Alat Musik Tradisional Indonesia: Fungsi dan Asalnya

Alat musik tradisional telah menjadi salah satu unsur kebudayaan dan identitas Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Beberapa jenis alat musik tradisional pun sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai bentuk warisan dunia yang harus dilestarikan.

Hal ini telah membuat alat musik sebagai sesuatu yang harus kita jaga dan lestarikan karena nilai keragaman budaya nya yang tinggi.

Seperti yang kita tahu, jenis alat musik yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia dikenal dengan ciri khas dan cara memainkannya yang beragam. Nah, daftar lima alat musik tradisional berikut dapat menjadi titik awal perkenalan kamu nih.

Jenis Alat Musik Tradisional

Angklung

Alat musik yang berasal dari Jawa Barat dengan nada ganda. Angklung terbuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa agar membentuk nada yang harmonis saat dimainkan. Angklung menjadi salah satu alat musik yang diakui oleh PBB dan UNESCO sehingga kepopuleran angklung sudah tidak diragukan lagi. 

Sampe

Sampe adalah jenis alat musik yang sering dimainkan oleh suku Dayak. Dalam bahasa melayu, sampe memiliki arti “memetik dengan jari” yang menjelaskan cara memainkannya yaitu dengan memetik senar-senar. Sampe menghasilkan nada selaras dengan memperhatikan perasaan orang yang memetiknya. 

Kenapa harus memperhatikan perasaan pemiliknya? Karena sampe selalu ditujukan sebagai alat musik untuk mengungkapkan perasaan seseorang baik senang, sedih, rindu ataupun rasa sayang. Maka dari itu, sampe akan menghasilkan suara dan nada yang berbeda, tergantung orangnya.

Biasanya, jika sampe dimainkan saat siang hari, maka irama nada nya akan berupa perasaan riang gembira. Sedangkan pada malam hari akan menghasilkan nada sendu, syahdu, rindu dan sedih.

Kariding

Alat musik dari Sunda ternyata tidak hanya angklung saja, ada kariding sebagai alat musik tiup. Cara memainkan kariding pun tidak sulit, kamu hanya perlu meletakan kariding di bagian bibir, dan menepuk bagian pemukulnya agar menghasilkan resonansi suara.

Biasanya, kariding dimainkan solo atau grup, salah satu orang berfungsi sebagai pengatur nada yang akan menjadi pemandu keselarasan nada kariding dari awal hingga akhir. Kariding berfungsi sebagai pengusir hama di sawah, karena getarannya akan menghasilkan suara dengan nada rendah yang akan terdengar seperti burung, belalang, wereng dan jangkring.

Puik-puik

Puik-puik adalah alat musik asal Sulawesi Selatan yang hampir punah karena jarang sekali dimainkan. Padahal, cara memainkan puik-puik tidaklah sulit, kamu hanya perlu meniupnya dan akan terdengar suara melodi yang mirip dengan alat musik serunai yang berasal dari Minang dan selompret dari Betawi. Perbedaan puik-puik dengan alat musik tersebut hanya pada pangkal dan ukiran di bagian tubuh puik-puik.

Puik-puik terbuat dari kayu besi dengan bentuk kerucut dan pada bagian pipanya sebagai pencipta nada. 

Kecapi

Selain puik-puik, kecapi juga alat musik yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik yang biasanya digunakan sebagai pengiring suling. 

Tidak seperti puik-puik yang hampir punah, kecapi masih sering dimainkan dengan nilai tradisional yang tinggi bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Memainkan kecapi membutuhkan keahlian khusus, maka jika kamu ingin belajar alat musik ini, kamu akan diminta latihan di alam bebas agar mendapatkan penghayatan yang dalam. Kecapi terkenal dengan suaranya yang menenangkan jiwa bagi siapapun yang mendengarnya.

Supaya alat musik di Indonesia tidak punah, dan terus dimainkan dari generasi ke generasi, sudah seharusnya kita melestarikan alat musik ini.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply