Mengenal Bunga Bank Deposito dan Penghitungannya

Seberapapun besarnya dana yang kita miliki sekarang ini, sudah seharusnya untuk dikelola secara tepat dan bijak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatur dan mengelola keuangan agar lebih tertata. Salah satunya bisa dengan menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan. 

Ada begitu pilihan investasi yang bisa dipilih sesuai preferensi dan juga kebutuhan, dan deposito salah satunya. Banyak keunggulan yang dimiliki menjadikan deposito menjadi salah satu pilihan investasi. Salah satunya adalah suku bunga deposito yang kompetitif dan jauh lebih tinggi dari suku bunga tabungan pada umumnya. Benarkah demikian yuk simak ulasan berikut selengkapnya.

Sekilas Tentang Deposito

Bunga bank deposito
source: pixabay.com

Deposito merupakan salah satu jenis produk bank yang berupa tabungan uang tunai dengan jangka waktu pengambilan tertentu. Secara umum, minimal dana yang dibutuhkan untuk disimpan dalam deposito berkisar antara Rp 8-10 juta. Akan tetapi setiap bank memiliki kebijakan berbeda. 

Sejumlah bank ada yang bahkan menetapkan jumlah setoran minimal cuma Rp1 juta saja. Jangka waktu yang ditawarkan cukup bervariasi, dari mulai satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun hingga dua tahun atau 24 bulan. Jangka waktu penyimpanan yang semakin lama, tentunya bunga yang akan diberikan juga relatif lebih tinggi. 

Jenis tabungan ini kerap dipilih karena memiliki banyak kelebihan dibanding jenis tabungan pada umumnya. Salah satunya karena suku bunga bank deposito jauh lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan konvensional. Selain itu juga karena jenis tabungan ini lebih minim resiko kerugian maupun kehilangan. 

Sebab, keamanan dari deposito dijamin penuh oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. Inilah yang menjadikan tabungan deposito sebagai jenis investasi dengan profit kompetitif yang layak dipertimbangkan.

Akan tetapi untuk memperoleh deposito yang dijamin penuh oleh LPS, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya, jumlah dana maksimum yang akan disimpan dalam tabungan maupun deposito pada suatu bank tak lebih dari batas jaminan LPS, yakni Rp2 miliar dan suku bunga bank deposito tak boleh melebihi jumlah suku bunga penjaminan.

Jenis-jenis deposito

Dalam deposito dikenal ada dua jenis deposito yang cukup populer, yakni Sertifikat Deposito dan Deposito Berjangka. Sertifikat Deposito merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh bank yang dapat dicairkan siapa saja yang memilikinya. Jenis deposito ini bisa diperjualbelikan maupun dipindahtangankan.

Sementara Deposito Berjangka adalah dana simpanan dimana penarikan dananya hanya dapat dilakukan oleh nasabah pemilik simpanan. Jenis deposito yang satu ini tidak dapat diperjualbelikan, dipindahtangankan, dan hanya dapat dicairkan pada saat jatuh tempo. 

Menghitung Besaran Bunga Bank Deposito

Sebelum memutuskan untuk membuka rekening tabungan deposito, perlu diketahui bagaimana cara penghitungan bunga bank deposito yang nantinya akan diterima. Sebagai informasi, meski dana yang akan didepositokan semakin besar dan bunga yang diperoleh juga semakin tinggi. Akan tetapi, tabungan juga akan dikenakan potongan pajak dengan sejumlah nominal tertentu.

Batas minimal jumlah dana deposito yang kena PPh atau pajak penghasilan sebesar 20% adalah diatas Rp 7,5 juta. Jadi jika dana yang disimpan dalam kurang dari nominal tersebut maka bebas dari potongan pajak. Sekarang, cari tahu bagaimana menghitung keuntungan dari  tabungan deposito dari contoh berikut.

Maria memiliki dana sekitar Rp 8 juta dan ingin menyimpannya dalam rekening deposito dengan jangka waktu 6 bulan. Bunga bank deposito yang ditetapkan dari bank adalah 7,5% dengan jangka waktu 6 bulan. 

Rumus penghitungannya:

Bunga bank deposito untuk dana simpanan kurang dari Rp7,5 juta (untuk jangka waktu dalam bulan). Bunga deposito = jumlah dana simpanan x persentase bunga per tahun x jangka waktu (tenor) : 12

Nb: 80% pada rumus mendapatkan bunga deposito untuk dana simpanan diatas Rp 7,5 juta tersebut adalah persentase yang diperoleh dari keuntungan bunga setelah dikurangi persentase pajak sebesar 20%. Jadi bunga yang diperoleh tinggal 6% saja.

Berikut penghitungannya:

Pendapatan bunga bank deposito (per bulan) = Rp 8 juta x 6% x 6 : 12 = Rp 240.000,-

Pastikan untuk Memilih Tabungan dengan Bunga Bank Deposito Sesuai Kebutuhan

Demikian tadi sekilas informasi tentang bunga bank deposito dan bagaimana cara menghitungnya. Kalau kamu ingin mulai berinvestasi, deposito bisa jadi pilihan yang tepat. Kamu bisa memilih produk tabungan deposito yang benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan juga kemampuan finansial yang dimiliki.

Penting diingat bahwa setiap jenis investasi pasti memiliki resiko, meski cuma resiko kecil. Satu hal yang harus diingat juga bahwa jangan pernah gampang tergiur tawaran bunga yang tinggi karena bisa saja itu bentuk-bentuk penipuan terselubung. Temukan informasi menarik lainnya bersama VELO!

Related Articles

Leave a Reply