5 Logika Aristoteles Yang Ternyata Kurang Tepat, Sempat Setuju?

Semua orang pasti sudah pernah mendengar nama Aristoteles. Jika tidak di sekolah, kamu mungkin pernah mendengarkan di percakapan sehari-hari.

Aristoteles sendiri merupakan seorang filsuf Yunani yang telah menyumbangkan banyak hasil pemikiran yang sangat brilian untuk berbagai bidang ilmu pengetahuan, bukan hanya filsafat, tetapi juga fisika, biologi, politik, kimia, bahkan astronomi, lho!

Dulu, banyak ilmuwan menggunakan hasil pemikiran atau teori-teori, atau logika Aristoteles sebagai dasar untuk mengembangkan ilmu di bidang mereka masing-masing. Hal ini dikarenakan dulu jumlah filsuf besar seperti Aristoteles masih sedikit.

Namun seiring berjalannya waktu serta kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, banyak ilmuwan yang menemukan ada berbagai hal yang keliru dalam logika Aristoteles.

Mereka menemukan dan telah membuktikan bahwa filsuf besar dan jenius seperti Aristoteles pun ternyata bisa mengeluarkan teori dan logika yang tidak tepat.

Apa saja sih teori atau logika Aristoteles yang tidak tepat itu? Yuk, kita simak dalam artikel di bawah ini!

Logika Aristoteles tentang kaum laki-laki yang superior dan kaum perempuan yang inferior

Aristoteles pernah berkata bahwa secara alami, kaum laki-laki memiliki kekuasaan yang lebih besar dibanding kaum perempuan. Bahkan ia menggambarkan kaum perempuan sebagai kaum yang lemah, kurang, cacat, tidak pintar, dan tidak dewasa 

Dalam logika Aristoteles yang satu ini, pria dianggap memiliki peran yang lebih penting dalam hal proses reproduksi. Pria digambarkan sebagai sosok sempurna. Di dalam teorinya, Aristoteles mengatakan bahwa kelamin laki-laki yang dipotong tidak akan membuatnya ‘rusak’, itu hanya akan membuatnya menjadi feminim. Intinya, kaum perempuan dianggap sebagai kaum pria yang ‘dimutilasi’. Itu lah sebabnya perempuan tidak sempurna. Hal ini dijadikan Aristoteles sebagai bukti kebenaran teori yang ia buat.

Belut dan sebagian hewan tercipta dari benda mati

Aristoteles pernah mengamati belut untuk teorinya yang baru. Ia memotong belut tersebut dan tidak menemukan sel sperma maupun sel telur seperti yang ada pada jenis ikan lain. Hal ini membuatnya menarik kesimpulan bahwa kehidupan belut sebenarnya tidak berawal dari aktivitas reproduksi, melainkan dari benda mati, yakni lumpur.

Bukan hanya belut, Aristoteles juga melakukan pengamatan yang sama pada hewan lain seperti kerang, kutu, lalat, dan tiram, lalu ia mengambil kesimpulan yang sama atas alasan yang sama.

Keabadian semesta

Pernahkah kamu mendengar logika Aristoteles tentang bagaimana semesta terbentuk? Dalam teori Aristoteles, ia berpendapat bahwa semesta, baik bumi dan seluruh isina, sudah ada sejak zaman dahulu.

Logika Aristoteles yang satu ini tidak mempertimbangkan penemuan fosil di berbagai tempat oleh para arkeolog yang di zaman itu sebenarnya sudah ada.

Bumi adalah pusat alam semesta

Di sekolah, kamu mungkin mempelajari bahwa pusat alam semesta adalah matahari. Hal ini dikenal sebagai teori heliosentris, di mana bumi, bintang, dan planet-planet lain berputar mengelilingi matahari.

Namun tahukah kamu bahwa ternyata Aristoteles memiliki teori yang berbeda?

Menurut logika Aristoteles, bumi adalah pusat alam semesta. Semua benda langit berputar mengelilingi bumi. Teori ini dikenal sebagai teori geosentris.

Ada orang yang terlahir sebagai budak

Salah satu logika Aristoteles yang banyak ditentang adalah logika tentang sebagian orang di bumi yang memang dilahirkan hanya untuk menjadi budak, tidak bisa lebih.

Hal ini dikarenakan orang-orang tersebut tidak pintar dan tidak bisa berpikir sendiri. Mereka hanya bisa menerima perintah yang diberikan oleh orang lain untuk dijalankan.

Nah, itu dia beberapa logika Aristoteles yang banyak ditentang dan ternyata terbukti tidak tepat. Kamu sempat percaya teori yang mana?

Related Articles

Leave a Reply