5 Cerita di Balik Layar tentang Sejarah Internet Indonesia

Siapa sih yang tidak tahu atau tidak pernah mendengar kata “internet”? Kamu mungkin akan heran jika ada orang yang mengatakan ia tidak mengenal internet. Bagaimana tidak, saat ini internet seolah sudah menjadi kebutuhan primer sebagian besar orang. Kalau pun bukan merupakan merupakan kebutuhan primer, biasanya internet digunakan sebagai kebutuhan sekunder.

Pokoknya susah deh kalau tidak ada internet, apalagi untuk para generasi millennial, gen Z, hingga generasi setelahnya. Bahkan kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan pernyataan-pernyataan yang mengatakan bahwa bayi baru lahir pun sudah bisa menggunakan internet, karena benda ini seolah sudah mendarah-daging di dalam diri manusia.

Dalam sejarah internet, awalnya internet dirancang di dua tempat yang berbeda dengan jarak di atas 500 km. Komputer pertama ditempatkan di University of California in Los Angeles (UCLA), sementara komputer kedua ditempatkan di Stanford Research Institute (SRI). Percobaan pertama kali dilakukan oleh Leonard Kleinrock dan Charley Kline.

29 Oktober 1969 merupakan hari pertama internet berhasil dikirim ke dalam jaringan ARPANET. Saat itu huruf yang terkirim adalah “L” dan “O”, yang seharusnya HALO, namun hanya terkirim 2 huruf karena saat percobaan komputer Charley Kline tiba-tiba bermasalah.

Benar-benar perjuangan yang besar untuk mengubah dunia menjadi seperti sekarang!

Berdasarkan survei yang dirilis oleh Digital 2020, hingga tahun 2020, pengguna internet di seluruh dunia telah mencapai angka 4.5 milyar jiwa. Hal ini berarti sudah ada lebih dari 60% penduduk global yang menggunakan internet.

Di Tanah Air, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga melakukan survei yang sama. Organisasi ini mencatat bahwa jumlah pengguna internet di negara kita sudah mencapai lebih dari 196 juta jiwa hingga periode 2019 kuartal II/2020. Sungguh jumlah yang besar, bukan?

Di Indonesia sendiri, sejarah internet memiliki keunikan-keunikan yang tentunya beda dengan negara-negara lain. Mari kita simak 5 fakta sejarah internet di tanah air!

Internet mulai masuk ke tanah air pada tahun 1990-an

Dalam catatan sejarah internet dunia, internet sudah mulai ada tahun 1960-an, yakni di Amerika Serikat. Di negara kita sendiri, internet baru masuk pada tahun 1990-an. Ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama, ya! Hampir 30 tahun lho agar internet menjadi bagian dari hidup orang Indonesia, itupun jumlahnya terbatas.

Saat pertama kali dibuat, internet hanya digunakan untuk keperluan militer dengan menggunakan jaringan yang disebut dengan ARPANET. Setelah itu, barulah pada 1990-an internet dikembangkan lagi oleh para ahli agar dapat digunakan oleh lebih masyarakat luas. Akhirnya hingga sekarang internet bebas diakses oleh siapapun di negara kita!

Paguyuban Network adalah sebutan orang Indonesia untuk internet

Kamu mungkin baru mendengar istilah ini, tapi ya, saat pertama kali masuk ke Indonesia, orang-orang di negara kita ternyata sempat menyebut internet dengan sebutan Paguyuban Network. Tentu sebutan ini mempunyai alasan sendiri dan merupakan bagian dari cerita sejarah internet yang penting untuk kita ketahui.

Di tahun-tahun awal masuknya internet ke Indonesia, para pengembang internet dari tanah air menunjukkan sikap  kekeluargaan dan kerjasama yang sangat tinggi untuk mengembangkan ‘benda ajaib’ ini. Namun seiring berjalannya waktu dan berhasilnya para pengembang internet memperkenalkan internet untuk kebutuhan sehari-hari, istilah Paguyuban Network pun sudah tidak dipakai lagi.

Universitas Indonesia adalah bagian penting yang mempelopori sejarah internet dan perkembangannya di Indonesia

Di buku-buku pelajaran saat sekolah, mungkin nama Universitas Indonesia jarang disebutkan sebagai pelopor perkembangan internet di negara kita. Padahal, kampus ternama sekaligus salah satu kampus tertua di Indonesia merupakan bagian penting di balik layar sejarah internet tanah air lho!

Berdasarkan sejarah, UI-NETLAB merupakan protokol internet pertama di Indonesia. Protokol ini didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada Juni 1988. Orang-orang yang memiliki jasa besar dalam hal ini juga merupakan orang Indonesia asli, bukan pelopor dari negara-negara maju. Mereka adalah Firman Siregar, Robby Soebiakto, RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Onno W. Purbo, Adi Indrayanto, dan Putu.

ISP pertama Indonesia adalah IndoNet

Sejak tahun 1994, Internet Service Provider ternyata sudah ada di Indonesia dan disediakan oleh perusahaan bernama IndoNet. Masih berkaitan dengan Universitas Indonesia, pemilik perusahaan penyedia internet IndoNet merupakan putra dari salah satu dosen Universitas Indonesia. Saat itu lokasi kantornya juga masih berada di kawasan perumahan dosen UI, yakni di daerah Rawamangun.

Saat perusahaan tersebut pertama kali berdiri, ia menggunakan sambungan dial-up memakai mode teks dengan shell account, browser lync dan email client pine.

Kemunculan warung internet (warnet) sebagai bisnis baru di Indonesia

Siapa sangka bisnis warnet di Indonesia sudah ada sejak tahun 1996? Pada saat itu, warnet merupakan sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Hal ini dikarenakan di tahun 1996 jumlah masyarakat di negara kita yang memiliki gadget masih terbatas, sehingga warnet menjadi jawaban atas masalah tersebut.

Orang-orang dapat membayar tarif sesuai dengan durasi pemakaian internet di warnet tersebut. Namun sayang, saat ini warnet sebagai sebuah peluang usaha tampaknya sudah tidak begitu menjanjikan dikarenakan sebagian besar penduduk di Indonesia sudah memiliki gadget sendiri.

Nah itu dia 5 fakta di balik layar tentang sejarah internet di tanah air. Mungkin sebelumnya kamu belum pernah mendengar beberapa, bahkan semua informasi di atas, dikarenakan sejarah internet yang kami sajikan di artikel ini tidak ada di buku pelajaran. Nah, agar teman-temanmu juga tahu, jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Related Articles

Leave a Reply