Mengenal Apa itu Mata Angin dan Cara Menentukannya!

Mempelajari cara menggunakan mata angin bisa jadi hal yang sulit dilakukan di dunia digital. Terbiasa menggunakan google map bikin kebanyakan orang tidak mengetahui cara membaca mata angin dengan benar. Bayangkan saja ada angka, skala dan derajat yang harus dipelajari. Namun, jika kamu tidak belajar membaca mata angin, ketika baterai handphone kamu habis, kamu akan tersesat tidak tahu arah jalan pulang.

Mata angin merupakan alat dengan cara sederhana untuk bertahan hidup di alam liar. Tidak hanya sekedar memberi tahu arah utara, mata angin juga membantu kamu menemukan jalan keluar dari jenis medan apapun, mengikuti arah di jalan yang tidak bertanda dan memberi tahu seberapa jauh jarak kamu hingga menemukan arah kembali ke tenda dengan aman.

Apakah kamu tertarik mempelajari mata angin? Panduan singkat berikut tentang bagaimana dasar-dasar membaca mata angin akan membantu kamu.

Sejarah Singkat Kompas

Kompas berjenis magnet ditemukan pertama kali sebagai alat untuk meramal sesuatu di tahun 200 SM. Kemudian, dikembangkan kembali pada Dinasti Song di abad ke 11.

Tiongkok menjadi negara yang mengembangkan kompas pada abad ke 9 menjadi dua jenis, yaitu jarum berputar dan jarum mengambang.

Pelaut dari Persia pertama kali menggunakan kompas yang didapatnya dari Tiongkok.

Mengenal Bagian Mata Angin

Mata angin sering dikenal dengan sebutan kompas yang memiliki bagian penting untuk mengarahkan kamu mencari arah yang benar. Bagian dari kompas yang akan dibahas adalah jenis kompas prisma atau kompas biding karena jenis inilah yang sering digunakan di Indonesia.

Pada kompas bidik dibagi menjadi beberapa bagian, seperti:

–  Dial, bagian yang memiliki angka dan huruf. Misalnya, satuan derajat dan huruf U (Utara), T (Timur), S (Selatan) dan B (Barat).

–  Tutup Dial, dua garis yang dapat diputar dengan sudut 45º

–  Visir, lubang yang terdapat kawat halus untuk membidik sasaran

–  Kaca Pembesar, berfungsi untuk dapat melihat derajat

–  Jarum Penunjuk, jarum yang selalu menunjuk ke arah utara magnet

–  Alat penggantung, bagian untuk ibu jari menopang kompas.

Jika kamu sudah mengerti kegunaan dari bagian kompas tersebut, kamu sudah dapat mempelajari bagaimana cara membaca arah mata anginnya.

Cara Membaca Arah Mata Angin

Kompas memiliki empat titik mata angin yaitu bagian Utara, Selatan, Timur dan Barat atau dikenal dengan N, S, E, dan W. Arah fundamental ini bersifat konstan, tidak peduli kamu sedang menghadap ke arah mana. Tetapi, karena mata angin mencakup area yang sangat luas, maka dibagi lagi menjadi di beberapa poin dan sub poin yang lebih spesifik.

Misalnya, antara utara dan timur disebut sebagai Timur Laut atau (North East) dan selatan dan barat disebut dengan barat data (South West). Sedangkan, pada pertengahan antara setiap titik kardinal dan antar kardinal adalah titik antar kardinal sekunder yang dibagi lagi menjadi timur timur laut (East North East), timur laut timur laut (North North East), selatan barat daya (South South West), barat-barat daya (West South West) dan seterusnya dengan total 32 poin.

Untuk navigasi yang lebih detail, kompas juga memiliki tanda 360º pada bagian dial untuk melengkapi poin-poin yang disebutkan diatas. Untuk lebih spesifik, utara disimbolkan dengan 0º, timur 90º, selatan 180º dan barat 270º. Setiap penentuan titik tersebut diukur menggunakan derajat yang sesuai.

Jenis-Jenis Kompas

Ada beberapa jenis kompas yang dibedakan menjadi kompas digital dan kompas analog.

1. Kompas Analog

Kompas analog adalah salah satu kompas yang sering digunakan pada kehidupan sehari-hari. Penggunaan kompas analog pun masih secara manual, kami harus menyelaraskan jarum kompas didalamnya. Kompas analog dibagi kembali menjadi beberapa jenis, yaitu:

–  Kompas Lensa, kompas ini dilengkapi dengan lensa jenis biconcave yang memiliki fungsi untuk mempermudah seseorang membacanya. Secara umum, kompas ini berbentuk sederhana, berat ringan dan murah. Namun, sudut pengukurannya kurang akurat.

–  Kompas Bidik, kompas yang dikenal dengan nama kompas prima ini berfungsi sebagai pembidik derajat yang besar di medan yang luas. Jenis kompas bidik sering digunakan juga dalam kegiatan alam.

–  Kompas Orienteering, memiliki nama lain kompas silva sering digunakan saat orientasi atau melakukan perhitungan peta dan pembacaan secara langsung. Kompas jenis ini memiliki warna transparan yang memudahkan pembacaan peta yang biasanya ditaruh di bawahnya.

2. Kompas Digital

Kompas digital merupakan alat penunjuk arah yang lebih modern, yaitu menggunakan model digital. Biasanya, terdapat sistem navigasi dalam gadget elektronik lainnya.

Tips Menggunakan Kompas

Tips berikut bisa kamu coba untuk memastikan bahwa kompas yang kamu bawa dalam kondisi baik

–  Sebelum melakukan perjalanan ke alam liar, cobalah untuk menguji kemampuan kompas terlebih dahulu di kawasan yang sudah kamu tahu.

–  Saat kamu menggunakan peta, panah pengarah harus selalu mengarah ke utara, bahkan jika arah yang kamu tuju ke selatan.

–  Setelah melakukan pembacaan awal, ulangi kembali prosesnya untuk memastikan bahwa kamu menuju arah yang benar.

–  Jangan meletakkan kompas di dekat pisau, ponsel, stereo atau barang-barang yang memiliki magnet. Karena, akan memberikan efek pada jarum untuk mengarah ke selatan.

Semoga panduan ini dapat membantu kamu mengetahui cara membaca mata angin saat berada di alam bebas agar terhindar dari kehilangan arah.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply