3 Mitos Alas Purwo, Merasa Tertantang untuk Berkunjung?

Pembicaraan tentang Alas Purwo pasti kerap dilekatkan pada pembicaraan tentang berbagai mitos dan kisah-kisah ghaib. Alas Purwo sendiri merupakan hutan tertua di Pulau Jawa yang saat ini dijadikan sebagai sebuah kawasan taman nasional.

Sepanjang tahun tempat ini dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan yang datang dari berbagai wilayah. Baik untuk menikmati pesona pantai dan hutan, mempelajari situs-situs sejarah, bahkan yang datang hanya untuk merasakan sendiri aura mistis di kawasan tersebut.

Cerita bertajuk KKN di Desa Penari yang viral di media sosial membuat nama Alas Purwo serta mitos-mitos yang dimilikinya menjadi semakin berkembang. Cerita-cerita mistis yang disajikan dalam cerita yang tidak disebut jelas lokasinya itu dianggap mirip seperti cerita-cerita mistis yang beredar di masyarakat mengenai Alas Purwo.

Mitos Alas Purwo sebagai Kerajaan Jin

Mitos ini adalah mitos yang paling populer ketika kita berbicara tentang Alas Purwo. Banyaknya kisah-kisah mistis yang dialami orang-orang yang pernah berkunjung semakin mempertajam anggapan bahwa kawasan ini merupakan sebuah kerajaan jin.

Di Alas Purwo sendiri terdapat puluhan goa, baik yang sering dikunjungi wisatawan maupun yang masih tersembunyi. Konon, setiap goa memiliki penghuni tak kasat mata. Mereka tentu saja merupakan bagian dari kerajaan jin tersebut.

Menurut mitos yang beredar di masyarakat, kerajaan jin tersebut adalah kerajaan yang sangat besar dan megah. Konon, orang yang memiliki indra keenam dan melakukan puasa selama tiga hari tiga malam dapat melihat secara langsung bentuk kerajaan jin yang dimaksud. Orang-orang tertentu bahkan bisa melihat bangunan kerajaan lengkap dengan pengawal-pengawal kerajaan yang lalu-lalang di sana.

Karena mitos tersebut semakin meluas, tidak heran Alas Purwo sering dijadikan sebagai tempat mendapatkan berbagai ilmu hitam. Bukan hanya itu, konon tempat tersebut juga kerap didatangi oleh pejabat, politikus, dan pengusaha. Tujuan mereka adalah meminta jabatan, kejayaan, hingga kekayaan.

Mitos Gayatri, gadis penghuni Alas Purwo

Satu lagi mitos Alas Purwo yang selalu berhasil membuat bulu kuduk kita merinding, yakni kisah Gayatri, gadis penghuni Alas Purwo. Di internet, cerita ini memang cukup jarang diangkat.

Dulu seorang jurnalis dan seorang pemandu ekspedisi pernah datang ke Alas Purwo. Mereka menginap di sebuah tempat kecil. Saat terbangun dari tidurnya, sang pemandu melihat seorang wanita mengenakan kemben Jawa dan selendang berjalan masuk ke dalam penginapan.

Wanita itu memperkenalkan diri sebagai penghuni Alas Purwo bernama Gayatri. Ia mengatakan bahwa ia sudah lama tinggal di sana, bahkan sebelum negara kita mencapai kemerdekaan. Ia juga bercerita bahwa kedatangannya hanya untuk menyapa sang pemandu dengan damai. Ia tidak mau mengganggu manusia.

Setelah pertemuan tersebut, sang pemandu menceritakan pengalamannya kepada seorang penjaga di Alas Purwo. Penjaga kawasan tersebut mengatakan bahwa Gayatri memang beberapa kali menampakkan diri kepada orang-orang tertentu, namun ia tidak akan mengganggu atau menyakiti orang tersebut.

Terperangkap di Alas Purwo

Terdapat pula cerita yang beredar menyatakan bahwa ada beberapa orang yang masuk ke Alas Purwo namun tidak pernah kembali. Anehnya, jasad mereka pun tidak ditemukan.

Masyarakat percaya bahwa saat memasuki kawasan Alas Purwo, orang-orang tersebut mungkin memiliki niat buruk sehingga para penghuni Alas Purwo menghukum mereka dengan mengurung mereka di tempat tersebut selamanya.

Mitos ini terus berkembang dari mulut ke mulut. Orang-orang yang datang untuk berwisata ke Alas Purwo diwajibkan untuk membuang semua niat jahat demi kebaikan dan keselamatan mereka sendiri.

Beberapa orang mungkin ada yang percaya dengan mitos, beberapa percaya setelah melihat adanya fakta. Demikian 3 mitos Alas Purwo yang hingga saat ini kerap membuat orang-orang merasa ngeri. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu percaya tentang mitos Alas purwo?

Percaya atau tidak, mito-mitos tersebut masih beredar di masyarakat hingga kini. Jika kamu berkunjung ke sana dan ingin memecahkan kebenaran mitos tersebut, jangan lupa bawa VELO bersamamu! Sebagai kantong nikotin dengan kotak praktis yang bisa dibawa kemana-mana, VELO dapat membantumu lebih santai karena VELO adalah produk kantong nikotin pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang menawarkan cara baru menikmati nikotin yang lebih praktis, kapan saja dan dimana saja.

Related Articles

Leave a Reply