Beberapa Kelebihan dan Kekurangan Model Komunikasi Aristoteles

Kita semua mungkin sudah sering mendengar nama Aristoteles. Ia adalah seorang filsuf asal Yunani yang namanya telah dikenal di seluruh penjuru dunia.

Aristoteles pernah memberikan pendapatnya tentang mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial. Hal ini tentu saja dikarenakan manusia membutuhkan interaksi antara satu dengan yang lain. Manusia juga tidak dapat bertahan hidup sendiri, ia membutuhkan manusia lain untuk hidup dan melakukan kerja sama. Proses interaksi tersebut akhirnya memunculkan komunikasi.

Sebagai seorang filsuf besar yang memberi perhatian lebih tentang pola komunikasi manusia, Aristoteles pun mengeluarkan teori komunikasi yang kita kenal sebagai model komunikasi Aristoteles.

Pada dasarnya, model komunikasi Aristoteles adalah model komunikasi yang paling klasik yang disebut dengan model retoris.

Inti dari model komunikasi Aristoteles adalah sifatnya yang persuasif, di mana komunikasi diilustrasikan dengan seseorang yang berbicara kepada orang lain yang tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi atau mengubah sikap, pandangan, atau pola pikir orang lain tersebut.

Ada beberapa unsur model komunikasi Aristoteles, yakni pembicara, pesan, dan pendengar . Dalam model ini, komunikasi berorientasi pada pidato, khususnya pidato yang bersifat mempengaruhi orang lain. Oleh karena itu, model komunikasi Aristoteles cenderung dilakukan satu arah.

Meskipun model komunikasi ini datang dari seorang filsuf yang ahli di bidangnya, tentu saja terdapat kelebihan dan kekurangan yang dapat kita deteksi.

Apa saja sih kelebihan dan kekurangan model komunikasi Aristoteles? Simak bareng-bareng, yuk!

Kelebihan model komunikasi Aristoteles 

Secara garis besar, model komunikasi Aristoteles dapat dikatakan mampu manusia seseorang menjadi pembicara yang handal di hadapan banyak orang. 

Selain itu, model komunikasi Aristoteles sebagai sebuah model komunikasi paling dasar juga menginspirasi bagi banyak ilmuwan komunikasi lain untuk mengembangkan teori-teori model komunikasi. 

Agar lebih jelas, kelebihan model komunikasi Aristoteles akan dibahas ke dalam beberapa poin-poin berikut:

  • Model komunikasi Aristoteles beranggapan bahwa pidato atau orasi yang disampaikan di depan publik dalam forum politik merupakan cara yang sangat efektif dalam memecahkan berbagai masalah politik.
  • Adanya penggunaan komunikasi retorika yang merupakan strategi yang sangat efektif untuk mempengaruhi publik. 
  • Model komunikasi Aristoteles menggarisbawahi kemampuan komunikasi untuk mempengaruhi publik secara emosional, bahkan menggerakkan mereka untuk segera melakukan aksi/tindakan.
  • Mendorong manusia untuk terus melatih kemampuan komunikasinya karena public speaking dianggap sebagai hal yang sangat dasar dan krusial untuk menjadi seorang pemimpin.

Kekurangan model komunikasi Aristoteles

Secara umum, inti dari kekurangan model komunikasi Aristoteles adalah adanya anggapan bahwa model komunikasi ini merupakan sebuah fenomena yang statis. Agar lebih jelas, kekurangan model komunikasi Aristoteles akan dibahas ke dalam beberapa poin-poin berikut:

  • Komunikasi dilakukan secara satu arah karena biasanya bentuknya berupa pidato atau public speaking. Hal ini terkait dengan adanya anggapan bahwa komunikasi selalu bersifat statis, bentuknya pasti selalu searah.
  • Model komunikasi Aristoteles memberikan persepsi yang salah bahwa komunikasi selalu terstruktur dan disengaja.
  • Model komunikasi ini tidak menyentuh pembahasan terkait unsur-unsur komunikasi nonverbal dalam kegiatan komunikasi yang persuasif.
  • Seperti yang dijelaskan sebelumnya, banyak ilmuwan yang menjadikan model komunikasi Aristoteles sebagai tonggak awal mengembangkan model komunikasi lainnya. Selain karena model komunikasi ini bersifat klasik dan mendasar, model komunikasi Aristoteles juga sangat sederhana dan mudah dipahami serta diterapkan.

Demikian beberapa kelebihan dan kekurangan model komunikasi Aristoteles. Jangan lupa share artikel ini ya!

Related Articles

Leave a Reply