6 Jenis Teori Feminisme Yang Harus Kamu Ketahui

Sebagai sebuah gagasan yang sangat besar dan luas serta populer di berbagai belahan dunia, feminisme memiliki konsep dan teori sendiri. Teori feminisme melihat dunia dari perspektif perempuan. 

Jika dilihat pada perjalanan sejarah teori feminisme, teori ini secara konstan melakukan kritik terhadap berbagai tatanan sosial seperti perubahan sosial, kekuasaan, ketimpangan sosial, institusi politik, pendidikan, keluarga, dan sebagainya. 

Sebagai sebuah teori yang besar, teori feminis didasarkan pada 4 pertanyaan fundamental, yakni pertanyaan tentang bagaimana kehidupan (nasib) perempuan, mengapa perempuan berada di situasi sekarang (mengalami ketimpangan), bagaimana cara mengubah dunia sosial yang penuh ketimpangan tersebut, dan bagaimana perbedaan perempuan berdasarkan kehidupan, posisi, atau status sosial masing-masing.

Jika dilihat secara garis besar, teori feminisme sendiri berpusat pada 3 hal: (1) Objek penelitian utamanya, yakni bagaimana pengalaman dan situasi hidup perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, (2) Penempatan perempuan sebagai subjek utama dalam proses penelitian teori feminisme, dan (3) Usaha untuk menciptakan dunia yang tidak timpang, di mana kaum perempuan dalam menjalani kehidupan yang jauh lebih baik.

Teori feminisme sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

Teori Feminisme Kultural

Pada gerakan feminisme kultural, perhatian utama teorinya dipusatkan pada eksplorasi tentang nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat perempuan, yakni tentang bagaimana mereka menyadari bahwa mereka diposisikan berbeda dengan laki-laki.

Teori feminisme kultural percaya bahwa dengan mengetahui potensi kaum perempuan dalam masyarakat akan meningkatkan sumber kekuatan yang lebih sehat dibandingkan jika masyarakat tersebut hanya fokus pada budaya androsentris.

Teori Feminisme Liberal

Orang-orang yang menganut teori feminisme liberal percaya bahwa ketidaksetaraan gender dalam masyarakat terjadi karena adanya pembagian kerja yang tidak adil (seksis) dan kuatnya budaya patriarki. 

Oleh karena itu, para kaum feminis liberal sepakat bahwa kesetaraan gender akan mudah tercapai jika diadakan transformasi pembagian kerja mulai dari keluarga, pendidikan, lingkungan kerja, media, dan area-area kehidupan yang lain.

Teori Feminisme Radikal

Teori feminisme yang satu ini memang memiliki pandangan yang cukup jauh berbeda dari dua teori feminisme sebelumnya. Para penganut teori feminisme radikal memiliki fokus kaum perempuan dan mengabaikan kaum laki-laki.

Oleh karena itu, dalam perkembangannya, teori feminisme radikal menjadi salah satu teori feminisme yang paling ekstrim. Mereka fokus pada perjuangan tentang separatisme perempuan serta fokus memperjuangkan hak-hak perempuan secara biologis.

Yang membuat feminisme radikal menjadi semakin ekstrim adalah adanya anggapan bahwa kaum pria sama sekali tidak memberikan kontribusi dalam masyarakat.

Teori Feminisme Anarkis

Sama seperti feminisme radikal, teori feminisme anarkis merupakan salah satu teori feminisme yang paling ekstrim. Penganut teori ini percaya bahwa pusat permasalahan yang dialami oleh perempuan saat ini adalah negara dan kaum pria. Oleh karena itu, feminis anarkis  bertujuan untuk menghancurkan negara dan meruntuhkan pemerintahan yang dipimpin oleh kaum laki-laki. 

Teori Feminisme Marxis

Teori feminisme marxis percaya bahwa ketidaksetaraan gender terjadi karena adanya tindasan kapitalisme terhadap perempuan. Oleh karena itu, gerakan feminisme ini bertujuan untuk meruntuhkan sistem kapitalisme.

Teori Feminisme Sosialis

Teori feminisme yang satu ini merupakan kritis terhadap teori feminisme marxis. Para feminis sosialis percaya bahwa permasalahan yang dialami perempuan saat ini bukan disebabkan oleh kapitalisme, karena sebelum kapitalisme ada, posisi perempuan pun sudah berada di bawah laki-laki. 

Tujuan utama keberadaan feminisme sosial adalah untuk menghapuskan sistem kepemilikan pria dalam struktur sosial di masyarakat.

Nah, itu dia 6 teori feminisme yang harus kamu ketahui. Jangan lupa share artikel ini agar orang lain pun tahu!

Related Articles

Leave a Reply