5 Fakta Tentang Nikotin yang Jarang Diketahui

Nikotin mungkin merupakan salah satu nama zat kimia yang sudah tidak asing lagi di telinga, terutama bagi para perokok aktif. Bahkan bagi orang-orang yang tidak merokok pun nama zat ini mungkin sudah umum didengar, di mana nikotin diketahui sebagai zat yang membuat perokok menjadi kecanduan menghisap rokok. Bahkan, efek adiktif dalam zat ini dapat membuat seseorang terus menambah dosisnya jika sudah kecanduan.

Karena adanya stigma negatif tentang rokok, stigma negatif terhadap nikotin sebagai salah satu kandungan utama dalam rokok juga kerap terdengar pada masyarakat awam. Bukan hanya soal sifatnya yang adiktif, nikotin juga tidak jarang dilekatkan pada berbagai efek negatif lainnya, bahkan efek yang memungkinkan munculnya sel-sel kanker.

Memang nikotin sendiri memiliki beberapa efek negatif jika digunakan pada dosis tertentu. Orang-orang yang sebelumnya sudah kecanduan nikotin dan tiba-tiba memutuskan untuk berhenti juga akan mengalami efek negatif seperti gangguan mood, peningkatan nafsu makan, pusing, dan kesulitan untuk fokus.

Namun apakah benar nikotin dapat memicu lahirnya sel-sel kanker dalam tubuh manusia?

Pemanfaatan nikotin dalam kehidupan sehari-hari

Bagi masyarakat awam, nikotin kerap dikenal sebagai zat kimia yang diekstraksi dari daun tembakau dan digulung atau dimasukkan ke dalam rokok, kemudian digunakan oleh sekitar 1,1 miliar orang di dunia. Padahal nikotin lebih dari itu. 

Berdasarkan berbagai penelitian, manusia telah menggunakan kandungan nikotin sejak tahun 1960-an. Zat tesebut digunakan oleh manusia untuk melindungi tanaman pertanian dari hama serangga.

Pemanfaatan nikotin juga dilakukan oleh Suku Indian yang berada di Amerika Utara. Mereka memanfaatkan daun tembakau untuk keperluan upacara adat serta melakukan berbagai pengobatan.

Bagi Suku Peradaban Maya, nikotin juga sudah digunakan sejak abad ke-10. Keperluannya adalah untuk melakukan berbagai ritual. Daun tembakau ini  biasanya disimpan di wadah khusus sebelum digunakan oleh penduduk suku maya. 

Terdapat tumbuhan lain yang mengandung nikotin

Selama ini kamu mungkin menganggap nikotin hanya ditemukan pada tembakau. Ternyata tembakau bukan satu-satunya tumbuhan yang mengandung nikotin, lho.

Meskipun sejauh ini tanaman dengan kandungan nikotin tertinggi adalah tembakau, namun penelitian menunjukkan bahwa tanaman-tanaman yang tergolong sebagai tanaman Solanaceous juga mengandung nikotin dengan kadar tertentu. Selain tembakau, tanaman Solanaceous meliputi terong, paprika merah, kentang, tomat, kembang kol, dan sebagainya.

Ambil salah satu contoh, misal terong. Dalam biji tanaman ini, terdapat kandungan nikotin yang dapat menimbulkan pelepasan hormon dopamine apabila digunakan pada dosis tertentu. Hormon tersebut adalah hormon yang sama dengan hormon yang dilepaskan tubuh saat menggunakan tembakau. 

Artinya, nikotin juga hadir dalam dosis kecil pada makanan yang kita konsumsi sehari-sehari, namun mengapa kita hanya memusuhi nikotin saja? Seperti disebutkan di atas, jika nikotin digunakan dalam dosis yang tidak berlebihan, maka tidak akan ada efek negatif yang ditimbulkan.

Nikotin merupakan stimulan ringan

Tahukah kamu bahwa selain dapat melepaskan hormon dopamine, nikotin juga dapat merangsang pelepasan hormon adrenaline dari ginjal ke dalam darah? Pelepasan hormone ini mengakibatkan penyempitan pembuluh darah sementara serta peningkatan tekanan darah dan detak jantung sementara.

Pada US Congress yang dilaksanakan di 1990, nikotin disebutkan dapat memberikan pengaruh kepada tubuh berupa perasaan rileks, lebih energik, atau mungkin sebaliknya. Efek inilah yang biasanya dikenal dengan efek bifasik (biphase effect).

Meskipun cukup banyak efek yang diakibatkan oleh konsumsi nikotin dalam kadar tertentu, zat ini tetap dianggap sebagai stimulan ringan karena efeknya tidak bertahan lama. 

Nikotin tidak memicu tumbuhnya sel-sel kanker

Berkaitan dengan stigma negatif yang kerap disematkan pada nikotin, zat ini juga dipercaya awam sebagai zat yang bersifat karsinogenik atau zat yang mendorong pertumbuhan sel-sel kanker. Padahal hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut adalah benar. Hal ini pernah ditegaskan oleh WHO.

Berbagai produk yang dibuat dengan kandungan nikotin telah terjamin keamanannya dan telah teruji secara klinis. Produk-produk bernikotin yang dikeluarkan secara legal biasanya mengandung kadar nikotin dalam kondisi normal, tidak berlebihan. Bahkan oleh beberapa agensi seperti US Food and Drugs Administration (FDA) dan K Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) menyatakan bahwa nikotin tidak berbahaya jika digunakan dalam kadar yang normal.

Namun tentu saja, meskipun sudah dinyatakan cukup aman pada dosis tertentu, bukan berarti nikotin bebas dari berbagai resiko. Berbagai penelitian ke beberapa hewan menunjukkan bahwa nikotin dapat merusakan sistem reproduksi dan perkembangan janin. Bagi manusia, nikotin dapat memperburuk diabetes. Jadi tetap hati-hati ya!

Nikotin dalam kadar normal tidak memicu gangguan kognisi

Berbagai pendapat awam juga menyatakan bahwa nikotin dapat memicu terganggunya sistem kognitif manusia. Padahal sebaliknya, nikotin sendiri terbukti mampu meningkatkan kinerja dan fungsi kognitif.

Beberapa efek yang ditimbulkan yaitu peningkatan gairah dan fokus kerja serta penurunan rasa bosan. Bahkan menurut Royal College of physicians di Inggris, nikotin merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan keterampilan sistem motorik halus.

Nah itu dia 5 fakta tentang nikotin yang jarang diketahui. Intinya, nikotin bukanlah zat berbahaya apabila penggunaannya tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap mengikuti aturan medis.

Jika kamu ternyata sudah terlanjur mengalami kecanduan nikotin, itu artinya kamu harus segera mengunjungi dokter. Biasanya perlakuan yang dilakukan terhadap pecandu nikotin adalah pemberian terapi dan obat-obatan. Selain itu, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan olahraga dengan rutin serta mulai mengonsumsi makanan-makanan sehat.

Di Indonesia, terdapat sebuah produk kantong nikotin yang disebut VELO, produk nikotin buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Produk ini merupakan produk kantong nikotin all-white pertama di Indonesia dengan bahannya yang dibuat dengan kualitas tinggi.

Related Articles

Leave a Reply