5 Ciri Pasangan Posesif Yang Perlu Kamu Hindari

 

Kamu pasti sudah sering mendengar istilah “posesif” kan? Bagi beberapa orang, posesif dianggap sama seperti cemburu. Padahal posesif berada di level yang lebih tinggi dibanding sekedar cemburu lho

Dalam menjalin hubungan dengan pasangan, misalnya, perasaan cemburu hanya terbatas pada perasaan kesal atau tidak suka melihat pasangannya dekat dengan orang lain. Sementara posesif dapat diartikan sebagai perasaan cemburu yang berlebihan, bahkan kerap kelewat batas, yang memunculkan sikap over protective yang membuat pasangan menjadi tidak nyaman. 

Dengan kata lain, sikap posesif dapat diartikan sebagai controlling behaviour. Biasanya alasan seseorang bersikap posesif adalah karena rasa sayangnya terhadap pasangan. Padahal sikap posesif sendiri merupakan sebuah sikap yang tidak benar atau negatif. Dengan menunjukkan sikap posesif, seseorang dapat dikatakan kurang percaya diri atau merasa rendah diri dan takut disaingi oleh orang lain. 

Hubungan yang dibumbui sikap posesif satu pihak–atau mungkin kedua pihak–sangat banyak kita temukan di kehidupan sehari-hari. Namun sayang, banyak orang tidak menyadarinya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sikap posesif kadang disalah-artikan sebagai perasaan cemburu karena sayang. 

Padahal jika sikap posesif dibiarkan terus-menerus, sebuah hubungan akan tumbuh hubungan yang toxic dan tidak harmonis. Jika sudah demikian, apakah kedua orang yang sedang menjalin hubungan bisa nyaman menjalaninya? Tentu saja tidak! 

Oleh karena itu, kamu wajib tahu apa saja sih ciri pasangan yang posesif. Jika kamu sudah tahu tanda-tandanya, kamu dan pasangan pun bisa saling mengingatkan. Namun jika sekedar mengingatkan sudah tidak lagi bekerja dengan baik, mau gak mau, ya loe gue end! Rasanya memang lebih baik hubungan toxic segera berakhir daripada kamu harus menjalani hubungan untuk waktu yang lama dan ternyata berakhir dengan cara yang tidak enak, bahkan menyakitkan. Kamu pasti gak mau merasa sakit lebih lama dong

Nah, berikut beberapa ciri pasangan posesif yang wajib kamu tahu dan hindari! 

Pasangan posesif membuatmu jauh dari teman bahkan keluarga 

Saat kamu punya pasangan yang memang betul-betul sayang kepadamu, ia pasti berusaha menjadi orang yang selalu ada untukmu. Tidak hanya itu, ia juga akan selalu berusaha membantumu lewat teman atau keluargamu saat kamu menghadapi masalah dan ia tidak bisa melakukannya sendirian. 

Namun apakah setelah menjalin hubungan dengan pasanganmu saat ini membuatmu kehilangan banyak teman dan jauh dari keluarga? Jika iya, maka perasaan pasanganmu patut dipertanyakan. 

Awalnya mungkin ia hanya menginginkan perhatian lebih darimu. Tahap selanjutnya, ia tidak ingin kamu menghabiskan waktu terlalu lama dengan teman maupun keluargamu. Ia hanya ingin waktumu dihabiskan dengannya. Mungkin kamu bisa menjadi lemah, apalagi jika alasan yang ia berikan adalah rindu. 

Jika kamu terus meng-iya-kan permintaannya untuk tidak menghabiskan waktu banyak dengan teman atau keluargamu, otomatis ia telah menguasaimu. 

Parahnya, jika kamu sedang punya masalah dengannya, kamu akan semakin lemah karena tidak ada teman atau keluarga yang bisa kamu ajak bercerita. Bahaya banget

Pasangan posesif selalu protes untuk hal-hal kecil 

Seseorang yang posesif dalam hubungan biasanya merasa bahwa ia dapat mengatur pasangannya sesuka hati. Ia tidak rela kamu melakukan kesalahan kecil pun. Mungkin yang kamu lakukan bukan sebuah kesalahan, hanya hal kecil yang ia kurang suka, namun ia tetap akan protes. Misalnya cara berbicara, cara berpakaian, bahkan cara berbicara.  

Kamu yakin mau berhubungan dengan orang yang membuatmu tidak menjadi diri sendiri?  

Pujian bersyarat 

Pujian biasanya diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap seseorang. Pasangan yang posesif pun tidak jauh dari hobi memuji pasangannya. Namun sayang, pujian yang dilontarkan biasanya berupa pujian bersyarat. Misalnya, “Aku akan sangat menyayangimu jika kamu menjauh dari si A,”  atau “Aku akan memberikan perhatian yang lebih padamu jika kamu juga melakukan hal yang sama,” atau “Kamu lebih baik pakai celana jeans saja, kamu gak cocok pakai rok,” bahkan “Aku tidak suka kamu berbicara di telepon terlalu lama dengan orang tuamu, waktumu denganku jadi berkurang.” 

Jika kamu mendengar kalimat-kalimat sejenis, kamu harus berhati-hati ya, karena ini merupakan tanda pasangan posesif yang paling jelas! 

Pasangan posesif ingin tahu informasi detail tentangmu 

Mengenal pasangan dengan baik merupakan hal yang wajib dilakukan. Namun, jika keingin-tahuannya berubah menjadi berlebihan dan membuatmu tidak nyaman, hal ini perlu diwaspadai ya! 

Misalnya, pasanganmu ingin dikabari tiap jam tentang apa yang sedang kamu lakukan, kamu di mana, dan sedang bersama siapa. Lebih parahnya lagi, ia ingin tahu semua password media sosialmu. Yang seperti ini wajib banget dihindari ya! 

Memanfaatkan rasa bersalah 

Seorang pasangan yang posesif akan berusaha membuatmu terus-menerus merasa bersalah, bagaimanapun caranya. Jika kamu sudah merasa bersalah, ia akan menjadikan hal itu sebagai senjata utamanya untuk mengontrol kamu lebih jauh lagi. Tentunya kamu akan sangat dirugikan! 

Kamu yakin bisa nyaman menjalani hubungan demikian? 

Pasangan posesif selalu manipulatif 

Saat awal-awal kenal dan menjalin hubungan, ia akan menunjukkan sikap romantis yang sangat tinggi. Ia akan memperlakukanmu seolah kamulah satu-satunya orang yang ia kenal di dunia. Ia akan membuatmu berpikiran bahwa ia akan melakukan apapun untukmu. 

Dengan cara demikian, kamu akan merasa berhutang padanya. Jika sudah demikian, ia pun dapat mengontrolmu lebih jauh. 

Nah, itu dia beberapa ciri pasangan posesif yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai sikap posesif membawa hubunganmu menjadi hubungan yang toxic ya! 

Related Articles

Leave a Reply