Arung Jeram Cisadane, Petualangan Ceria Sambil Uji Adrenalin

Liburan ke Bogor saat akhir pekan menjadi pilihan tepat. Ada banyak destinasi wisata menarik di Bogor yang menarik untuk dijelajahi.

Terutama bagi kamu yang menyukai wisata alam. Tempat yang satu ini cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. 

Ya, kamu bisa berwisata bersama keluarga ke tempat wisata Arung Jeram Cisadane. Cisadane merupakan sungai terbesar di Jawa Barat.

Air sungai tersebut berasal dari Gunung Pangrango. Bagi wisatawan yang hobi untuk wisata petualangan, tidak ada salahnya menjajal wahana arung jeram.

Kamu bisa merasakan sensasi menyusuri sungai dan menaklukkan jeram-jeram di sepanjang Sungai Cisadane.

Ada dua pilihan yang bisa kamu pilih, yaitu rute arung jeram sepanjang 11 km atau rute yang lebih pendek sepanjang 7 km. Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, wisatawan akan disajikan dengan pemandangan pepohonan hijau hingga perbukitan.

Terdapat empat jeram legendaris yang akan dilalui. Setiap jeram memiliki sensasi berbeda-beda. Adapun jeram-jeram tersebut yaitu; jeram blender, jeram kerinduan, jeram kuda liar, dan jeram dam atau bendungan.

Menariknya, di tengah perjalanan, wisatawan juga ditantang untuk loncat dari atas jembatan dengan ketinggian 7 meter dari atas sungai. Ini menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan selanjutnya adalah menuruni DAM setinggi 3 meter. Ini menjadi tantangan yang mendebarkan. Wisata arung jeram ini bisa Anda kunjungi di Cimande, Caringin, Bogor.

Sekilas Tentang Sungai Cisadane

Arung Jeram Cisadane
Source: Paket Rafting Cisadane/FOTO

Sungai Cisadane merupakan sungai yang memiliki panjang 126 km dan melintasi Kota Tangerang. Dulu, Sungai Cisadane dimanfaatkan para pedagang Tionghoa untuk berlayar masuk ke pedalaman ke daerah Tangerang.

Sungai Cisadane memiliki luas sekitar 154.654 ha dan meilntasi sebanyak 44 kecamatan di 5 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Dari bagian hulu hingga sampai Tangerang, Sungai Cisadane memiliki tebing sungai yang terjal dan dalam. Namun, selepas Tangerang menuju muara, tebing Sungai Cisadane kian rendah, dan aliran Sungai Cisadane mulai melebar.

Aliran Sungai Cisadane berasal dari anak-anak sungai yang berhulu di lereng Gunung Pangrango dan Gunung Salak di Bogor.

Nama Sungai Cisadane berasal dari bahasa sansekerta ‘sadane’ yang berarti kerajaan dan bahasa Sunda ’ci’ yang berarti air. Jadi, Sungai Cisadane diartikan sebagai air istana kerajaan.

Versi lain diungkapkan oleh Abah Mustayah, seorang budayawan Tangerang, yang menyatakan jika “cisadane” berasal dari bahasa Sunda yang berarti air yang riaknya gemuruh. Hal tersebut dikarenakan dahulu arus air sungai tersebut sangat deras dan bersuara gemuruh.

Menurut catatan sejarah abad 16, banyak kapal dagang kecil memasuki muara Cisadane di pesisir Laut Jawa untuk berlabuh ke Tangerang. Kala itu daerah Mauk, Kedaung, Sewan, Kampung Melayu, dan Teluk Naga, masih berupa rawa-rawa, sehingga muara Cisadane masih berada di dekat Tangerang.

Aliran air Cisadane dimanfaatkan sebagai produksi air bersih yang memasok Tangerang, pusat irigasi, serta pengendali banjir. Pemanfaatan Sungai Cisadane, menjadi penyedia air bersih, mulai dilakukan sejak tahun 1930-an oleh Hindia Belanda.

Selain sebagai pemasok kebutuhan air bersih, Sungai Cisadane juga dimanfaatkan untuk perayaan festival lokal di Tangerang, yaitu Festival Cisadane yang ada sejak 1995.

Demikianlah informasi arung jeram Sukabumi di Sungai Citarik. Ikuti terus informasi menarik seputar olahraga ekstrim lainnya dalam artikel selanjutnya bersama VELO!

VELO adalah kantong nikotin pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, menawarkan cara baru menikmati nikotin yang lebih praktis, kapan saja dan dimana saja.

Tidak menimbulkan asap sehingga kamu tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Bahkan di sela-sela aktivitasmu yang padat, kamu tetap bisa bebas menikmati kantong nikotin ini.

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply