7 Makna Hujan Dalam Psikologi Yang Membuat Para Penyuka Hujan Lahir

Saat mendengar kata “hujan”, mungkin yang ada di kepala kita adalah tidur, jalanan basah, dan mager. Jika ditanya apakah makna hujan tersebut, mungkin beberapa dari kita akan mengatakan bahwa hujan ada butir-butir air yang turun dari langit menuju permukaan bumi.

Namun ternyata hujan memiliki makna dalam psikologi lho. Bagi beberapa orang, makna hujan dalam psikologi ini mungkin tidak terlalu penting. Namun hal ini berbeda dengan penyuka hujan.

Para penyuka hujan menganggap makna hujan dalam psikologi ini sangat penting karena berkaitan dengan kecintaan mereka terhadap hujan. 

So, apa saja sih makna hujan dalam psikologi yang sebenarnya? Yuk, simak artikel di bawah ini ya!

Memberikan rasa cinta

Dalam psikologi, hujan dimaknai sebagai pemberi rasa cinta bagi para pluviophile.

Nah, apa sih pluviophile itu?

Pluviophile sendiri adalah sebuah istilah yang merujuk pada orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap hujan. Sebenarnya pluviophile sendiri dianggap sebagai sebuah kelainan kejiwaan. Namun kebanyakan orang tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Jika saat hujan turun kamu mungkin akan mencari tempat berteduh, orang-orang pluviophile justru sebaliknya. Mereka akan menerobos ke tengah hujan agar tubuh mereka bersentuhan dan dibasahi oleh titik-titik hujan. Dengan demikian, mereka akan merasa sangat dicintai.

Memberi perasaan tenang

Banyak orang yang merasa bad mood saat hujan turun. Hal ini dikarenakan mereka merasa bahwa hujan menghambat semua aktivitas mereka.

Hal yang bertolak-belakang dirasakan oleh para penyuka hujan. Mereka cenderung merasa tenang dan lega saat hujan turun. Bahkan beberapa orang sengaja tidak memakai payung saat hujan agar mereka bisa bermain di bawahnya dan kesedihannya pun dilunturkan oleh air hujan.

Aroma khas hujan

Pernahkah kamu mencium aroma hujan? Aneh ya? Masa hujan punya aroma?

Banyak orang yang secara psikologi terpengaruh oleh hujan bisa mencium aroma khas yang dikeluarkan oleh hujan. Aroma khas yang dihasilkan hujan saat menyentuh bumi ini disebut sebagai petrichor dalam istilah psikologi.

Istilah petrichor sendiri dicetuskan oleh dua ahli bernama Roderick Thomas dan Joy Bear pada tahun 1964. Mereka memaparkan proses terbentuknya aroma khas hujan yang cuma terjadi ketika makna hujan dalam psikologi turun. 

Aroma khas yang dihasilkan hujan sebenarnya berasal dari tumbuhan mikroba yang tumbuh di permukaan tanah. Tumbuhan tersebut menghasilkan minyak yang memicu adanya aroma khas hujan.

Orang phobia hujan, kebalikan penyuka hujan

Dalam psikologi istilah yang berkaitan dengan perasaan terhadap hujan bukan hanya pluviophile. Jika pluviophile berarti penyuka hujan, maka ada makna lain yang disebut ombrophobia yang berarti orang-orang yang phobia hujan.

Saat hujan dalam makna psikologi turun, orang-orang yang menderita ombrophobia biasanya akan mengalami ketakutan dan kecemasan yang berlebihan, apalagi saat hujan datang disertai dengan sambaran petir. 

Karena ombrophobia adalah penyakit psikologis, maka ia hanya dapat diatasi dengan berbagai terapi psikologis.

Sebagian besar penyuka hujan memiliki kecenderungan introvert

Ya, kebanyakan penyuka hujan memang tergolong introvert. Orang-orang yang perasaannya sering terpengaruh hujan cenderung lebih senang menyendiri dan menghindari kerumunan.

Namun tentu saja para penyuka hujan atau pluviophile ini bukan orang-orang aneh. Mereka hanya orang yang lebih menikmati hujan dan tidak terlalu suka ngomong.

Nah, itulah beberapa makna hujan dalam psikologi yang bikin para penyuka hujan lahir. Apakah info ini baru buat kamu?

Related Articles

Leave a Reply