Misteri Bahasa Kuno Yang Masih Belum Terpecahkan!

Sejak ratusan tahun yang lalu, masyarakat dunia telah memiliki bahasa kuno dari berbagai macam negara untuk berkomunikasi.

Salah satu yang menjadi bahasa dunia adalah bahasa Inggris sebagai bahasa paling mudah dipelajari, apakah benar?

Tentu saja tergantung dari kemampuan masing-masing. Tetapi, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa dari sekian banyak bahasa hanya bahasa Inggris yang sudah dipelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, bagaimana dengan bahasa lainnya?

Nah, ternyata hal ini disebabkan oleh faktor evolusi bahasa yang sudah terjadi ratusan tahun lalu. Sebagian ada bahasa yang tetap dipertahankan, dan ada juga yang tidak. 

Bahasa yang tidak digunakan ini sering disebut sebagai bahasa kuno, bahasa yang menjadi bahasa wajib pada zaman dahulu akan tetapi di masa depan hanya bisa dicari tahu saja mengenai sejarahnya.

Kira-kira, kalau bahasa kuno ini masih tetap digunakan, bisakah kita mempelajarinya? Maka dari itu, cari tahu lebih banyak yuk, mengenai bahasa kuno yang sulit digunakan sehingga harus punah di masa depan, berikut ini.

Bahasa Kuno di Dunia

Bahasa Epi-Olmec

Epi-Olmec ditemukan oleh ahli epigrafi bernama John Justeson dan partner nya bernama Terrence Kaufman pada tahun 1993.

Penemuan bahasa epi-olmec yang sudah digunakan sejak tahun 500 Sebelum Masihi hingga 500 Masihi ini bermula dari skrip Mesoamerika.

Setelah diteliti, bahasa epi-olmec mirip dengan naskah Maya, bahasa yang digunakan oleh suku Maya. Akan tetapi karena sulitnya penguraian bahasa ini, penelitian pun dihentikan karena rumitnya bahasa ini.

Bahasa Kuno Elam

Tahukah kamu jika pada masa sekarang, Iran menggunakan bahasa Persia untuk berkomunikasi, sedangkan pada zaman dahulu Iran memiliki bahasa sendiri yaitu Bahasa Elam sebagai bahasa kuno.

Bahasa Elam telah digunakan hanya di tahun 2800 hingga 550 Sebelum Masehi. Berdasarkan penemuan pada Proto Elamite (logografi) dan Linear Elamite yang ditemukan.

Bahasa ini sangat sulit dipahami sehingga penelitian terhenti.

Bahasa Kuno Nui Tui

Jika kamu berkesempatan mengunjungi Pulau Paskah yang terkenal dengan patung-patung raksasa nya berarti kamu termasuk orang yang beruntung berlibur ke salah satu pulau terpencil di dunia.

Pulau yang ditemukan oleh Jacob Roggeveen, seorang ahli navigasi dari Belanda pada hari paskah tahun 1722.

Selain memiliki keindahan alam yang menarik, pulau ini juga menyimpan nilai sejarah loh, salah satunya Bahasa Nui Tui sebagai bahasa kuno di pulau ini.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya Rongorongo yaitu naskah yang menggunakan bahasa Nui Tui pada abad ke-12. Akan tetapi, karena kurangnya referensi, maksud pada naskah ini masih belum diketahui maknanya oleh peneliti.

Bahasa Minoa

Belakangan ini, penelitian telah berhasil mengungkapkan tentang bangsa Minoa, sekelompok masyarakat yang hidup di Santorini ratusan tahun yang lalu dan menjadi asal usul bahasa tertua Eropa diciptakan.

Pada tahun 2600 dan 1100 Sebelum Masehi, bangsa Minoa yang tinggal di Yunani, melakukan perpindahan ke Santorini. 

Bahasa Minoa ditemukan oleh Paraskevi Nomikou, seorang geografi alam dari Universitas Athena yang melakukan penggalian di desa Aktoriri.

Paraskevi menemukan tulisan pertama di Eropa di atas bebatuan dalam bentuk Hieroglyphics Kreta, yaitu naskah kuno yang bermakna senjata, bagian tubuh, hewan, kapal, dan tanaman yang digunakan sampai tahun 1700 Sebelum Masehi. Setelah diteliti lebih lanjut, bahasa Minoa memiliki kemiripan dengan Bahasa Yunani.

Bahasa ZhangZhung

Bahasa yang berasal dari Asia ini telah digunakan oleh masyarakat Tibet sejak ratusan tahun yang lalu. Akan tetapi karena terbatasnya referensi pada dokumen, penelitian dihentikan dan menganggap Bahasa ZhangZhuang sebagai misteri yang tidak terpecahkan.

Bahasa Picene Utara

Sebelum memiliki bahasa Italia, negara yang terkenal karena makanannya ini memiliki bahasa kuno bernama Picene Utara.

Bahasa ini telah menjadi media komunikasi masyarakat Italia sebelum masehi dan menurut penelitian yang sudah dilakukan, bahasa ini ditulis dengan simbol-simbol yang diketahui oleh para ahli loh.

Sayangnya, ketika diselidiki lebih lanjut bahasa Picene Utara tidak memiliki makna dan penjelasan lebih lanjut. Hal ini mengakibatkan terhentinya penelitian karena bahasa ini sulit untuk dipecahkan.

Bahasa Harappa

Pada tahun 40.000 Sebelum Masehi di negara Afrika, tinggalah orang-orang yang berasal dari India di lembah sunga Indus yang tinggal di rumah-rumah batu, sama seperti kebanyakan peradaban di seluruh dunia pada waktu itu.

Bahasa yang digunakan oleh mereka adalah Bahasa Harappa, dan mereka dikenal dengan suku Harappa. Tulisan yang digunakan berbentuk hieroglif, hampir mirip dengan bangsa Mesir.

Bahasa Harappa digunakan sampai tahun 2000 SM, karena perdaban Harappa mengalami keruntuhan secara mendadak akibat bencana pemanasan hingga sungai Indus pun mengering.

Akan tetapi, kita tidak dapat meneliti lebih lanjut mengenai bahasa tersebut, karena peninggalan bangsa Harappa terlalu banyak yang hancur. 

Bahasa Sidetic

Bahasa yang berasal dari Kota Anatolia Kuno ini menjadi bahasa yang paling sulit untuk dipecahkan.

Hal ini disebabkan oleh minimnya penemuan mengenai bahasa Sidetic, yang berhasil ditemukan hanyalah koin kuno pada abad ke 2 Sebelum Masehi. Oleh karena itu, peneliti tidak dapat mencari tahu lebih lanjut mengenai bahasa ini.

Sejak jaman dahulu hingga sekarang, bahasa merupakan identitas dari suatu suku dari banyaknya negara di dunia, yang membuat para ilmuwan dan peneliti mencari tahu lebih lanjut mengenai sejarah yang terjadi ratusan tahun lalu melalui bahasa kuno pada prasasti atau naskah yang ditemukan.

Akan tetapi, beberapa bahasa sulit dipecahkan karena kurangnya barang bukti, dan tidak ditemukan referensi mengenai keterkaitan akan bahasa tersebut.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply