Linkin Park: Biografi Perjalanan Musik dari Remaja!

Berkarir di industri musik dengan aliran aggressive metal dan beat-driven hip hop, Linkin Park menjadi salah satu grup band paling sukses di era 2000an dengan memasukan elemen musik dari berbagai aliran mulai dari rap hardcore, raucous punk, atmospheric electronic dan pop yang dipoles ke dalam musik mereka. 

Walaupun Linkin Park terbebani dengan julukan aliran “rap-rock” yang sering dicemooh, mereka tidak memperdulikan apa kata orang-orang. Linkin Park mengembangkan potensi mereka di industri musik yang kemudian berhasil menjadi bintang band papan atas.

Penasaran nggak sih, bagaimana Linkin Park sukses menduduki tangga lagu dunia? Simak perjalanan singkat grup band ini bareng-bareng, yuk! 

Sejarah Singkat Linkin Park 

Seperti nama band mereka, Linkin Park mengambil nama yang sama untuk debut album mereka dengan Chester Bennington sebagai vokalis. Mike Shinoda sebagai rapper, Joe Hahn sebagai DJ, Dave Farrel sebagai Gitaris Bass dan Rob Bourdon memegang drum. 

Sejak awal, Linkin Park hanya fokus kepada karya mereka, tidak peduli arah atau aliran apa yang menjadi ciri khas mereka. Namun, dari puncak kepopulerannya mereka berpengaruh pada musik hip-hop. Dimulai dari album terobosan multi-platinum berjudul Hybrid Theory (2000) dan Meteora (2003) menjadi fase Linkin Park di aliran electronic, kemudian A Thousand Suns (2010) menjadi album dengan aliran pop dan album terakhir berjudul One More Light (2017). 

Tetapi, sangat disayangkan setelah beberapa bulan album terakhir dirilis, vokalis mereka Chester Bennington meninggal dunia. Setelah membawa lima album Linkin Park ke tangga lagu dunia dengan total puluhan juta album terjual di seluruh dunia. 

Perjalanan Membentuk Linkin Park 

Awal mula terbentuknya band ini ketika Rob Bourdon (drummer), Brad Delson (gitaris) dan Mike Shinoda (Rapper) bersekolah di salah satu sekolah menengah yang terletak di California Selatan. Karena mereka bertiga sudah berteman baik, pada tahun 1996 mereka memutuskan untuk membentuk band dengan aliran rap-rock bernama Xero. Setelah mulai meniti karir di grup bandnya, Dave Farrell (gitaris bas), Mark Wakefield (vokalis) dan Joe Hahn (DJ) bergabung ke Xero sebelum memainkan pertunjukan di Los Angeles. 

Beberapa perusahaan rekaman menyatakan ketertarikan mereka pada demo lagu Xero. Tetapi pada saat itu Mark Wakefield memutuskan untuk meninggalkan Xero dan digantikan oleh Chester Bennington pada tahun 1998. 

Chester dan Shinoda mengatur strategi untuk mengisi suara, dimana Shinoda melakukan rap dan Chester bernyanyi. Kemudian, Xero pun mengganti namanya menjadi Hybrid Theory dengan mengeluarkan album EP eponim. 

Walaupun telah mengeluarkan album, mereka tetap berusaha mencari penonton dan akhirnya perusahaan Warner Bros tertarik kepada mereka. Setelah terombang-ambing, Hybrid Theory pun mengganti nama untuk terakhir kalinya menjadi Linkin Park, yang terinspirasi dari Lincoln Park di Santa Monica. Mereka melanjutkan proses rekaman setelah memutuskan untuk bekerja sama dengan Warner Bross. 

Debut Album Linkin Park

Album pertama mereka yang pertama kali dirilis berjudul Hybrid Theory. Nama band mereka sebelum mengganti nama menjadi Linkin Park pada tahun 2000. Lagu andalan mereka yang berjudul Crawling dan In The End berhasil menjual album ini dengan total terjual sampai 15 juta keping, loh. 

Setelah album Hybrid Theory, mereka merilis album keduanya dengan judul Meteora di tahun 2003. Linkin Park berhasil mendapatkan penghargaan mereka dengan kategori Best Rock Video di MTV Awards. Dengan lagu andalan mereka yaitu Somewhere I Belong, Numb dan Faint. Ketiga lagu itulah yang mengantarkan Linkin Park menduduki posisi 3 besar di Amerika Serikat sebagai band dengan penjualan terlaris sepanjang tahun 2003. 

Karir yang Terus Bersinar 

Linkin Park semakin bersinar dan melejit pesat di industri permusikan. Band ini mendapatkan tawaran dari MTV untuk melakukan kolaborasi dengan penyanyi rap Jay-Z pada single Numb (remix) dan Encore. Kedua lagu hasil kolaborasi ini mendapatkan penghargaan sebagai Best Rap Song dan Best Collaboration di Grammy Awards pada tahun 2004. 

Tidak sampai disitu saja, mereka segera merilis album ketiga yang berjudul Minutes to Midnight 3 tahun kemudian yaitu pada tahun 2007. Selama ini, band ini tidak main-main ketika membuat album. Mereka fokus untuk membuat 100 judul lagu kemudian memilih 12 lagu terbaik yang akan dipasarkan. 

Untuk kesekian kalinya, mereka sukses besar menjual album ketiga mereka sebanyak 625 ribu di minggu pertama rilis. Lagu andalan yang berjudul What I’ve Done menduduki tangga lagu di Billboard pada saat itu. 

Merilis Soundtrack Film 

Sudah banyak fans yang menunggu album keempat Linkin Park pada waktu itu, mereka pun membayar rasa rindu fans dengan mengeluarkan single untuk soundtrack film Twilight dengan judul Leave Out All The Rest dan lagu New Divide untuk film Transformers: Revenge of the Fallen. 

Setelah merilis soundtrack, mereka pun mengeluarkan album keempatnya berjudul A Thousand Suns (2010  dan album kelima Living Things (2012). 

Diterpa Isu Bubar 

Kesuksesan besar band ini membuat mereka sering diterpa isu tidak bagus, misalnya saja banyak fans menduga bahwa band ini akan bubar. Isu ini mulai muncul ketika Chester bergabung dengan Stone Temple Pilots untuk membuat mini album berjudul High Rise di tahun 2013. 

Bahkan ada yang berpikir bahwa Chester keluar dari band ini. Namun, band ini mengatakan bahwa hal itu tidak benar terjadi. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply