Bali Trekking Mount Batur: 3 Jalur yang Bisa Kamu Tempuh

Siapa bilang Bali cuma punya pantai-pantai eksotis sebagai tujuan wisata? Di Pulau Dewata ini juga terdapat gunung-gunung yang tak kalah indah untuk dijelajahi. Salah satunya adalah Gunung Batur di Kecamatan Kintamani.

Gunung ini sudah cukup populer di kalangan pendaki. Buat kamu yang ingin mencoba trekking di Gunung Batur, kamu bisa pilih salah satu dari 4 jalur pendakian. Berikut infonya:

Bali Trekking Mount Batur

Gunung Batur sendiri termasuk salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Bali. Gunung ini telah meletus berulang kali. Letusan pertama yang tercatat dalam sejarah dimulai sejak tahun 1804 dan terakhir terjadi pada tahun 2000. Totalnya telah meletus sebanyak 26 kali

Konon, dalam Lontar Susana Bali, Gunung Batur merupakan puncak dari Gunung Mahameru yang dipindahkan Batara Pasupati untuk dijadikan Sthana Betari Danuh (istana Dewi Danu). 

Pada waktu tertentu, seluruh umat Hindu dari berbagai daerah di Bali datang ke Batur menghaturkan Suwinih untuk mengusir bencana hama yang menimpa ladang mereka. Dengan menghantarkan suminih ini maka kawasan gunung Batur menjadi daerah yang subur.

Daerah yang dapat ditonjolkan sebagai objek wisata adalah kawah, kaldera, dan danau. Terdapat aliran air dalam tanah yang mengalirkan air Danau Batur, yang muncul menjadi mata air di beberapa tempat di Bali dan dianggap sebagai “Tirta Suci”

1. Jalur Pendakian via Pasar Agung

Bali Trekking Mount Batur
Image source: gpswisataindonesia.info

Jalur pendakian via pasar Agung merupakan jalur tersingkat karena sampai di perut gunung Batur dapat kalian akses dengan mobil dan sepeda motor. Untuk menuju jalur pendakian ini, pertama kalian harus melewati pura Jati dan menuju ke arah pura Pasar Agung Batur. 

Setelah sampai di pura pasar Agung, kalian bisa langsung memulai pendakian dengan melewati bebatuan yang lumayan terjal dan panjang dengan durasi sekitar 30 hingga 40 menit. Setelah melalui bebatuan ini kalian akan sampai di puncak kedua gunung Batur dimana oleh masyarakat setempat puncak ini lebih dikenal sebagai puncak kanginan.

Nah, dari puncak kanginan ini kalian sudah bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit  dari ketinggian tempat ini sekitar 1.570 mdpl. 

Namun jika kalian ingin melihat pemandangan yang lebih menakjubkan makan kalian harus melanjutkan lagi perjalanan ke puncak utama dengan waktu tambahan sekitar 30 menit lagi melalui jalur berpasir yang lumayan licin. 

2. Jalur Pendakian via Toya Bungkah

Bali Trekking Mount Batur
Image source: Tempatwisata.pro

Bali Trekking Mount Batur jalur pendakian via Toya Bungkah merupakan jalur pendakian yang paling disarankan untuk para pelancong. Jalur pendakian ini tidak terlalu curam, hampir 80% dari rute pendakian via toya Bungkah termasuk mudah karena sejak tahun 2017 perhimpunan ojek gunung Batur telah memperbaiki jalur ini.

Bahkan, sepeda motor dengan cc yang besar bisa dengan mudah melewati jalur ini sampai ke titik 80% (kurang lebih di ketinggian 1650 mdpl).

Jalur pendakian ini terletak tepat di sisi timur gunung Batur dan jalur ini juga memiliki 3 view point area, di titik 50%, titik 80% dan, di puncak utama. 

Keuntungannya adalah seandainya kalian merasa kelelahan kalian bisa melihat matahari terbit dari tiga pilihan view point tersebut dan disesuaikan dengan tingkat kebugaran dari kalian sendiri.

3. Jalur Pendakian via Serongga

Image source: Mountbaturguide.com

Pendakian ke puncak Gunung Batur melalui jalur Serongga hampir sama dengan perjalanan via Toya Bungkah. Kurang lebih 30 menit sebelum puncak kamu akan melewati jalan berpasir yang sangat licin. Jadi butuh tenaga extra jika kalian memutuskan untuk melalui jalur ini.

View point hanya terdapat satu di puncak gunung, sehingga kita harus fit karena untuk dapat melihat sunrise atau pemandangan yang bagus kalian hanya dapat melihatnya dari puncak saja (1717 mdpl).

Start point jalur serongga terletak di Banjar Serongga Desa Songan, Kintamani. Lokasinya kurang lebih 5 km kearah timur laut dari parkiran Toya Bungkah, jadi sebaiknya kalian berangkat lebih awal karena lokasinya lumayan jauh. Jarak tempuh naik turunnya sekitar 10 km.

Simak juga info dan tips trekking lainnya bersama VELO, kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang praktis dan simple!

VELO tersedia dalam aneka varian rasa unik seperti Berry Frost, Tropical Mix, Polar Mint, dan Ruby Berry. Kantong nikotin ini ditujukan bagi pengguna nikotin berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang hamil atau menyusui.

VELO akan menemani keseruan aktivitasmu kapan saja dan dimana saja tanpa khawatir mengganggu kenyamanan orang di sekitar, karena kantong nikotin ini sepenuhnya bebas asap!

Hengky
Crafting stories about social issues, pop culture, & common knowledge.

Related Articles

Leave a Reply