4 Fakta Menarik tentang Feminisme Radikal dan Gagasannya tentang Seksualitas Perempuan

Feminisme merupakan sebuah paham yang lahir untuk mewujudkan kesetaraan gender. Sekilas, hal ini memang terdengar sangat baik.

Namun, feminisme sendiri juga terdiri dari berbagai aliran-aliran yang berbeda. Ada aliran feminisme yang sering menekankan masalah-masalah yang berkaitan dengan ekspresi dan aktivitas-aktivitas seksual dan memunculkan berbagai pro dan kontra. Hal ini biasanya dikaitkan erat dengan aliran feminisme radikal.

Tentu sama tujuan utama feminis radikal sama seperti feminis lainnya, yakni untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Namun, pemahaman para feminis radikal tentang gender, seks, seksualitas, dan sistem reproduksilah yang membuat mereka berbeda. 

Selain itu, penganut paham feminisme radikal juga menganggap bahwa gender dan jenis kelamin merupakan 2 hal yang berbeda, terpisah, dan tidak berkaitan satu sama lain. Itulah sebabnya feminisme radikal menolak istilah feminitas dan maskulinitas.

Selain fakta-fakta di atas, ada beberapa fakta lain tentang feminisme radikal dan gagasan-gagasan mereka  soal seksualitas perempuan. Yuk, baca dalam artikel di bawah ini!

Heteroseksual adalah jebakan

Secara umum kita tahu bahwa hubungan seksual yang ideal adalah hubungan yang dijalin oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan. Namun menurut pandangan orang-orang yang memegang paham feminisme radikal, heteroseksual merupakan jebakan dari budaya patriarki yang membuat kaum laki-laki menjadi dominan dan membuat kaum perempuan tidak bebas mengekspresikan seksualitasnya.

Oleh karena itu, tidak jarang kita lihat berbagai media membahas tentang demonstrasi yang dilakukan para feminis radikal yang mendorong perempuan untuk mengekspresikan kebebasan seksualitasnya melalui lesbianisme. 

Kendali pihak laki-laki harus dihapuskan

Para penganut paham feminisme radikal percaya bahwa apabila kebebasan diberikan kepada kaum perempuan, maka semua kendali dan penguasaan yang dipegang oleh kaum laki-laki di ruang publik harus dihapuskan. Hal ini dikarenakan pemegangan kekuasaan oleh kaum laki-laki merupakan bagian dari budaya patriarki.

Sistem seksualitas harus dihapuskan

Bukan hanya pengendalian kekuasaan oleh kaum laki-laki, sistem gender, reproduksi, seks, dan seksualitas juga harus disingkirkan agar tercipta tatanan masyarakat baru yang membuat posisi laki-laki dan perempuan menjadi setara.

Menurut para feminis liberal, jika sistem seksualitas dihapuskan, di mana manusia akan memiliki gender netral, tidak ada istilah laki-laki atau perempuan, maka semuanya akan adil, dan setiap manusia akan lebih mudah membaur dengan manusia lainnya.

Feminis sejati tidak menggunakan bra atau riasan wajah

Pernyataan ini merupakan salah satu pernyataan keliru tentang feminisme yang paling populer. Anggapan bahwa feminis sejati tidak menggunakan bra atau riasan wajah kemungkinan besar muncul karena gagasan-gagasan yang diberikan oleh para feminis radikal, khususnya tentang penghapusan sistem gender, seks, dan seksualitas.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada pengikut aliran feminisme radikal, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan yang dituntut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, atau kekuasaan dalam pemerintahan, tetapi juga kesetaraan biologis.

Bahkan mereka juga menuntut kesetaraan dari hal-hal kecil. Mereka melihat kaum laki-laki tidak perlu menggunakan bra atau riasan wajah saat mereka keluar rumah. Mereka pun melakukan hal yang sama agar tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Konsep seperti ini pada akhirnya melahirkan pendapat-pendapat dari masyarakat yang sebenarnya tidak dilakukan oleh semua aliran feminisme. 

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang feminisme radikal serta gagasan-gagasan yang mereka berikan tentang gender, seks, dan seksualitas. Bagaimana? Kamu sudah tahu perbedaan feminisme radikal dengan feminisme yang lain kan?

Related Articles

Leave a Reply