3 Cara Menghilangkan Sifat Posesif Demi Hubungan Lebih Harmonis

Dalam hubungan, sikap untuk melindungi dan menyayangi pasangan adalah hal yang wajar ditemukan. Namun pernahkah kamu bertemu dengan orang yang melindungi pasangannya secara berlebihan? 

Alih-alih membuat pasangannya merasa terlindungi, ia malah merasa terkekang karena adanya batasan-batasan yang harus diingat dan lakukan. Inilah yang disebut dengan sifat posesif.

Sifat posesif memang beda tipis dengan rasa sayang dan sikap protektif. Karena perbedaan yang hampir tidak terlihat itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia bertindak posesif atau sedang berada dalam hubungan di mana pasangannya bersikap posesif. 

Bagi seseorang dengan sikap posesif, hal utama yang diinginkan adalah kendali terhadap pasangannya. Ia ingin tahu segala detail aktivitas pasangan, ingin ikut campur dengan urusan pasangan, bahkan ingin mengatur bagaimana pasangan harus bertindak, sesuai keinginannya.

Orang yang berperilaku posesif juga kerap sulit membedakan batasan privasi pasangannya. Karena ia merasa bahwa ia telah memiliki pasangannya secara utuh, sehingga ia cenderung tidak menghargai batas privasi pasangan. Ia sulit membedakan mana batas yang bisa dilewati dan mana yang tidak.

Jika hal demikian terjadi, maka hubungan yang terjalin pun tidak akan berjalan dengan harmonis. Bisa dibilang hubungan tersebut menjadi tidak sehat. 

Nah, jika kamu merasa bahwa dalam dirimu ada tanda-tanda tindakan posesif, maka pelajarilah cara untuk menghilangkan sifat posesif tersebut demi menjaga keharmonisan hubunganmu dengan pasangan. Begini caranya:

Kenali pemicu sikap posesif

Ada asap berarti karena ada api. Artinya, jika kamu mulai bertindak posesif terhadap pasanganmu, kamu mungkin mengalami hal-hal yang memicu sikap posesif tersebut muncul.

Biasanya sikap posesif ada karena kurangnya kepercayaan diri alias insecurity yang tinggi, ketakutan akan ditinggal oleh pasangan, ketakutan akan berkurangnya perhatian dari pasangan, dan berbagai faktor lain.

Kenalilah faktor mana yang membuat jiwa posesifmu terpicu untuk bangkit. Perlahan-lahan kurangi kebiasaan melampiaskan ketakutan tersebut kepada pasanganmu, karena salah satu cara menghilangkan sifat posesif adalah dengan berdamai pada pemicunya.

Mencoba berdamai dengan pengalaman masa lalu

Banyak orang menunjukkan sikap posesif karena ada masalah dengan masa lalunya. Hal ini masih berhubungan dengan poin pertama, yakni mengenali pemicu sikap posesif.

Sebagian besar orang memiliki trauma masa kecil yang belum beres atau belum selesai (troubled inner child). Salah satu contohnya mungkin ia pernah ditelantarkan oleh orang tuanya saat ia masih kecil.

Pengalaman tersebut dapat memicunya menjadi seseorang yang posesif. Ia takut ditinggal untuk kesekian kalinya.

Cara menghilangkan sifat posesif ini adalah berdamai dengan masa lalu. Cobalah menerima bahwa semua yang kamu alami di masa lalu adalah bagian dari hidupmu. Tinggalkan dan bukalah lembaran baru.

Komunikasi dan kontrol diri

Komunikasi yang baik adalah kunci agar sebuah hubungan bisa berjalan dengan lancar dan harmonis. Komunikasi juga menjadi cara menghilangkan sifat posesif yang manjur.

Bicarakan dengan baik kepada pasanganmu jika kamu merasa cemburu atau merasakan ada hal lain yang kurang sesuai dengan visimu. Tahan dirimu untuk terus-menerus mengendalikan pasangan. Perhatian boleh, namun jangan berlebihan!

Sambil ngobrol dengan pasangan untuk membangun komunikasi hubungan yang harmonis, kamu boleh lho sambil cobain VELO, si kantong nikotin dengan berbagai rasa yang enak di lidah konsumen 18+ lho! Ada Polar Mint yang bakal bantu bikin suasana menjadi lebih sejuk, jadi ngobrolnya bisa lebih santuy!

Related Articles

Leave a Reply