalan hikmah.

Koda, yaitu pesan moral yang dapat diambil dari cerita pendek yang diperankan oleh pemeran utama. Penulis bisa menyampaikan pesan ini secara langsung maupun tidak langsung.

Nah, itu dia tadi beberapa hal yang bisa kami sampaikan seputar cerpen. Mulai dari pengertian atau definisi, ciri-ciri, unsur intrinsik dan ekstrinsik, serta struktur untuk membangun sebuah cerita pendek yang bagus dan mengena. Mudah-mudahan bisa membantumu untuk memahami lebih jauh tentang cerpen, ya.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply