7 Fakta Unik Spaghetti, Pasta yang Sudah Ada Sejak Zaman Romawi

Siapa sih yang nggak kenal dengan spaghetti? Ini adalah jenis pasta yang paling terkenal di dunia. Baik di negara barat maupun Asia, spaghetti tampaknya menjadi santapan yang sudah tidak asing lagi. Spaghetti sering disebut sebagai makanan yang sederhana dan mudah dibuat. Rasanya yang nikmat membuat spaghetti disukai oleh segala usia.

Makanan khas Italia ini biasa disuguhkan dengan berbagai macam saus sesuai dengan selera. Mulai dari saus bolognese merah yang menggoda hingga carbonara yang creamy, spaghetti siap mengisi perutmu yang kelaparan.

Eits, tunggu dulu! Jangan hanya tergoda dengan kelezatannya saja ya. Kini saatnya kamu mencari tahu fakta menarik soal spaghetti yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya!

  1. Pertama kali dibuat di Cina! 

Spaghetti dan pasta lainnya boleh jadi makanan khas Italia. Kita semua pasti berpikir kalau makanan lezat ini juga ditemukan di negeri Menara Pisa itu. Siapa sangka kalau ternyata pasta (termasuk juga spaghetti) pertama kali disantap di negeri Cina pada tahun 5000 SM.

Menurut legenda, penjelajah hebat Marco Polo menjadi orang yang memperkenalkan spaghetti ke negara Italia pada abad ke-12. Namun menurut catatan peradaban Roman-Etruscan, mereka sudah mulai membuat adonan pasta pada tahun 500 SM. namun tetap saja Cina menjadi negara pertama yang mengkonsumsi spaghetti.

  1. Selain spaghetti, masih banyak jenis pasta lainnya

Spaghetti merupakan salah satu jenis pasta. Itu artinya masih ada banyak pasta yang lain. Coba tebak ada berapa jumlah pasta di seluruh dunia? 

Menurut International Pasta Organization, kurang lebih ada 600 jenis pasta berbeda yang beredar di seluruh dunia. Hmm, banyak juga ya! Tapi ternyata masih banyak yang tidak tahu soal ini lho. Selain spaghetti, ada penne, fettucini, dan farfalle termasuk jenis pasta yang terkenal di seluruh dunia.

  1. Dulunya dimakan tanpa saus tomat 

Rasanya mustahil membayangkan spaghetti tanpa saus tomat. Spaghetti bolognese dengan topping saus yang merah merona adalah spaghetti yang paling banyak disukai. Kehadiran saus tomat sebagai pelengkap spaghetti baru dikenal pada tahun 1500-an. 

Ini karena baru pada 1519 tomat masuk ke benua Eropa, ketika dibawa oleh penjelajah asal Spanyol, Cortez sepulang dari Meksiko. Baru pada saat itu spaghetti dan saus tomat menjadi belahan jiwa tak terpisahkan. Sebelumnya, bangsa Eropa menyantap spaghetti tanpa saus tomat.

  1. Italia adalah penikmat pasta terbesar! 

Fakta yang satu ini jelas tidak mengejutkan. Italia memang menjadi negara pemakan pasta terbesar, diikuti oleh Venezuela di urutan kedua dan Tunisia di urutan ketiga.

Menurut klaim International Pasta Organization, bangsa Italia lebih menyukai spaghetti dibandingkan jenis pasta lain yang jumlahnya ratusan itu. Setiap tahunnya, spaghetti yang dimakan oleh seluruh warga Italia diperkirakan mencapai 600 juta kilometer panjangnya! Jumlah itu setara dengan 15 ribu kali garis khatulistiwa dari bumi yang kita tempati ini.

  1. Pasta favorit warga Amerika

Bukan cuma bangsa Italia saja yang suka dengan spaghetti. Warga negeri Paman Sam juga lho. Di Amerika Serikat, spaghetti dikenalkan untuk pertama kalinya oleh seorang figur yang penting, yaitu Thomas Jefferson. Presiden ketiga AS itu menjadi orang pertama yang  menyantap pasta di tahun 1789. 

Di sepanjang abad ke-20, warga Amerika jatuh cinta pada pasta hingga mengabadikannya lewat berbagai karya film klasik seperti Night at the Opera (1935) oleh Marx Bersaudara, Lady and the Tramp (1955) dan Goodfellas (1990) oleh Disney. Di tahun 2013, sebuah survei yang dilakukan oleh Barilla World Pasta Day menemukan 3 jenis pasta yang paling disukai warga Amerika Serikat secara berurutan: spaghetti, penne, dan rotini.

  1. Dulunya merupakan makanan kaum bangsawan

Siapa sangka spaghetti yang kini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan pernah menjadi makanan yang hanya bisa dinikmati orang-orang berkedudukan tinggi. Pada abad ke-16, spaghetti hanya boleh dimakan oleh kaum bangsawan yang kaya raya dan disuguhkan di perjamuan-perjamuan penting pada zaman Renaissance. Misalnya saja seperti Bartolomeo Scappi yang bekerja sebagai koki kepausan pada pertengahan abad ke-16 yang membuat hidangan khusus dari pasta ravioli.

Namun hal ini mulai berubah di akhir abad ke-17 di kota Naples. Penduduk kota Naples menjadikan spaghetti dan pasta lainnya sebagai santapan wajib mereka saat makan. Ada 2 hal yang menyebabkan spaghetti akhirnya menjadi makanan sehari-hari mereka. Pertama, karena harga daging yang terlalu mahal. Kedua, karena larangan agama sehingga mereka tidak boleh mengkonsumsi daging. 

  1. Makan spaghetti bikin happy!

Percaya atau tidak, makan spaghetti dan jenis pasta lainnya bisa bikin kamu lebih happy! Tentu saja klaim ini bukan tanpa alasan. Selain rasanya yang memang lezat, kandungan karbohidrat dalam spaghetti dapat meningkatkan produksi serotonin, sebuah neurotransmitter yang dipercaya oleh para ilmuwan mampu memicu rasa tenang dan bahagia. 

Makan spaghetti bukan satu-satu hal yang bisa bikin kamu lebih happy lho. Setelah kenyang menyantap seporsi spaghetti yang lezat, kamu bisa menyempurnakannya dengan VELO, kantong nikotin yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Berbagai varian rasanya bisa kamu pilih sesuai selera. Selain itu, VELO bisa dinikmati dengan nyaman kapan saja dan dimana saja tanpa khawatir mengganggu orang lain.

Itu dia berbagai fakta menarik tentang spaghetti yang kamu mungkin belum tahu. Setelah membaca artikel ini, rasanya kamu ingin buru-buru ke dapur dan segera bikin pasta kesukaanmu bukan?

Indah Ariviani
Indah is an experienced writer specializes in lifestyle, design, and finance, who occasionally lost in her imaginations.

Related Articles

Leave a Reply