Sejarah Bahasa Jawa Kuno Serta Mitologinya!

Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Jumlah bahasa daerah yang digunakan sebagai bahasa sehari-hari mencapai 718 bahasa.

Inilah kekayaan yang Indonesia miliki, tidak hanya dalam segi sejarah dan kebudayaan saja, tetapi juga bahasa.

Sebelum berkembang menjadi banyak bahasa, Indonesia memiliki 6 bahasa kuno, antara lain aksara Pallawa, Kawi, Jawa, Bali, Sasak dan Lontara.

Keenam aksara ini menjadi saksi kehidupan di zaman kejayaan Nusantara yang hampir punah. Sebagai bangsa Indonesia, sudah sepatutnya kita belajar mengenai seluk beluk bahasa kuno di negara kita sendiri.

Bahasa kuno tertua yang masih digunakan sampai saat ini adalah bahasa Jawa.  Sebenarnya, bagaimana sejarah perkembangan pada bahasa Jawa yang diketahui telah digunakan sejak 450 Masehi di Pulau Jawa? Penjelasan berikut akan menjawab pertanyaan kamu.

Perkembangan Bahasa Jawa Kuno

Bahasa Jawa Kuno sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu, ketika kerajaan Tarumanegara dan kerjaan lainnya berdiri di tanah Jawa. Bahasa ini tidak hanya digunakan di pulau Jawa saja, akan tetapi telah menyebar ke pulau Madura dan Bali.

Banyaknya peristiwa sejarah yang terjadi dibuktikan dengan penemuan Prasasti Tarumanegara pada tahun 450 M. Sedangkan Prasasti Sukabumi pada tahun 804 M yang ditulis menggunakan aksara Jawa kuno. 

Asal muasal Bahasa Jawa dimulai pada tahun 804 M di Kediri, Jawa Timur hingga pada masa Kerajaan Majapahit berdiri yaitu pada tahun 1292.

Peristiwa sejarah berhasil di identifikasi saat Prasasti Sukabumi ditemukan, umur Prasasti ini sekitar 500 tahun dan ditulis dengan aksara Pallawa. 

Bahasa Austronesia Cikal Bakal Bahasa Jawa

Bahasa Austronesia adalah sebuah bahasa yang tersebar di seluruh dunia. Penyebaran rumpun bahasa ini dimulai dari Taiwan, Hawaii, Selandia Baru, Madagaskar, dan Pulau Paskah.

Jadi, dapat dikatakan mayoritas penduduk yang tinggal di daerah Austronesia memberikan pengaruh penting dalam perkembangan Bahasa Jawa, mulai dari struktur kata, kosa kata, dan vokal. 

Pengaruh Bahasa Sansekerta

Selain adanya pengaruh dari Bahasa Austronesia, bahasa Jawa juga dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta. Maka dari itu setiap penemuan bersejarah ada yang bertuliskan Sansekerta.

Pengaruh yang diberikan oleh Sansekerta dari dulu hingga sekarang, bahkan pada kamus terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Inggris, terdapat 12.500 kata yang merupakan kosakata dari bahasa Sansekerta.

Hal ini menjadi persoalan dalam kosa kata bahasa Jawa yang meminjam bentuk susunan kata dari Sansekerta, karena hampir semua kata adalah kata benda dan sifat. Berikut contoh kosa kata apa saja yang berasal dari Sansekerta:

  • Agni memiliki arti “Api” pada Sansekerta kemudian berubah menjadi “geni” dalam bahasa Jawa.
  • Asta memiliki arti “delapan”, sedangkan pada bahasa Jawa berubah menjadi “wolu”.
  • Dwi yang memiliki makna “Dua”, ketika diubah menjadi “ruwa” dalam bahasa Jawa.
  • Eka diartikan sebagai “satu” dan ketika diubah dalam bahasa Jawa menjadi “sa”.

Beberapa contoh diatas merupakan perkembangan bahasa Jawa walaupun dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta dan Austronesia, akan tetapi bahasa Jawa Kuno tetap bahasa Austronesia.

Perdebatan yang terjadi akibat mengambil makna dari Sansekerta dianggap sebagai bagian dari retrofleks (bagian kata yang berasal dari Sansekerta), yang menjadi bagian dari evolusi bahasa Austronesia.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply