Cara Bercocok Tanam Hidroponik yang Mudah untuk Pemula

Cara bercocok tanam hidroponik bisa dibilang relatif cukup mudah. Tidak ada perlakuan khusus yang mengharuskan kita mengecek lahan setiap saat. Paling-paling, kita hanya perlu membersihkan pipa-pipa serta menyingkirkan hama yang datang di instalasi.

Karena kemudahan dan kepraktisannya inilah, hidroponik makin menjadi aktivitas seru untuk dilakoni. Baik untuk sampingan dan mengisi waktu di rumah, ataupun sebagai aktivitas bisnis yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Nah, dalam tulisan ini, kami akan menguraikan bagaimana cara menanam tanaman hidroponik dengan mudah untuk pemula sekalipun. Bagaimana caranya? Simak terus sampai bawah ya.

Cara Bercocok Tanam Hidroponik dengan Mudah

Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu dilewati untuk menanam tanaman hidroponik, baik di rumah maupun di lahan pertanian / rumah kaca.

1. Persiapan

Tahap pertama yang perlu dilewati tentulah persiapan. Apa saja yang perlu disiapkan? Ada alat dan bahan yang cukup beragam. Ragamnya ini pun tergantung pada sistem atau teknik hidroponik yang dipakai.

Namun, alat dan bahan yang digunakan untuk seluruh sistem hidroponik tidaklah jauh berbeda. Secara umum, kita akan membutuhkan banyak hal, antara lain:

  • Media tanam
  • Pipa paralon
  • Sumber listrik
  • Pisau atau cutter
  • Aerator (beserta selangnya)
  • Aerstone
  • TDS meter
  • pH meter

Tapi bagaimana jika baru memulai? Tenang saja. Kamu tetap dapat mengembangkan tanaman hidroponik menggunakan instalasi yang sudah dibuat oleh praktisi.

Setelah persiapan alat dan bahan, kini menuju persiapan tempat. Pada tahap ini, tidak banyak yang perlu disiapkan. Cukup bersihkan tempat yang akan dijadikan sebagai lahan hidroponik. Bersih, terkena sinar matahari, serta jauh dari tempat sampah.

2. Memilih Benih

Apabila instalasi sudah siap, giliran memilih benih untuk disemai. Pemilihan benih ini disesuaikan dengan sayuran apa yang ingin dibudidayakan. Harganya cukup terjangkau, kamu dapat membelinya di toko pertanian atau toko online seharga mulai dari Rp15 ribuan saja.

Setelah didapat benih yang ingin ditanam, rendamlah terlebih dahulu selama kurang lebih 5 menit. Nanti akan ada benih yang mengambang di air, ada pula yang tetap ada di bawah. Nah, benih-benih yang mengambang tersebut terindikasi kurang bagus untuk ditanam. Silakan diambil dan buang saja.

3. Menyemai Bibit

Setelah memilih benih, saatnya menyemainya untuk dijadikan bibit. Persemaian ini memerlukan beberapa alat. Di antaranya ada tray semai, tusuk gigi, air dan nutrisi, pisau, media tanam (rockwool), dan juga benih tanaman yang sudah diseleksi tadi.

Cara penyemaiannya cukup memotong media tanam menjadi berukuran 2,5 cm x 2,5 cm x 2,5 cm. Sebelum diletakkan di tray, beri sedikit air hingga terasa lembab. Jika sudah, masukkan ke tray semai, lalu lubangi menggunakan tusuk gigi.

Masukkan benih pada lubang yang sudah dibuat. Selesai. Kamu tinggal menunggu selama kurang lebih 1 minggu untuk melihat tumbuhnya tunas pada persemaian benih tersebut.

4. Membesarkan Bibit

Benih yang sudah tumbuh tunas disebut bibit. Bibit inilah yang akan dipindahkan dan ditanam dari tray semai ke media tanam pipa. Tergantung sistem yang digunakan, rata-rata bisa menggunakan media tanam rockwool.

5. Membuat Nutrisi

Setelah dipindahkan ke pipa paralon, selanjutnya pembuatan nutrisi. Nutrisi ini juga dapat dibeli langsung di toko pertanian. Dan biasanya juga sudah ada ramuan khusus, jadi kamu tinggal pakai ke tanaman hidroponik.

6. Merawat Tanaman

Perawatan tanaman hidroponik relatif mudah. Kamu hanya perlu mengecek debit air, lancar tidaknya aliran air dalam pipa, dan kebersihan hidroponik serta lingkungan sekitarnya. Jangan sampai ada kotoran-kotoran yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

7. Memanen Tanaman

Setelah semua tanaman tumbuh dengan baik dan sudah menunjukkan ciri-ciri siap panen (daunnya besar, warnanya hijau merona untuk sayuran tertentu), maka saatnya memanen tanaman tersebut. Caranya cukup menarik netpot yang ada di pipa dengan hati-hati.

Bagaimana, cukup mudah dan praktis, bukan? Kini, menanam hidroponik selain menjadi lahan bisnis juga cukup efektif untuk membuat pikiran jadi tenang kala penat menghadang. Aktivitas menanam dan merawat tanaman ini bisa menjadi solusi untuk mengusir kebosanan.

Hal ini bisa menjadi alternatif bagi kamu yang hobi nongkrong dan sebats di akhir pekan. Atau juga, kalau ingin merasakan hal baru, kini ada alternatif lain bernama kantong VELO. Kantong nikotin mungil yang dapat diselipkan di sela-sela gusi atas, lalu tinggal dinikmati 20-30 menit sambil melakukan aktivitas apa saja.


Disclaimer:

  • Produk VELO hanya diperuntukan untuk pengguna diatas 18 tahun, bukan perempuan hamil atau menyusui.
  • Produk VELO BUKAN merupaka stimulan ataupun TIDAK dapat memberikan efek transforming.
Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply