5 Dampak Revolusi Bulan Bagi Bumi

Bulan adalah benda luar angkasa yang dikenal sebagai satelit bumi. Jika bumi beredar mengelilingi matahari, maka bulan beredar mengelilingi bumi sebagai pusatnya. Bulan bukan sekedar satelit yang mengikuti arah bumi saja lho.

Revolusi bulan ternyata membawa beberapa dampak tersendiri bagi kehidupan dan fenomena alam di bumi. Apa saja ya kira-kira dampak yang bisa kita rasakan, baik secara langsung maupun tidak langsung?

1. Jumlah hari dalam kalender

Sudah sejak lama perputaran bulan digunakan oleh orang Islam untuk menentukan awal kalender tahun Hijriah. Umumnya jumlah hari pada satu bulan kalender Hijriah adalah antara 29 dan 30 hari. 

Jika dihitung secara rinci, dalam satu bulan Hijriah ada 29,5 hari. Inilah yang kemudian menyebabkan tahun kabisat, dimana sisa hari diakumulasikan menjadi satu yang utuh. Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan secara universal.

Dalam satu tahun Hijriah, jumlah harinya hanya sekitar 355 hari saja. Inilah yang menyebabkan hari-hari besar umat Islam maju sekitar 10 hari lebih cepat dari tahun sebelumnya.

2. Perubahan fase bulan dan bentuknya

Tidak seperti benda langit lainnya yang sering terlihat di langit, bulan mengalami perubahan bentuk dari waktu ke waktu. Ternyata perubahan bentuk ini juga disebabkan oleh revolusi bulan itu sendiri lho.

Saat bulan berputar mengelilingi bumi, maka kadar cahaya matahari yang ia terima dan bisa dipantulkan kembali tidak sama. Misalnya di titik terjauh bulan dengan matahari, maka yang muncul adalah bulan sabit tipis yang kadang tidak nampak di langit. Berbeda lagi jika bulan berada dalam posisi yang simetris sehingga seluruh permukaannya dapat disinari secara utuh oleh matahari, menciptakan fenomena yang disebut dengan bulan purnama.

3. Gerhana bulan

Gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam posisi sejajar secara linier. Jika digambarkan, maka bulan terlihat berada di “belakang” bumi, sedangkan bumi berada persis di tengah-tengah matahari dan bulan.

Ini menyebabkan sinar matahari yang seharusnya diterima bulan terhalang oleh bumi. Hal ini menyebabkan terbentuknya dua buah bayangan, yaitu umbra dan penumbra.

4. Gerhana matahari

Fenomena alam selanjutnya yang bisa terjadi karena revolusi bulan adalah gerhana matahari. Pada saat ini terjadi, posisi matahari, bulan, dan bumi secara berurutan membentuk sebuah garis lurus.

Akibatnya, bulan menjadi penghalang masuknya sinar matahari ke bumi dan membentuk bayangan gelap yang terlihat jelas di langit. Gerhana bulan sendiri terdiri dari 4 jenis, tergantung dari posisi bulan yang sangat menentukan terjadinya gerhana. Ada gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari total, dan gerhana matahari hibrid.

5. Pasang dan surut air laut

Hal ini sering muncul di pelajaran IPA semasa SD. Perputaran bulan terhadap bumi sangat mempengaruhi pasang dan surutnya air di laut. Revolusi bulan menyebabkan air laut yang posisinya menghadap bulan cenderung tertarik oleh gaya gravitasi bulan sehingga menyebabkan pasang naik. Sebaliknya, air laut yang tidak menghadap bulan akan mengalami surut.

Saat langit sedang terang di malam hari, kamu suka melihat bulan dan bintang-bintang yang bersinar indah nggak sih? Jangan hanya bengong, kamu bisa tetap melakukan aktivitas saat menikmati indahnya langit.

Salah satunya adalah menghangatkan tubuh dengan sekantong VELO. VELO adalah produk kantong nikotin pertama di Indonesia yang akan memberikan sensasi kehangatan selama 15-20 menit selama pemakaian. Bebas asap dan lebih praktis tentunya!

Indah Ariviani
Indah is an experienced writer specializes in lifestyle, design, and finance, who occasionally lost in her imaginations.

Related Articles

Leave a Reply