Apa itu Panutan? Pengertian dan Contoh dalam Sehari-hari

Menjadi hal yang tak asing bagi telinga kita, mendengar kata apa itu panutan. Secara harfiah, panutan berarti anutan atau teladan. Seseorang yang dapat kita tiru perilaku dan pemikirannya dalam hal positif. Biasanya akan sangat kental dengan nilai-nilai kehidupan, atau bahkan spiritual.

Namun dalam bahasan kali ini, kita akan coba kupas keteladanan dalam kehidupan sehari-hari dari sudut pandang yang lebih ringan. Mulai dari memahami apa arti dan pengertiannya, serta mengapa kita sebaiknya memiliki seorang teladan. Penasaran seperti apa? Langsung simak aja yuk!

Apa itu Panutan?

Panutan dalam KBBI artinya teladan. Jika didefinisikan dalam bahasa yang lebih sederhana, bisa dibilang juga sebagai teladan yang memberikan contoh nilai-nilai kehidupan yang baik. Dalam keseharian, contoh-contoh yang baik ini bisa tentang sopan santun, menghormati orang lain, saling tolong menolong, bekerja dengan giat, dan nilai-nilai positif lainnya.

Ada pula panutan dalam kehidupan beragama. Sesuai dengan agama yang dipeluk, tiap-tiap darinya memiliki panutan yang sebaiknya diikuti dalam menjalani hidup. Menjadi contoh sebaik-baiknya manusia yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sejahtera, damai, tenteram, dan tidak saling menjatuhkan.

Panutan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, kampus, atau kantor; juga dapat kita lihat secara jelas. Bagaimana ketua kelas mengayomi anggota-anggotanya, atau ketua BEM di kampus yang senantiasa memberikan anggota keleluasaan untuk berpendapat, hingga perlakuan bos di kantor yang sangat kooperatif dalam perjalanan karier kita.

Pentingnya Memiliki Panutan Hidup

Memiliki seorang panutan dalam hidup tentu sangatlah penting bagi kita. Karena kita akan lebih jelas dalam menjalani kehidupan sehari-hari, apa saja targetnya, apa saja yang dibolehkan, dan apa saja yang sebaiknya dihindari. Secara lebih rinci, berikut adalah alasan kenapa kita sebaiknya memiliki role model dalam hidup.

Membantu Mengenali Diri Sendiri

Seorang teladan akan memberikan nilai-nilai yang fundamental dalam hidup. Dari situlah, kita akan belajar untuk menerapkan pada diri kita masing-masing. Karena sebelum menerapkan nilai-nilai, tentu harus ada filter untuk mencocokkan dengan karakter.

Dengan nilai-nilai tersebut, secara tidak langsung, mau tidak mau kita akan menggali diri masing-masing. Apa saja kelebihan dan kekurangannya. Sehingga nilai-nilai dari panutan dapat masuk ke dalam diri.

Membentuk Karakter yang Kuat

Dengan mengamati bagaimana panutan yang kamu pilih berperilaku sehari-harinya, kamu juga akan sedikit demi sedikit menerapkannya dalam kehidupan kamu sendiri. Mencocokkan mana yang bisa diterapkan, mana yang sebaiknya dibuang.

Dengan begitu, kamu akan tumbuh menjadi orang dengan karakter yang unik. Perpaduan antara diri kamu sendiri, lingkungan sekitar, serta nilai-nilai yang kamu ambil dari orang-orang yang dijadikan teladan.

Memotivasi Jadi Lebih Baik Lagi

Melihat bagaimana teladan yang kamu impikan terus menginspirasi dan melakukan sesuatu hal baik, tentu akan memicu kamu untuk melakukan hal yang serupa. Membuat karya, misalkan. Dari sini, kamu dapat terus meningkatkan kapasitas diri dan terus belajar.

Misalnya karya tulis berupa novel, kamu ingin menjadi seperti Andrea Hirata. Maka dalam perjalanan tersebut, mau tidak mau kamu harus belajar untuk menelurkan karya yang akan menjadi “masterpiece” dan bisa dibanggakan pula.

Memaksa untuk Keluar dari Zona Nyaman

Karena keinginan yang kuat untuk melakukan hal baik sebagaimana dicontohkan oleh orang yang bagimu menginspirasi, maka mau tidak mau pula, kamu akan keluar dari zona yang selama ini cukup nyaman.

Belajar hal baru, bergabung dengan komunitas, berkenalan dengan orang-orang baru; akan menjadi hal yang rutin dilakukan jika ingin terus berkembang. Karena pelajaran berharga tidak hanya datang dari buku, melainkan juga dari bertemu.

Maka sebenarnya, kegiatan nongkrong bersama teman lama maupun teman baru akan menambah manfaat dan sudut pandang. Selain juga menghilangkan penat setelah seharian bekerja dengan beban yang ada di pundak. Sambil memesan satu gelas kopi susu, juga menyalakan sebatang rokok sebagai bumbu obrolan.

Tetapi jika kamu tidak merokok, ada alternatif baru bernama kantong VELO. Kantong nikotin mungil untuk orang berusia 18 tahun ke atas (dan bukan ibu hamil) dengan beragam varian rasa. Cukup selipkan di gusi atas, lalu tunggu 20-30 menit dan nikmati sensasinya sambil melakukan aktivitas lagi.


Disclaimer:

  • Produk VELO hanya diperuntukan untuk pengguna diatas 18 tahun, bukan perempuan hamil atau menyusui.
  • Produk VELO BUKAN merupaka stimulan ataupun TIDAK dapat memberikan efek transforming.
Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply