6 Fakta Aristoteles Yang Semua Pecinta Filsafat Harus Tahu!

Kamu pernah mendengar nama Socrates, Plato, dan Aristoteles? Bagi pecinta filsafat, bahkan yang tidak terlalu concern dengan filsafat sekalipun, pasti sudah pernah mendengar tiga nama di atas! 

Mereka adalah filsuf besar dunia yang merupakan bagian dari peradaban Yunani kuno. 

Kita semua tahu bahwa peradaban Yunani kuno adalah salah satu peradaban paling besar di dunia banyak menyumbangkan hasil pemikiran untuk berbagai bidang ilmu pengetahuan, mulai dari filsafat, politik, dan sebagainya.  

Seperti yang telah disebutkan di atas, Aristoteles merupakan salah satu filsuf besar dunia yang kerap mendapat julukan sebagai bapak ilmu pengetahuan. Dengan julukan demikian, kamu pun pasti tahu bahwa Aristoteles adalah salah satu filsuf yang memiliki pengaruh paling besar pada dunia secara umum, terutama bidang filsafat. 

Karena Aristoteles adalah seorang yang memiliki pemikiran yang sangat brilian, selain berbagai pertanyaan tentang ilmu yang ia kaji atau temukan, banyak juga orang yang bertanya-tanya tentang bagaimana cerita awal kehidupan Aristoteles, perjalanannya menuju posisinya sebagai seorang filsuf besar, bahkan kehidupan pribadinya. 

Sebenarnya kehidupan Aristoteles itu sama gak sih sama kehidupan kita pada umumnya? Penasaran kan? Yuk, simak semua ceritanya dalam artikel di bawah ini! 

Cerita awal hidup Aristoteles 

Pada tahun 384 SM, teparnya pada zaman Kerajaan Yunani Kuno, Aristoteles dilahirkan ke dunia, yakni di Makedonia.  

Nikomakhos, Ayah Aristoteles merupakan salah satu orang yang memiliki posisi penting di Kerajaan Yunani Kuno. Posisinya saat itu adalah sebagai dokter kerajaan. Meskipun demikian, dokter kerajaan tetap dianggap sebagai bagian dari masyarakat kalangan menengah saat itu. 

Beranjak dewasa, Aristoteles dikenal sebagai seorang pemikir yang mampu memberikan berbagai ide brilian. Melihat hal tersebut, Nikomachos mendukung anaknya untuk menjadi salah satu orang yang berpengaruh. Saat itu, Aristoteles bahwa sudah mendapat berbagai julukan keren, dua di antaranya adalah The Philosopher dan The Master. 

Aristoteles belajar kepada Plato 

Fakta bahwa Aristoteles merupakan murid Plato, salah satu filsuf besar dunia yang brilian dan sangat berpengaruh, mungkin sudah kamu ketahui sejak lama. 

Yup, Aristoteles mulai berguru pada Plato saat ia berusia 17 tahun. Kepintarannya bahkan membuat ia menjadi murid kesayangan Plato saat itu. 

Aristoteles belajar kepada Plato selama 20 tahun. Ia baru berhenti belajar pada Plato guru yang sangat dikagumi itu meninggal dunia pada tahun 347 SM. 

Plato sendiri merupakan filsuf yang terlahir dari keluarga yang sangat kaya di zaman Kerajaan Yunani Kuno. Pemikirannya yang sangat luar biasa membuatnya berhasil mendirikan akademi Plato. Itu merupakan universitas pertama yang ada di dunia, tempat dimana Aristoteles belajar dan menggali ilmu tentang filsafat. 

Aristoteles mendirikan pusat pengajaran sendiri 

Setelah Plato meninggal dunia, Aristoteles pergi dari Athena, Ibukota Yunani di mana ia tinggal, lalu melakukan pengembaraan hingga durasi 12 tahun. 

Dalam pengembaraannya, ia mempelajari banyak hal baru, bahkan melakukan berbagai penelitian dan pengujian ilmu pengetahuan  

Setelah 12 tahun, ia kembali ke Atheba dan mendirikan akademi sendiri, yakni sebuah pusat penelirian dan pengajaran bernama The Lyceum. 

Hobi Aristoteles adalah berjalan-jalan sambil merenungkan berbagai ilmu pengetahuan yang telah ia dapat. Ia juga sering ‘berkeliaran’ untuk mengajarkan dan melakukan diskusi tentang ide-ide yang diperoleh dari hasil pemikirannya sendiri. 

Kerennya lagi, Aristoteles ternyata memiliki banyak pengikut, lho! Pengikut-pengikut itu disebut dengan julukan Peripatetics. 

Aristoteles adalah guru dari Alexander the Great 

Siapa sih yang tidak pernah mendengar tentang Alexander the Great atau Alexander yang Agung?  

Ia adalah tokoh pemimpin dunia yang sangat terkenal dengan kearifan dan kemampuannya dalam memimpin. Bahkan ia sering disebut sebagai pemimpin terhebat dalam sejarah. Ia dapat menaklukkan berbagai kekuasaan, termasuk Yunani, Persia, Eropa bahkan banyak wilayah Asia.  

Pada tahun 335 SM, Alexander the Great mulai memegang tahta Kerajaan Makedonia. Kepemimpinan tersebut berlangsung selama 13 tahun. 

 Karakteristik yang luar biasa dari Alexander the Great ternyata diperoleh dari didikan Aristoteles, lho! Kepada filsuf dunia yang satu ini, ia tidak hanya mempelajari tentang berbagai ilmu logika. Ia juga belajar soal filsafat sejak usia muda. Hal inilah yang mempengaruhi kehebatannya sebagai pemimpin. 

Karya-karya Aristoteles 

Tidak hanya di bidang filsafat, Aristoteles juga memiliki pengaruh besar di berbagai bidang ilmu pengetahuan lain, seperti fisika, biologi, geologi, geografi, kosmologi, anatomi, dan banyak lagi. 

Diperkirakan, ia juga telah menulis 200 karya tulis semasa hidupnya. Namun sayang, karya tulisnya yang terlihat hingga saat ini hanya mencapai 47 karya. 

Salah satu karya praktis Aristoteles ilmu yang berkaitan dengan sifat manusia yang berkembang di tingkat individu, keluarga dan masyarakat. Karya itu ia persembahkan untuk Nicomachean, putranya yang tewas di usia muda saat tengah berada dalam medan perang.  

Aristoteles memiliki 2 anak dari 2 pernikahan 

Mungkin kamu sempat bertanya-tanya apakah orang-orang jenius seperti Aristoteles juga memikirkan pernikahan? Jawabannya iya. 

Aristoteles bahkan menikah sebanyak dua kali, lho

Pertama, ia menikahi perempuan bernama Pythias, lalu memperoleh anak perempuan yang diberi nama 

Setelah istri pertamanya meninggal dunia, Aristoteles menikah lagi dengan Herpyllis yang sebelumnya merupakan budak Pythias. 

Dari pernikahannya yang kedua, ia memperoleh anak bernama Nicomachus, anak laki-laki yang tewas di medan perang. 

Nah, itu dia beberapa fakta tentang kehidupan Aristoteles. Kamu udah gak penasaran kan? Biar teman-temanmu juga gak penasaran, jangan lupa bagikan artikel ini ya! 

Related Articles

Leave a Reply