Butuh Piknik? Yuk, Jalan-jalan Seru ke 4 Hutan di Banyuwangi

Sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki keistimewaan di bidang pariwisata, terutama wisata alam. Jika Bandung terkenal dengan Tangkuban Perahu, Bali terkenal dengan berbagai Pantai Kuta, Banyuwangi terkenal dengan berbagai hutan yang masih lestari.

Setelah cerita tentang KKN di Desa Penari menjadi viral, beberapa hutan di Banyuwangi kerap dikaitkan dengan cerita mistis. Terlepas dari hal tersebut, hutan-hutan di Banyuwangi memang bukan hanya sekedar sebuah lokasi yang dipenuhi dengan pohon-pohon dan berbagai binatang liar. Hutan di wilayah ini memiliki keunikan masing-masing sehingga kerap dijadikan sebagai tempat wisata.

Bagi kamu yang memang sedang butuh piknik untuk melepas penat dari pekerjaan atau aktivitas lain, 4 hutan di Banyuwangi ini cocok untuk kamu kunjungi.

 

Jalan-jalan ke De Djawatan Benculuk, berasa tengah di negeri dongeng

Hutan De Djawatan Benculuk sudah populer sejak zaman kolonialisme Belanda di Indonesia. Dulunya hutan yang berada di Desa Puwosari ini dikenal sebagai Taman Djawatan. Namun seiring berjalannya waktu, namanya pun berubah.

Jika kamu memutuskan untuk melakukan rekreasi ke sana, keputusanmu adalah hal yang tepat. Bagaimana tidak, kamu tidak akan merasa rugi berkunjung ke sana.

Pohon-pohon yang tumbuh rindang dan melekuk menutupi sinar matahari. Berdiri dan berfoto di bawah pohon di hutan ini akan membuatmu berasa sedang berada di negeri dongeng.

Karena De Djawatan Benculuk memang kerap dijadikan sebagai tujuan wisata, di hutan ini sudah disediakan jalan untuk memudahkanmu menanjak. Kamu juga bisa menggelar tikar di atas rerumputan hijau yang terawat baik di sana.

Untuk melengkapi piknikmu, kamu juga bisa memainkan wahana modern yang tersedia, seperti menjelajah hutan dengan mobil mini hingga bermain flying fox.

Tunggu apa lagi? Yuk, ke De Djawatan Benculuk!

Menelusuri kekayaan ekosistem di Taman Nasional Alas Purwo

Terlepas dari kisah-kisah mistis yang kerap dilekatkan dengan Alas Purwo, hutan seluas lebih dari 43 ribu hektar ini juga menawarkan keindahan alam yang cocok untuk liburan akhir pekanmu.

Hutan ini terbilang unik karena terdapat beberapa ekosistem yang ditawarkan, mulai dari hutan mangrove, hutan bambu, hutan alam, hingga padang rumput. Dengan melakukan piknik ke tempat ini, kamu dapat memberlakukan istilah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Rowo Bayu, Rawa di Desa Bayu

Keindahan Rowo Bayu di Banyuwangi tidak lagi diragukan. Jika selama ini kita berpikir bahwa rawa hanyalah sungai kecil dengan semak, Rowo Bayu justru hadir menawarkan berbagai keindahan, mulai dari ekosistem yang beragam, udara sejuk, bahkan cerita sejarah.

Hutan di sekitar Rowo Bayu memang masih sangat lestari. Tidak jarang wilayah ini dijadikan sebagai tempat belajar mengenai ekosistem hutan, ekosistem rawa, dan pengetahuan alam lainnya.

Uniknya, di tengah hutan ini ada sebuah candi bernama Candi Puncak Agung Macan Putih. Candi tersebut dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang yang bertempur pada Perang Puputan Bayu yang terjadi tahun 1771.

Bukan hanya itu, di sekitar Rowo Bayu juga terdapat situs lain seperti petilasan, sumber mata air yang dipercaya merupakan mata air suci, dan berbagai peninggalan sejarah.

Taman Nasional Baluran, Afrika kecil di Banyuwangi

Taman nasional dengan savana dan wilayah konservasi luas ternyata tidak hanya ada di Afrika, lho! Kamu cukup datang ke Banyuwangi dan nikmatilah suasana alamat di kawasan seluas 25 ribu hektar ini.

Di tempat ini, kamu akan menemukan berbagai hewan langka dan dilindungi, seperti merak, banteng, monyet berekor panjang, dan sebagainya.

Bukan hanya savana dan wilayah konservasi, di sini juga kamu akan menemukan hutan musim, yakni hutan yang kondisinya berubah-ubah sesuai musim. Selain itu, di wilayah ini juga terdapat hutan evergreen, yakni hutan yang selalu hijau dan rindang sepanjang tahun.

Nah, itu dia 4 hutan di Banyuwangi yang harus masuk ke daftar lokasi piknikmu selanjutnya. Mulai sekarang kamu bisa bersiap-siap dan menyusun rencana kunjungan ke sana. Setelah pandemi selesai, baru deh cusssss!

Tapi ingat, banyak hutan di Indonesia yang terbakar karena hal sepele, salah satunya karena puntung rokok yang belum dimatikan sepenuhnya. Nah, bagi kamu yang sudah terbiasa merasakan sensasi nikotin, VELO hadir sebagai alternatif terbaik bagimu! Kantong nikotin yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja.Tanpa asap dan bau kamu dapat menikmati sensasi nikotin. Sensasinya bisa dinikmati 20 sampai 30 menit, lho!

Related Articles

Leave a Reply