8 Perubahan Fase Bulan yang Menakjubkan

Saat melihat langit di malam hari, kita pasti tahu kalau bentuk bulan selalu berubah dari waktu ke waktu. Ada kalanya bulan bersinar sangat terang dan berbentuk bulat sempurna, namun bulan juga bisa muncul seperti sabit tipis yang hampir menghilang. 

Perubahan bentuk ini disebabkan oleh fase bulan yang terus berjalan sepanjang waktu. Bulan adalah satelit yang mengitari bumi dengan siklus revolusi 27,32 hari untuk satu putaran penuh. Sama halnya dengan bumi yang mengitari matahari selama setahun penuh. 

Seluruh fase bulan bisa disaksikan dalam jangka waktu satu bulan, atau yang disebut dengan lunar cycle. Satu lunar cycle berlangsung selama 29,53 hari. 

Mengapa bentuk bulan selalu berubah? 

Bulan memang terlihat bersinar dengan indah di malam hari. Namun sinar bulan tersebut tidak bersumber dari cahayanya sendiri, namun hasil pantulan cahaya matahari. Besarnya cahaya matahari yang dipantulkan oleh bulan sangat tergantung pada posisinya. Semakin jaraknya tidak simetris dengan matahari, maka semakin sedikit pula jumlah cahaya yang dipantulkan. 

Hasilnya, bulan kadang terlihat bersinar utuh, kadang hanya sebagian kecil saja yang terlihat, lalu sebagian sisinya yang terlihat, bahkan kadang tidak terlihat sama sekali. Bumi juga ikut ambil bagian dalam perubahan fase bulan. Jika bumi menghalangi sinar matahari jatuh ke bulan, maka bisa dipastikan bulan juga hanya bisa “muncul” sedikit saja, sesuai dengan kadar cahaya yang diterima. 

Yuk, cari tahu lebih dalam tentang fase-fase bulan ini. 

1. New Moon 

New moon atau bulan baru menandai dimulai siklus bulan untuk waktu satu bulan ke depan. Fase ini terjadi saat posisi bulan berada tepat di antara bumi dan matahari, sehingga sering menyebabkan terjadinya gerhana matahari. Fase bulan baru biasanya tidak terlihat dari bumi, karena bagian bulan yang terkena cahaya matahari tidak terlihat dari planet kita. Saat fase new moon terjadi, bulan tidak akan muncul di langit. 

2. Waxing Crescent Moon 

Saat bulan mulai bergerak meninggalkan titik tengah antara matahari dan bumi, kita mulai bisa melihat bentuknya. Waxing crescent moon atau bulan sabit awal adalah fase dimana bulan berbentuk lengkungan kecil yang mirip dengan ujung kuku.  

Bentuk paling sempurna dari fase ini bisa dilihat di arah barat daya langit pada sore hari menjelang malam. Semakin jauh pergerakan bulan dari matahari, maka semakin kita bisa melihat bentuk bulan secara lebih utuh. 

3. First Quarter Moon 

Pada fase first quarter atau kuartal pertama ini, sebagian permukaan bulan disinari oleh matahari, sehingga menghasilkan bentuk setengah lingkaran sempurna. Fase ini disebut juga dengan half moon dan terlihat jelas di arah selatan langit para sore menjelang malam hari. 

Mengapa disebut sebagai kuartal pertama? Karena fase ini menandakan bulan sudah berada di seperempat perjalanan menuju satu siklus penuh. 

4. Waxing Gibbous Moon 

Seiring berjalannya waktu, bulan semakin “membesar” hingga memasuki fase waxing gibbous atau cembung awal. Gibbous sendiri berasal dari bahasa Latin, Gibbus, yang artinya “bungkuk” atau “bengkak”. Pada saat ini, bagian bulan sudah terlihat lebih dari 50 persen, namun belum sepenuhnya terlihat. 

Hasilnya, langit pun jadi lebih cerah karena bulan menerima pantulan cahaya yang lebih besar dari matahari. Bentuk bulan ini sangat mudah dilihat sepanjang malam di sisi langit mana saja. 

5. Full Moon 

Full moon atau purnama adalah fase bulan dimana bentuknya terlihat utuh dan bersinar sangat indah di langit. Pada saat ini, posisi bulan sangat simetris dengan bumi sehingga seluruh permukaannya terlihat dengan jelas. 

Bulan purnama terlihat jelas sesaat setelah matahari tenggelam dan sinarnya semakin terang saat hari semakin malam. Ini menandai separuh perjalanan bulan menuju satu putaran lunar cycle

6. Waning Gibbous 

Bulan purnama menjadi titik balik fase bulan dalam satu siklus. Fase cembung akhir menandakan hilangnya sebagian permukaan bulan yang tidak terkena cahaya matahari. Dari sini, bulan akan semakin tipis dan tipis saja hingga mencapai fase new moon lagi. 

Bulan berbentuk cembung akhir ini bisa dilihat setelah matahari tenggelam, dan tetap muncul di langit saat hari mulai gelap. Bahkan bulan ini sering terlihat di sisi barat daya langit setelah matahari terbit. 

7. Third Quarter Moon 

Saat bulan hanya muncul dalam bentuk setengah lingkaran saja, maka itulah tanda dimulainya fase kuartal ketiga atau third quarter. Ini adalah kebalikan dari fase kuartal pertama, dan sisi yang bersinar pun juga berlawanan dengan kuartal pertama. Artinya, bulan hampir memenuhi satu siklus putaran penuh dan akan segera kembali ke fase bulan baru. 

  1. Waning Crescent Moon 

Waning crescent adalah fase bulan sabit terakhir yang menandai akhir dari siklus lunar cycle. Beberapa hari setelahnya, bulan akan menghilang dan muncul lagi dalam bentuk yang baru. Bulan sabit akhir bisa dilihat di sisi rendah langit sebelah timur sebelum matahari terbit.  

Kalau ingin melihat perubahan fase bulan dari hari ke hari, buruan deh pantengin langit di sore menjelang malam hari. Eits, bukan cuma bulan lho yang punya ragam “variasi” bentuk. VELO juga punya banyak pilihan rasa yang bisa kamu pilih sepanjang hari. 

VELO adalah kantong nikotin pertama di Indonesia yang menawarkan cara baru untuk merasakan sensasi nikotin. Produk ini sangat praktis karena bisa kamu bawa ke mana saja dan digunakan di mana saja. VELO hanya bisa digunakan bagi setiap orang yang sudah berusia 18 tahun ke atas, pengguna produk nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui.

Indah Ariviani
Indah is an experienced writer specializes in lifestyle, design, and finance, who occasionally lost in her imaginations.

Related Articles

Leave a Reply