5 Fakta Petrichor, Aroma Khas Saat Hujan Turun

Sekilas hujan mungkin hanya sekedar peristiwa alam biasa di pikiran kita. Hujan datang sebagai hasil dari penguapan panas dari bumi, pembentukan awan, dan turunnya butir-butir air kembali ke bumi.

Namun pernahkah kamu berpikir bahwa ternyata hujan juga memiliki makna yang dalam dari segi psikologi?

Ya, dalam psikologi bahkan ada beberapa istilah yang berkaitan dengan hujan. Salah satunya adalah pluviophile

Pluviophile merujuk pada orang-orang yang memiliki kedekatan dan kecintaan personal pada hujan. Mereka akan merasa tenang dan bahagia setiap kali hujan turun.

Uniknya lagi, para pluviophile memiliki kemampuan untuk mencium aroma khas hujan yang sebenarnya memang ada dan wajar (karena berasal dari tumbuhan mikroba yang muncul di atas tanah setelah hujan turun), terutama setelah musim kemarau panjang, namun terkadang kita yang bukan pluviophile kesulitan menyadari aroma khas tersebut.

Dalam psikologi, aroma khas hujan juga memiliki istilah, yakni petrichor. Istilah petrichor ini pertama kali dicetuskan oleh dua ilmuwan asal Australia bernama R. G. Thomas, dan Isabel Joy Bear pada 1964. Seperti yang disebutkan sebelumnya, aroma khas hujan tersebut berasal dari bakteri di tanah.

Kata “petrichor” sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yakni “petros” yang artinya “batu”, dan “ichor” yang artinya “cairan pada pembuluh darah dewa”.

Tidak sampai di sana, ternyata ada beberapa fakta menarik yang berkaitan dengan petrichor yang bagi sebagian orang sangat menenangkan ini. Apa saja sih fakta-fakta tersebut?

Berasal dari bakteri

Seorang ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology memaparkan bahwa penyebab muncul petrichor adalah jenis mikroorganisme yang disebut actinobacteria.

Actinobacteria sendiri banyak ditemukan di berbagai wilayah di bumi, baik pedesaan, perkotaan, bahkan di daerah laut. 

Actinobacteria bekerja dengan menguraikan bahan-bahan organik yang sudah busuk. Penguraian tersebut pun menghasilkan senyawa organik bernama geosmin yang merupakan cikal  bakal dari petrichor.

Udara lembab

Petrichor juga dihasilkan dari pengaruh udara lembab. Umumnya actinobacteria memang menguraikan bahan-bahan organik pada udara lembab, karena proses penguraian yang dilakukan saat tanah kering atau pada saat musim kemarau cenderung lambat. Inilah yang membantu munculnya petrichor setelah hujan turun usai kemarau panjang.

Kontribusi tumbuhan

Tahukah kamu bahwa petrichor tidak hanya disebabkan oleh bakteri dan dipengaruhi oleh udara lembab saja? Beberapa jenis tumbuhan juga turut berkontribusi dalam lahirnya petrichor lho!

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, petrichor disebabkan oleh adanya senyawa kimia geosmin. Tapi selain itu, aroma khas hujan ini juga ada kaitannya dengan minyak yang diproduksi oleh beberapa jenis tumbuhan selama musim kemarau.

Yep, saat musim kemarau tiba, berbagai jenis tumbuhan memang memproduksi minyak. Ketika udara lembab, yakni saat hujan tiba dan reda, minyak tersebut pun dilepaskan oleh tumbuhan dan menjadi cikal bakal aroma khas hujan.

Adanya aerosol

Saat hujan turun, kamu pasti pernah memperhatikan tanah. Biasanya di sana terdapat partikel-partikel kecil berupa rintik-rintik hujan yang dinamakan aerosol.

Dalam menghasilkan petrichor, aerosol bertugas meluruhkan bau segar dari geosmin. 

Aroma khas yang dihasilkan pun dilepas bersama dengan partikel aerosol, terbang dibawa angin, hingga sampai ke indra penciuman kita.

Petrichor tidak bertahan lama

Yep, aroma khas hujan hanya tercium beberapa saat setelah hujan reda. Ketika tanah kering kembali, petrichor akan lenyap. Hal ini dikarenakan melambatnya aktivitas actinobacteria saat di area yang kering.

Demikian beberapa fakta tentang petrichor. Apakah kamu pernah mencium aroma khas hujan saat hujan baru reda?

Related Articles

Leave a Reply