8 Fakta Menarik Santorini, Surga Kecil di Ujung Yunani

Siapa sih yang nggak kenal dengan Santorini? Buat kamu yang punya keinginan liburan ke luar negeri, Santorini jelas masuk ke dalam bucket list tempat yang wajib dikunjungi. Keindahan Santorini memang nggak bisa ditolak.

Ternyata keindahan Santorini dengan bentuk bulan sabitnya yang melengkung ini tercipta di tahun 1650 SM ketika terjadi erupsi vulkanis yang luar biasa. Erupsi vulkanis terakhir terjadi pada tahun 1956 yang menyebabkan munculnya gunung berapi kecil di dasar caldera.

Penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang Santorini? Yuk, simak faktanya berikut ini!

1. Santorini bukan nama aslinya

Sebelum akhirnya disebut sebagai Santorini, pulau kecil ini sempat berganti nama beberapa kali. Di zaman Neolitikum, bangsa Minoa yang menjadi penghuni pulau ini menyebutnya sebagai Strongoli.

Beberapa tahun kemudian, namanya berganti lagi menjadi Thera atau Thira dan Kalliste yang artinya berarti “yang paling indah”. Tidak diketahui kapan persisnya nama tersebut berubah menjadi Santorini. Namun kata Santorini merupakan gabungan dari “Santa” yang berarti “suci” dan dan “Irenene” atau Irene. Nama tersebut dipercaya berasal dari gereja yang terletak di Bukit Therassia.

Di Santorini sendiri ada lebih banyak gereja dibandingkan rumah penduduk. Tetapi sebagian besar gereja tersebut berukuran kecil dan tidak terbuka untuk umum.

2. Terkena dua kali erupsi vulkanis di masa lalu

Santorini memiliki sejarah erupsi vulkanis yang panjang di masa lalu. Di masa lampau, bangsa Minoa hidup dengan damai di Santorini sebelum ledakan gunung berapi menyerang dan menghancurkan separuh dari pulau tersebut di tahun 1650 SM.

Erupsi ini dikenal dengan nama Ledakan Strongoli yang mengubah sejarah pulau ini secara keseluruhan hingga hari ini. Ledakan kedua terjadi di pulau ini pada tahun 1956. Bencana tersebut menyebabkan sebagian besar bangunan hancur. Tidak hanya itu, pada ledakan tersebut sebuah desa kecil bernama Rocca ikut tenggelam ke dalam lautan.

3. Gunung berapinya masih aktif!

Erupsi tersebut menyebabkan bagian tengah pulau melesak ke dalam, membentuk kawah sedalam 1310 kaki. Semua gunung berapi yang ada di Santorini masih aktif, termasuk gunung yang menyebabkan ledakan pada 3000 tahun yang lalu.

Meskipun gunung berapi bisa meledak kapan saja, tidak menyurutkan semangat turis dari seluruh dunia untuk datang ke Santorini. Tidak seperti area gunung berapi lain yang biasanya dijauhi oleh penduduk, Santorini menjadi satu-satunya gunung berapi yang ditinggali dan ditempati secara permanen.

4. Keindahan alam Santorini tercipta dari erupsi

Santorini sangat terkenal akan keindahan alamnya, dengan lautan yang biru dan bangunan putih yang berdiri di atas tanah mirinya. Namun semua keindahan tersebut tidak muncul begitu saja.

Ledakan gunung berapi hebat yang sempat menghancurkan separuh dari pulau tersebut di masa lalu menciptakan teluk yang sangat cantik serta meninggalkan tanah vulkanis yang subur. Warna putih dari bangunan yang ada di Santorini konon juga didapatkan dari semburan abu dari ledakan gunung berapi.

Tetapi menurut versi lain, para penduduk sengaja mewarnai bangunan mereka dengan warna putih untuk memantulkan sinar matahari yang terik. Ini karena Santorini termasuk wilayah yang sangat panas, sehingga warna putih diharapkan tidak menyerap panas dari luar masuk ke dalam bangunan.

5. Legenda Atlantis

Hingga saat ini, Atlantis menjadi salah satu legenda yang belum terpecahkan. Atlantis dikenal sebagai negara yang sangat makmur di masa lalu, namun tenggelam ke dasar samudra setelah terjadi bencana alam.

Santorini diduga sebagai salah satu kemungkinan dari Atlantis yang ditulis oleh Plato. Erupsi yang terjadi pada tahun 1650 SM menciptakan tsunami yang sangat hebat di Laut Aegea dan menghancurkan peradaban Minoa di pulau Crete untuk selamanya. 

6. Wine lokal jadi favorit para turis

Salah satu yang tidak boleh dilewatkan saat liburan ke Santorini adalah mencicipi wine lokal buatan penduduknya. Santorini memiliki varian wine lebih dari 100 macam, menghasilkan kekayaan rasa wine yang mengagumkan.

Tanah vulkanis di pulau tersebut adalah tanah yang sangat subur dan secara alami mampu mencegah benalu agar tidak merusak tanaman anggur. Bahkan suplai anggur di Santorini jauh lebih banyak dibandingkan persediaan air yang cukup langka.

7. Lebih banyak turis daripada penduduk asli

Dengan luas wilayah yang hanya 90 km persegi saja, Santorini tidak banyak dihuni oleh manusia. Penduduk aslinya saja hanya mencapai 15 ribu orang. Namun jumlah turis atau wisatawan yang dapat ke sana jauh melebihi jumlah penduduk loka. Diperkirakan sekitar 2 juta turis internasional berkunjung ke Santorini setiap tahunnya.

8. Air di Santorini sangat terbatas

Meskipun Santorini dikelilingi oleh samudra yang biru dengan banyak pantai, persediaan air bersih di sana sangat terbatas. Santorini pada dasarnya adalah pulau yang kering. Hujan hanya turun saat musim dingin saja, sementara di musim panas cuaca bisa jadi sangat kering tanpa turun hujan sama sekali.

Penduduk lokal menampung air bersih saat hujan turun dan disimpan di dalam tangki-tangki besar sebagai persediaan hingga musim hujan berikutnya datang lagi.

Ketika liburan ke luar negeri, kita harus bisa menghormati budaya setempat dan menjaga nama baik negara kita. Misalnya dengan tidak mencemari udara dan lingkungan dengan merokok.

Bagaimana kalau kamu ingin menikmati nikotin agar tetap semangat saat liburan? Tenang saja! Ada VELO, kantong nikotin yang praktis dan tanpa asap. Kamu tidak perlu takut mengganggu kenyamanan orang di sekitar, tapi tetap bisa merasakan sensasi kehangatan nikotin selama 15-20 menit setelah menyelipkan kantong kecil ini di sela gusi dan mulut bagian atas. Tapi ingat ya, yang boleh mengkonsumsi VELO hanya mereka yang sudah terbiasa dengan nikotin, tidak sedang hamil, dan pastinya sudah berusia 18 tahun ke atas.

Indah Ariviani
Indah is an experienced writer specializes in lifestyle, design, and finance, who occasionally lost in her imaginations.

Related Articles

Leave a Reply