5 Hal Tentang Alat Musik Ritmis Yang Perlu Kamu Ketahui

Musik adalah salah satu hal yang kerap dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Musik dijadikan sebagai media hiburan bagi hampir semua kalangan. Bukan hanya untuk keperluan hiburan, musik juga sering dikaitkan dengan olahraga, agama, bahkan berbagai ritual upacara adat.

Untuk menghasilkan musik, tentu kita membutuhkan alat. Jika dilihat dari fungsinya, alat musik sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu alat musik harmonis, alat musik melodis, dan alat musik ritmis.

Sebagai pecinta musik, mungkin alat musik yang pernah atau sering kamu mainkan adalah alat musik melodis dan alat musik harmonis, apalagi bagi kamu yang suka mengiringi penyanyi dengan kemampuan musikmu.

Lalu bagaimana dengan alat musik ritmis? Apakah kamu pernah memainkannya.

Faktanya, fungsi alat musik ritmis dengan alat musik melodis dan harmonis ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan, lho!

Nah, apa saja sih hal yang membedakan alat musik ritmis dan jenis alat musik lainnya? Agar kamu tahu, baca 5 fakta di bawah tentang alat musik ritmis yang wajib banget kamu ketahui!

Alat musik minim nada

Sekarang coba ambil alat musik kesayanganmu di rumah. Gitar, misalnya. Saat kamu memetik senar gitar yang berbeda-beda, menekan bagian gagang gitar yang berbeda, nada yang dihasilkan pun pasti akan berbeda.

Nada yang sangat beragam juga akan kamu temukan pada alat-alat musik lain seperti seruling, organ, atau piano. Masing-masing alat musik tersebut dapat menghasilkan banyak nada ketika dimainkan.

Nah, bagaimana dengan alat musik ritmis? Apakah nada yang dihasilkan juga beragam?

Sayangnya tidak. Alat musik ritmis atau yang juga sering disebut sebagai alat musik berirama, secara definitif berarti alat musik yang tidak dapat membunyikan atau menghasilkan nada tertentu. Ya, memang sesuai namanya “ritmis”, maka nadanya pun tidak tetap. Bahkan banyak orang berpendapat bahwa alat musik ritmis adalah alat musik yang tidak memiliki nada 

Hal ini dikarenakan alat musik ritmis biasanya digunakan sebagai pengatur tempo.

Walaupun demikian, alat musik ritmis tetap memiliki peran penting dalam lagu, lho! Ia dapat menyempurnakan sebuah pertunjukan musik atau lagu. Jadi jangan pandang sebelah mata ya!

Alat musik ritmis tradisional dan modern

Seperti halnya jenis alat musik lain, alat musik ritmis juga memiliki keberagaman, ada yang tradisional dan ada yang modern. 

Alat musik tradisional biasanya banyak digunakan dalam berbagai upacara adat. Sementara alat musik modern digunakan untuk permainan musik yang lebih luas, termasuk melengkapi penampilan musik jazz, dangdut, pop, dan sebagainya.

Berbagai contoh alat musik ritmis

Terdapat banyak contoh alat musik ritmis baik yang dimainkan dengan cara dipukul maupun dikocok.

Untuk alat musik tradisional, beberapa contohnya adalah kendang, tifa, gandrang, tamborin, rebana, dan sebagainya.

Sementara untuk alat musik ritmis modern, beberapa di antaranya adalah simbal (cymbal), triangle, drum, dan sebagainya.

Fungsi alat musik ritmis

Alat musik ritmis pun memiliki keberagaman. Setiap alat musik memiliki ciri sendiri, mulai dari cara memainkannya, seperti dipukul dan dikocok, hingga bunyi yang dihasilkan. 

Jika dilihat dari fungsinya, seperti dijelaskan sebelumnya, alat musik ritmis biasanya dijadikan untuk mengatur tempo sebuah pertunjukan musik. Tidak hanya itu, alat musik ritmis juga dapat digunakan untuk mengatur tempo koreografi dalam seni tari. 

Intinya, alat musik ritmis juga dapat dijadikan sebagai alat untuk melakukan harmonisasi pada musik yang sedang dimainkan atau tarian yang sedang ditampilkan.

Fungsi lain dari alat musik ritmis adalah sebagai penanda bagi pemusik atau penyanyi soal kapan mereka berpindah ke bagian lagu tertentu, kapan lagu dimulai, dan sebagainya. Hal yang sama juga berlaku bagi penari  di mana alat musik ritmis digunakan sebagai penanda kapan sang penari harus mengubah gerakan dari waktu ke waktu.

Benar kan, meskipun kerap dianggap tidak memiliki nada, alat musik ritmis ternyata memiliki segudang fungsi!

Banyak digunakan dalam upacara adat 

Peranan alat musik ritmis dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam upacara adat memang sudah tidak diragukan.

Mungkin yang paling sering terlihat di media-media TV adalah kendang yang merupakan alat musik ritmis dari Jawa. Ia sering digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk upacara pernikahan. 

Contoh alat musik ritmis lain yang sering digunakan dalam upacara adat adalah tifa, alat musik khas dari Papua. 

Tifa sendiri sering terlihat digunakan sebagai alat musik pengiring acara penyambutan tamu, pesta adat, bahkan berbagai tarian dari Indonesia bagian timur, seperti Tari Perang, Tari Gatsi, dan Tari Asmat.

Dalam permainannya, fungsi tifa pada upacara adat disesuaikan dengan ukuran alat musiknya serta ukiran yang dibuat pada bada tifa. Pada beberapa suku di Papua, tifa memiliki motif serta ukiran. yang berbeda-beda.

Setelah dari Papua, saatnya kita jalan-jalan ke wilayah Sulawesi. Di daerah ini alat musik ritmis juga memiliki peranan yang sangat penting dalam upacara adat. Salah satunya adalah Gandrang. 

Alat musik ritmis Gandrang yang asli biasanya terbuat dari kayu cempaka atau kayu nangka. Seperti kendang, pada alat musik yang satu ini juga terdapat rongga yang ditutupi dengan kulit binatang, biasanya yang digunakan adalah kulit kambing.

Untuk memainkannya pun mirip seperti kendang. Kita hanya perlu memukulnya di bagian rongga yang ditutupi kulit.

Di Sulawesi, ada beberapa upacara adat yang memanfaatkan gandrang. Salah satunya digunakan dalam upacara adat penyucian berbagai benda pusaka milik kerajaan, yakni benda-benda yang dianggap keramat, seperti gaukang atau kalompoang.

Bukan hanya itu, gandrang juga merupakan alat musik ritmis andalan yang dipakai untuk mengiringi berbagai tarian adat di Sulawesi, dimainkan bersamaan dengan alat musik lain.

Related Articles

Leave a Reply